(Mesin Pencari Google)





Vertigo



Penyakit Gerakan

Sementara vertigo, lightheadedness, dan dizziness adalah gejala-gejala dari penyakit-penyakit, penyakit gerakan (motion sickness) adalah respon yang normal pada situasi yang abnormal. Ia adalah istilah umum yang termasuk kondisi-kondisi seperti mabuk laut, mabuk udara, mabuk mobil, dan bahkan mabuk ruangan. Motion sickness disebabkan oleh stimulus gerakan yang dirasakan yang padanya seseorang masih belum beradaptasi. Ia terjadi ketika informasi yang berlawanan dimasukan kedalam sistim-sistim vestibular dan sensor lain.

Ambang-ambang pintu perorangan (jumlah gerakan yang diambil) untuk mecetus penyakit gerakan berbeda. Akhirnya, bagaimanapun, siapapun akan mengembangkan penyakit gerakan (motion sickness) jika ditempatkan pada situasi yang menyediakan cukup gerakan. Gejala-gejala dari penyakit gerakan termasuk mual, muntah, berputar, berkeringat, dan sakit kepala. Faktanya, penyakit gerakan telah menghancurkan banyak liburan, dan telah membatasi aktivitas-aktivitas atau bahkan menjadikan tidak mampu mereka yang cenderung padanya.

Persoalan-Persoalan Yang Menyebabkan Penyakit-Penyakit Keseimbangan

Penyebab dari penyakit keseimbangan mungkin adalah kondisi anatomi yang didefinisikan dengan baik, atau hanya reaksi psikologi pada kejadian hidup yang tidak menyenangkan. Pada beberapa situasi-situasi, kondisi yang mendasarinya adalah hanya minor maknanya, sementara pada saat-saat yang lain ia mungkin mengancam nyawa. Sayangnya, menemukan penyebab dari persoalan keseimbangan dapat pada saat-saatnya membuat frustrasi dan melelahkan. Contohnya, hampir setiap persoalan dalam setiap sistim dari tubuh dapat menjurus pada gejala dari kepeningan (dizziness) atau pada penyakit keseimbangan.

Orientasi kita dalam ruangan dan, oleh karenanya, keseimbangan kita, terutama diukur oleh tiga sistim sensor:

  • Sistim mata (penglihatan)
  • Sistim keseimbangan (vestibular) dari telinga bagian dalam
  • Sistim sensor umum termasuk sensor-sensor gerakan, tekanan, dan posisi (proprioception) pada sendi-sendi, otot-otot, dan kulit.

Tiga sistim ini secara terus menerus memberikan informasi pada batang otak dan otak tentang posisi kita dalam ruangan relatif pada gaya berat. (Batang otak atau brainstem adalah bagian dari otak yang menghubung pada sumsum tulang belakang atau spinal cord). Otak, pada gilirannya, memproses data-data ini dan kemudian menggunakan informasi untuk membuat penyesuaian-penyesuaian yang seksama dari kepala, tubuh, sendi-sendi, dan mata-mata kita. Ketika semua ketiga-tiga sistim sensor dan otak berfungsi dengan benar, hasil akhir adalah sisitm keseimbangan yang sehat.

Dengan tanda yang sama, ketika sistim keseimbangan tidak berfungsi, seseorang dapat biasanya menelusuri balik persoalan penyakit dari salah satu dari tiga sistim-sistim sensor atau prosesor data (otak). Persoalan-persoalan pada setiap dari area-area berikut sesuai pada salah satu dari sistim-sistim sensor ini atau otak.

Penglihatan

Masukan visual menyediakan petunjuk-petunjuk yang penting tentang orientasi ruangan kita. Yaitu, masukan visual memberitahu otak dimana tubuh berada "dalam ruangan:" ia menunjukan arah mana, ia bergerak kearah mana, dan apakah ia berputar atau berdiri diam. Juga, sesuatu yang sederhana seperti menjalani garis lurus adalah jauh lebih mudah jika kita dapat melihat sekeliling kita. Merasa mabuk laut adalah persoalan yang berakibat dari salah komunikasi antara sistim penglihatan yang sehat dan sistim telinga bagian dalam (vestibular) yang sehat. Pada keadaan ini, telinga-telinga memberitahu otak bahwa ada gerakan, sementara mata-mata mungkin melihat sekeliling kabin yang tetap. Kesalahan-kesalahan pembiasan mata yang sederhana, glaucoma, dan katarak-katarak adalah contoh-contoh dari persoalan-persoalan penglihatan yang pada beberapa individu-individu mungkin adalah cukup untuk memberi mereka penyakit keseimbangan.

Telinga Bagian Dalam (Vestibular)

Tepatnya dimana telinga bagian dalam ? Juga dikenal sebagai labyrinth, telinga bagian dalam berlokasi dalam terhadap telinga bagian luar dan tengah, dan dibungkus didalam apa yang disebut bagian petrous dari temporal bone dari tengkorak.

