(Mesin Pencari Google)
Tuberculosis (TB)
Definisi TB Yang Resisten Terhadap Obat
TB yang resiten terhadap obat (TB yang tidak merespon pada perawatan obat) telah menjad persoalan yang sangat serius pada tahun-tahun belakangan ini pada populasi-populasi tertentu. Misalnya, TB yang resisten terhadap INH terlihat diantara pasien-pasien dari Asia Tenggara. Kehadiran dari unsur-unsur seperti INH dalam sirup-sirup batuk pada bagian dunia itu mungkin memainkan peran dalam menyebabkan resisten terhada INH. Kasus-kasus resisten obat juga seringkali terlihat pada populasi-populasi penjara. Bagaimanapun, alasan utama untuk pengembangan resisten adalah perawatan TB yang dikendalikan dengan buruk. Ini dapat berakibat dari penurutan (disiplin) pasien yang buruk, pendosisan atau pengresepan obat yang tidak tepat, obat-obat yang diformulakan dengan buruk, dan/atau suplai obat yang tidak memadai. Multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB) merujuk pada organisme-organisme yang adalah resisten terhadap paling sedikit dua dari obat-oba garis pertama, INH dan Rifampin. Lebih baru-baru ini, extensively drug resistant tuberculosis (XDR-TB) telah timbul. Bakteri-bakteri ini juga resisten terhadap tiga atau lebih dari obat-obat perawatan garis kedua.
XDR-TB terlihat diseluruh dunia namun paling seringkali terlihat di negara-negara bekas Uni Soviet dan Asia.
Mencegah penyebaran XDR-TB adalah penting. World Health Organization (WHO) merekomendasikan perbaikan perawatan dasar TB untuk mencegah timbulnya resistensi dan perkembangan dari laboratorium-laboratorium yang tepat untuk mendeteksi kasus-kasus resisten. Jika kasus-kasus resisten obat ditemukan, perawatan yang segera dan tepat diperlukan. Ini akan mencegah penularan lebih jauh. Kolaborasi dari perawatan HIV dan TB akan juga membantu membatasi penyebaran tuberculosis, keduanya strain-strain yang sensitif dan resisten.
Masa Depan Untuk TB
Secara masuk akal, TB dapat telah dieliminasikan dengan perawatan yang efektif, vaksinasi-vaksinasi, dan tindakan-tindakan kesehatan publik pada tahun 2000. Bagaimanapun, kemunculan dari HIV merubah seluruh gambaran. Karena HIV, peningkatan yang sangat besar pada frekwensi (kejadian) dari TB terjadi pada tahun 80an sampai 90an. Peningkatan pada TB ini terjadi karena penekanan sistim imun tubuh (pertahanan) oleh HIV mengizinkan TB terjadi sebagai apa yang disebut infeksi oportunistik. Dengan peningkatan epidemik HIV di Afrika, keprihatinan-keprihatinan yang serius sedang ditimbulkan tentang perkembangan dari MDR-TB dan XDR-TB pada populasi ini. Mudah-mudahan, kontrol dari HIV di masa depan akan mencegah kebangkutan dari tuberculosis ini.
|