(Mesin Pencari Google)
Vertigo
Benign paroxysmal positional vertigo (cupulolithiasis)
Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) adalah penyebab umum dari vertigo. Ia dikarakteristikan oleh episode-episode vertigo yang parah yang berhubungan dengan gerakan kepala yang spesifik. Terutama tidak hadir pada BPPV adalah kehilangan pendengaran, bunyi berdering di telinga-telinga (tinnitus), dan kepenuhan telinga. Pasien-pasien seringkali akan menggambarkan vertigo setelah berguling dalam ranjang (biasanya pada hanya satu sisi) yang seringkali akan membangunkan mereka dari tidur. Serangan-serangan akan juga terjadi setelah berdiri dari oisisi melengking, memiringkian kepala kebelakang untuk mencukur muka atau mencuci rambut, atau menggapai diatas kepala untuk mengambil sesuat dari rak tinggi. Vertigo biasanya terjadi setelah penundaan 1-2 detik setelah gerakan kepala yang provocatif. Vertigo berlangsung singkat, seringkali kurang dari 30 detik. Namun banyak pasien-pasien akan menggambarkan tipe yang samar dari persoalan keseimbangan (disequilibrium) antara episode-episode.
BPPV meningkat dengan bertambahnya umur dengan kejadian tahunan dari 10-50 kasus-kasus per 100,000 populasi. Ada sedikit keunggulan wanita. Kondisi seringkali berhubungan dengan trauma kepala. BPPV didiagnosa secara klinis berdasarkan penemuan-penemuan fisik yang khas dari positional vertigo dan berkoresponden pada gerakan-gerakan mata yang tidak sukarela, cepat, yang berulang (nystagmus).
Batu-batu kecil yang terlepas (cupulolithiasis) didalam telinga bagian dalam menyebabkan BPPV. Batu-batu ini adalah kristal-kristal calcium carbonate yang normalnya terikat pda massa seperti agar-agar yang disebut cupula. Cupula menutupi macula, yang adalah struktur padat dalam dinding dari dua kantong-kantong -- utricle dan saccule -- yang membentuk vestibule. Ketika batu-batu terlepas, mereka mengapung kedalam semicircular canals dari telinga bagian dalam. Faktanya, pemeriksaan-pemeriksaan microscopic dari telinga bagian dalam dari pasien-pasien yang menderita dengan BPPV telah menunjukan batu-batu ini.
Pada semicircular canals, batu-batu bergerak dari sisi ke sisi, dengan demikian menstimulasi canal. Sebagai akibatnya, canal memberi sinyal pada otak dengan jalan dari cabang ampullary dari syaraf vestibular yang mengukur rotasi. Sayangnya, telinga yang lain, mata-mata, dan sensor-sensor proprioceptive dari tubuh tidak sepandan, dan pasien kemudian mengalami vertigo. Sungguh, secara operasi memotong melintang (sectioning) syaraf ampullary akan segera menghentikan vertigo.
Perawatan dari BPPV adalah dengan terapi fisik. Jadi, maneuver-maneuver reposisi, seperti Epley maneuver, adalah efektif dengan menggerakan batu-batu dari semi-circular canals kebelakang ke dalam vestibule dari telinga bagaian dalam.
|