(Mesin Pencari Google)





Vertigo



Kerusakan Pengobatan Pada Telinga Bagian Dalam (Ototoxicity)

Ototoxicity merujuk pada kerusakan yang disebabkan pada telinga bagian dalam (labyrinth) dari penggunaan beragam obat-obat. Obat-obat ini dapat merusak sistim keseimbangan telinga bagian dalam (vestibular) atau sistim pendengaran (auditory) atau kedua-duanya. Ternyata pasien-pasien seringkali terbaring sakit dan sangat sakit ketika diberikan obat-obat ini. Oleh karenanya, adalah seringkali hanya setelah mereka telah sembuh dari penyakit mereka bahwa mereka mulai sadar efek-efek yang membinasakan dari kerusakan ini pada telinga bagian dalam.

Aminoglycosides adalah antibiotik-antibiotik yang umum yang diketahui merusak telinga bagian dalam. Streptomycin dan gentamicin lebih secara selektif merusak sistim vestibular, sedangkan kanamycin, tobramycin, dan amikacin (Amikin) lebih secara selektif merusak sistim auditory. Contohnya, gentamicin toxicity dapat menyebabkan gejala-gejala dari ketidakseimbangan dan bahkan oscillopsia. Oscillopsia berakibat dari kehilangan fungsi keseimbangan pada kedua telinga bagian dalam. Sebagai akibatnya, pasien-pasien ini tidak mampu untuk berfokus pada obyek ketika mereka menggerakan kepala mereka atau sedang berjalan.

Salicylates (contoh, aspirin) dapat menyebabkan kehilangan pendengaran, bunyi dering dalam telinga-telinga (tinnitus), dizziness, kehilangan keseimbangan, dan adakalanya vertigo. Tidak seperti obat-obat lain yang merusak telinga bagian dalam, bagaimanapin, salicylates menyebabkan gejala-gejala dari ototoxicity yang hilang dalam 24 jam setelah menghentikan obat.

Cisplatinum adalah obat kemoterapi yang umum yang digunakan dalam perawatan kanker. Sayangnya, ia mempunyai keduanya auditory dan vestibular ototoxicity. Frekwensi kerusakan pada telinga bagian dalam telah dilaporkan setinggi 50% dari pasien-pasien. Efek-efek kerusakannya dapat dikurangi, bagaimanapun, dengan pemasukan obat yang perlahan dan membagi dosis obat melalui waktu yang diperpanjang.

Sekali ototoxicity terjadi, kerusakan biasanya tidak dapat diubah lagi. Terapi fisik (latihan-latihan rehabilitasi vestibular) seringkali bermanfaat. Namun, banyak orang-orang tua kekurangan kemampuan untuk mengkompensasi sepenuhnya kehilangan vestibular. Kunci penatalaksanaan dari ototoxicity adalah kesadaran keduanya pasien dan dokter dan pencegahan dari efek-efek sampingan yang potensial dari obat-obat ini. Jika pasien mencatat kehilangan pendengaran atau indera keseimbangan, gejala-gejala ini harus dilaporkan ke dokter segera. Dan, jika practical, obat harus dihentikan.

Acoustic neuromas Dan Tumor-Tumor Lain Cerebellopontine Angle (CPA)

Acoustic neuroma adalah tumor yang jinak dari insulating cells (Schwann cells) dari syaraf cranial kedelapan (vestibulocochlear). Tumor berkembang pada bagian vestibular dari syaraf cranial kedelapan ketika ia keluar dari brainstem (batang otak) pada cerebellopontine angle (CPA). Jadi, gejala-gejala awal utama dari acoustic neuroma biasanya dihubungkan pada gangguan keseimbangan.

Acoustic neuroma juga dikenal sebagai tumor vestibular schwannoma atau CPA. (Sebenarnya, segala tumor yang timbul di lokasi ini dari brainstem juga dikenal sebagai CPA tumor). Syaraf vestibular kemudian berjalan melalui internal auditory canal dari temporal bone ke telinga bagian dalam. Sebagai tambahan pada dua cabnag-cabang vestibular, internal auditory canal juga merumahi syaraf tunggal cochlear (bagian lain dari syaraf cranial kedelapan) dan syaraf cranial ketujuh (facial).

Acoustic neuromas ditemukan secara sporadis pada populasi, atau secara spesifik dalam hubungan dengan kondisi yang disebut neurofibromatosis Type 2. Neurofibromatosis adalah penyakit keturunan yang jarang yang berhubungan dengan bilateral acoustic neuroma tumors dan tumor-tumor neural lain. Pada setiap kasus, kedua tipe-tipe dari acoustic neuromas berhubungan dengan kelainan genetik tertentu (kerusakan pada gen NF-2 yang berlokasi pada kromosom 22). Acoustic neuromas mewakili 6% dari semua tumor-tumor otak, namun 80% dari semua tumor-tumor CPA. Acoustic neuromas terjadi dengan kejadian tahunan dari 1 per 100,000 orang.

Acoustic neuromas biasanya tumbuh keluar dari internal auditory canal meluber kedalam cerebellopontine angle. Ketika tumor tumbuh, ia menekan dan merusak cochlear (hearing) division dari syaraf cranial kedelapan dan suplai darahnya. Kerusakan syaraf ini kemudian berakibat pada gangguan pendengaran. Untuk kebanyakan bagian, acoustic neuromas tumbuhnya perlahan. Jadi, 90% dari tumor-tumor ini tumbuh pada angka yang tidak lebih cepat dari satu mm per tahun.



Alat Steril Botol Susu Bayi