Telinga bagian luar termasuk kanal telinga. Telinga bagian tengah termasuk gendang telinga (tympanic membrane) dan tiga tulang-tulang kecil ntuk pendengaran. Tulang-tulang disebut hammer (malleus), anvil (incus), dan stirrup (stapes) untuk mencerminkan bentuk-bentuk mereka. Telinga bagian tengah dihubungkan pada belakang tenggorokan oleh tabung Eustachian. Telinga bagian dalam (labyrinth) mengandung semicircular canals dan vestibule untuk keseimbangan, dan cochlea untuk pendengaran.

Struktur-struktur vestibular dari telinga bagian dalam adalah vestibule (yang terbentuk dari utricle dan saccule) dan tiga semicircular canals. Struktur-struktur ini bekerja agak seperti water pas tukang kayu (alat yang digunakan untuk menunjukan berapa "datar" permukaan horisontal atau vertikal). Yaitu, mereka bekerja melalui cara syaraf vestibulocochlear dengan pusat vestibular dalam otak untuk menangani keseimbangan dan posisi tubuh. (Sisa dari telinga bagian dalam, yaitu, cochlea, lebih perduli dengan pendengaran). Jadi, sistim vestibular termasuk vestibule, semicircular canals, vestibular branch dari syaraf vestibulocochlear, dan pusat vestibular dalam otak.

Sistim vestibular mengukur gerakan linear dan rotasi. Sejumlah penyakit-penyakit dapat menyebabkan sistim ini berhenti bekerja atau menyediakan informasi yang tidak benar. Penyakit-penyakit ini termasuk Meniere syndrome, labyrinthitis, benign paroxysmal positional vertigo, infeksi-infeksi telinga, tumor-tumor, atau trauma. Setiap dari kondisi-kondisi ini didiskusikan dibawah.

Sistim Sensor Umum

Sistim sensor umum terdiri dari sensor-sensor gerakan, posisi, dan tekanan pada kulit, otot-otot, dan sendi-sendi. Sensor-sensor ini menyediakan sentuhan penting (tactile) dan informasi posisi untuk mempertahankan kita dalam keseimbangan. Contohnya, jika seseorang mendorong anda dari belakang, sedikit peningkatan akan terjadi pada aktivitas dari sensor-sensor tekanan di bola dari kaki. Ketika sensor-sensor ini mencatat tekanan yang meningkat, otak diberitahu, dan ia tahu dari pengalaman bahwa tubuh sedang didorong kedepan. Otak kemudian menggunakan informasi ini untuk memberitahu tubuh mengubah jumlah yang kecil dari berat kebelakang untuk mencegah tubuh roboh kedepan. Jadi, penyakit-penyakit yang melibatkan sistim sensor umum dapat berakibat pada persoalan-persoalan keseimbangan.

Otak

Seperti disebutkan, otak memproses informasi dari tiga sistim sensor. Segala persoalan yang mengganggu fungsi yang benar dari sistim syaraf pusat atau central nervous system (CNS), oleh karenanya, dapat menjurus pada penyakit keseimbangan. (CNS terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang atau spinal cord). Tidak seperti persoalan-persoalan yang berhubungan dengan sistim-sistim masukan ketiga sensor yang didiskusikan diatas, bagaimanapun, dengan persoalan-persoalan CNS, adalah tidak umum untuk mempunyai vertigo sebagai satu-satunya gejala.

Contoh-contoh dari persoalan-persoalan memproses termasuk infeksi-infeksi atau abscesses otak, strokes (vascular insufficiency), sakit-sakit kepala migraine, tumor-tumor otak, trauma kepala, sindrom-sindrom degenerasi (yang disebabka, contohnya, pada alkoholisme), dan multiple sclerosis. Lebih jauh, segala penyakit yang mengganggu fungsi yang benar dari CNS (sistim syaraf pusat) dapat juga menyebabkan persoalan-persoalan keseimbangan. Contoh-contoh dari penyakit-penyakit ini termasuk kondisi-kondisi jantung (misalnya, aritmia (irama jantung yang abnormal) atau gagal jantung congestif), anemia, kondisi-kondisi metabolic atau hormonal (diabetes, dehidrasi, atau penyakit-penyakit tiroid), dan persoalan-persoalan psikologi, seperti ketakutan atau pernapasan yang berat (hyperventilation).

Penyebab yang umum dari tipe persoalan keseimbangan ini adalah kekurangan aliran darah ke otak. Pada individu-individu yang tua, seringkali ada penyempitan dari pembuluh-pembuluh darah ke otak (pengerasan dari arteri-arteri atau arteriosclerosis) atau aliran darah yang berkurang dari jantung (misalnya, dengan gagal jantung). Pada situasi-situasi ini, karena aliran darah yang berkurang ke otak, individu yang terpengaruh akan menjadi pening ketika bangun dari posisi duduk atau berbaring.

Karena sistim keseimbangan mempunyai begitu banyak komponen-komponen dengan fungsi-fungsi yang saling bergantung, adalah tidak mengejutkan untuk menemukan sungguh-sungguh ratusan penyebab-penyebab yang berbeda dari persoalan-persoalan keseimbangan. Meskipun tidak memungkinkan untuk mendiagnosa penyebab yang tepat dari ketidakseimbangan pada setiap pasien, gejala-gejala pasien seringkali dapat dikelompokan kedalam penyakit klinis yang didefinisikan dengan baik.



Alat Steril Botol Susu Bayi