(Mesin Pencari Google)
Vertigo
Penyakit-Penyakit Keseimbangan Yang Spesifik Dan Perawatan-Perawatan Mereka
Silahkan baca artikel utama pada penyakit Meniere untuk informasi tentang kondisi ini.
Sindrom Penyakit Gerakan
Sindrom penyakit gerakan termasuk kondisi-kondisi seperti mabuk-mabuk laut, mabuk-mabuk udara, mabuk-mabuk mobil, dan penyakit ruang. Yang umum pada semua penyakit ini adalah kehadiran dari stimulus gerakan atau penglihatan yang padanya seseorang masih belum beradaptasi. Gejala-gejala termasuk dizziness, keringat yang meningkat, hyperventilation, mual, muntah, nafsu makan yang berkurang, aliran air liur yang meningkat, dan kegelisahan yang kabur (malaise). Respon-respon individual pada situasi yang sama adalah cukup bervariasi. Pada situasi-situasi yang parah, bagaimanapun, bahkan pelaut yang paling berpengalaman dapat dan akan mendapatkan mabuk laut.
Penyakit gerakan berakibat dari konflik antara sistim-sistim keseimbangan (vestibular) dan mata (penglihatan). Contohnya, jika seseorang duduk dalam kabin yang tertutup pada kapal di laut, orang itu akan melihat lingkungan yang diam (tidak berubah) namun sistim vestibular akan mengukur gerakan yang terus menerus. Pada kasus ini, gerakan yang terus menerus dari kepala, seperti yang diukur oleh sistim vestibular, tidak disertai oleh gerakan yang sepadan dari adegan visual. Di titik ini, oleh karenanya, konflik ada antara dua struktur-struktur sensor, mata-mata dan telinga-telinga. Jika seseorang pergi keluar dan melihat pada horison, bagaimanapun, kecocokan antara sinyal-sinyal visual dan vestibular adalah lebih dalam penyesuaian, dan mabuk laut membaik. Dengan cara yang sama, ketika berkendaraan dalam mobil, duduk di bangku depan mengizinkan penglihatan samping yang luas dari struktur-struktur sekeliling yang tidak berubah.
Penyakit gerakan dapat juga terjadi pada ketidakhadiran dari gerakan. Contohnya, simulator gerakan tipe hiburan atau gambar-gambar hidup bioskop dapat menginduksi gejala-gejala dari penyakit gerakan. Pada situasi-situasi ini, penyakit gerakan terjadi karena sistim visual melihat/merasa gerakan namun sistim vestibular tidak mendeteksi gerakan. Sekali lagi, ada konflik antara sistim-sistim vestibular dan visual.
Penyakit ruangan adalah jenis lain dari penyakit gerakan, yang ditimbulkan oleh gerakan kepala yang aktif di ruangan. Faktanya, penyakit ruangan telah dilaporkan pada 50% dari astronauts. Ia biasanya hilang dalam 2-3 hari perjalanan ruang angkasa. Seperti yang anda mungkin harapkan, kekurangan dari gaya berat nampaknya adalah kekuatan yang aktif dalam penyakit ruangan ini. Persoalan diperkirakan terjadi karena saccule dan utricle pada vestibule mengukur efek dari keduanya akselerasi linear dan gaya berat. Di bumi, oleh karenanya, gerakan kepala yang spesifik akan menghasilkan respon yang terdefinisi dengan baik, sementara di ruang angkasa (ketidakhadiran dari gaya berat), gerakan kepala yang sama akan menghasilkan respon yang berbeda. Setelah beberapa hari di ruang angkasa, bagaimanapun, kebanyakan astronauts akan menera ulang (recalibrate) sistim-sistim vestibular mereka untuk memperhitungkan ketidakhadiran dari gaya berat. Namun kemudian, waktu kembali ke lingkungan dengan gaya berat, astronauts seringkali akan mengembangkan penyakit gerakan transient (singkat) hingga mereka dapat menyesuaikan kembali pada berfungsinya gaya berat.
Sifat penting lain dari penyakit gerakan adalah proses adaptasi. Adaptasi terjadi dengan paparan yang terus menerus pada gerakan yang menyebabkan penyakit gerakan. Jadi, adalah bukan tidak biasa untuk seseorang merasakan mabuk laut pada hari pertama keluar ke laut. Namun kemudian mereka beradaptasi (menyesuaikan) pada gerakan yang terus menerus dan tidak lagi mempunyai gejala-gejala dari penyakit gerakan. Pada sisi lain, mal de debarquement syndrome adalah sensasi yang gigih dari gerakan setelah kembali ke lingkungan yang stabil. Jadi, hingga sistim vestibular mampu untuk menyesuaikan dirinya, individu-individu seringkali melaporkan perasaan dari gerakan untuk beberapa jam sampai berhari-hari setelah mendarat dari perjalanan laut.
Penyakit gerakan dapat terjadi pada segala umur, meskipun frekwensinya meningkat setelah umur 40 tahun. Dengan sangat menarik, anak-anak dibawah umur dua tahun nampaknya sangat resisten pada penyakit gerakan. Respon resisten atau khusus pada satu bentuk penyakit gerakan tidak menjamin resisten atau memprediksi respon pada bentuk-bentuk lain dari penyakit gerakan. Faktor-faktor psikologi mungkin juga memainkan peran dalam pengembangan penyakit gerakan.
Merawat Penyakit Gerakan
Beragam obat-obat dan obat-obat rumah telah didengungkan sebagai obat untuk penyakit gerakan. Sayangnya, bagaimanapun, sedikit obat-obat yang efektif, dan tidak satupun memberikan perlindungan sepenuhnya. Obat-obat yang tidak memerlukan resep termasuk dramamine dan meclizine (Bonine, Antivert). Obat-obat resep termasuk obat-obat penenang (tranquilizers), anti-depressants, dan anti-mual. Scopolamine digunakan sebagai plester scopolamine (Transderm Scop) yang ditempelkan pada kulit dibelakang telinga. Plester-plester scopolamine adalah aman dan efektif dan dapat menyediakan perlindungan sampai tiga hari. Pada kaum tua, bagaimanapun, mereka dapat menyebabkan persoalan-persoalan psikologi sebagai efek-efek sampingan.
Semua obat-obat penyakit gerakan bekerja dengan mengurangi aktivitas pada pusat vestibular (nucleus) di otak. Mereka dengan demikian mengurangi potensi untuk konflik keseimbangan mata (visual-vestibular). Penyakit gerakan biasanya adalah persoalan yang dapat merawat sendiri. Pada kasus-kasus yang parah dan progresif, bagaimanapun, evaluasi medis harus dilakukan.
|