(Mesin Pencari Google)





Thrombocytopenia



Penyebab Thrombocytopenia

Jumlah-jumlah platelet yang rendah, thrombocytopenia, dapat disebabkan oleh keberagaman dari sebab-sebab. Pada umumnya, mereka dapat dibagi kedalam:

  1. produksi platelet yang berkurang,
  2. penghancuran atau konsumsi platelet yang meningkat, atau
  3. penyitaan yang meningkat oleh limpa atau increased splenic sequestration (penangkapan dari platelet-platelet yang bersirkulasi dalam limpa).

Beberapa dari penyebab-penyabab yang paling umum dan penting atau thrombocytopenia diuraikan dibawah.

Produksi platelet yang berkurang

Produksi platelet yang berkurang biasanya dihubungkan pada persoalan sumsum tulang belakang (agranulocytosis). Pada kebanyakan dari kondisi-kondisi ini, produksi-produksi sel darah merah dan sel darah putih mungkin juga terpengaruh.

  • Infeksi-infeksi virus yang mempengaruhi sumsum (marrow) contohnya:
    • parvovirus,
    • rubella,
    • mumps,
    • varicella (chickenpox),
    • hepatitis C,
    • Epstein-Barr virus, dan
    • HIV.
  • Aplastic anemia adalah istilah umum yang digunakan ketika sumsum tulang belakang gagal untuk memproduksi sel-sel darah apa saja (sel-sel merah, sel-sel putih, dan platelet-platelet), juga disebut pancytopenia. Ini dapat disebabkan oleh beberapa infeksi-infeksi virus (parvovirus atau HIV), obat-obat (gold, chloramphenicol, Dilantin, valproate (Depacon), atau radiasi, atau jarang, ia dapat menjadi congenital atau sejak lahir (Fanconi's anemia).
  • Obat-obat kemoterapi seringkali menyebabkan penekanan bone marrow yang berakibat pada thrombocytopenia.
  • Beberapa obat-obat yang lain dari kemoterapi dapat menekan produksi platelet, seperti thiazide diuretics.
  • Kanker-kanker dari bone marrow dan darah (leukemia) atau kanker-kanker dari nodul-nodul limfa (lymphoma) dapat menyebabkan beragam derajat-derajat dari thrombocytopenia.
  • Kanker-kanker dari organ-organ lain dapat adakalanya menyusup (menyerang) bone marrow (sumsum tulang belakang) dan berakibat produksi yang terganggu dari platelet-platelet.
  • Alkohol jangka panjang dapat menyebabkan keracunan yang langsung pada bone marrow.
  • Kekurangan dari vitamin B12 dan folic acid dapat berakibat pada produksi platelet yang rendah oleh bone marrow.

Penghancuran atau konsumsi platelet yang meningkat

Penghancuran atau konsumsi platelet yang meningkat dapat terlihat pada sejumlah kondisi-kondisi medis. Mereka dapat dibagi kedalam penyebab-penyebab yang berhubungan dengan imun dan tidak berhubungan dengan imun.

Banyak obat-obat dapat menyebabkan jumlah platelet yang rendah dengan menyebabkan reaksi immunologic terhadap platelet-platelet, yang disebut drug-induced thrombocytopenia. Beberapa contoh-contoh mungkin termasuk:

  • sulfonamide antibiotics,
    • carbamazepine [(Tegretol, Tegretol XR , Equetro, Carbatrol) anti-seizure drug],
    • digoxin (Lanoxin),
    • quinine (Quinerva, Quinite, QM-260),
    • quinidine (Quinaglute, Quinidex),
    • acetaminophen (Tylenol and others), dan
    • rifampin.
  • Heparin, pengencer darah yang biasa digunakan, dan obat-obat serupa [low molecular weight heparin atau enoxaparin (Lovenox)] dapat adakalanya menginduksi respon imun terhadap platelet-platelet yang berakibat pada penghancuran yang cepat dari platelet-platelet. Kondisi ini diistilahkan heparin-induced thrombocytopenia atau HIT.
  • Idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP) adalah kondisi dimana sistim imun menyerang platelet-platelet. Pada kondisi-kondisi yang parah, ITP dapat berakibat pada jumlah-jumlah platelet yang sangat rendah. Pada kaum dewasa, ini biasanya adalah kondisi kronis, sedangkan pada anak-anak, ia dapat disebabkan secara akut setelah infeksi virus. Ini biasanya adalah diagnosis of exclusion, yang berarti penyebab-penyebab lain yang lebih umum perlu dikesampingkan.
  • Beberapa kondisi rheumatologic, seperti systemic lupus erythematosus (SLE) atau kondisi-kondisi autoimun lain (connective tissue diseases), dapat menyebabkan penghancuran platelet.
  • Transfusi dari produk-produk darah dan transplantasi organ dapat adakalanya menyebabkan gangguan-gangguan immunologic yang berakibat pada thrombocytopenia.
  • Thrombotic thrombocytopenic purpura (TTP) dan hemolytic uremic syndrome (HUS) adalah kondisi-kondisi yang serupa yang dapat menyebabkan consumptive thrombocytopenia yang tidak berhubungan dengan imun yang berakibat dari beberapa penyakit-penyakit virus, kehamilan, beberapa kanker-kanker metastatic, atau kemoterapi. Manifestasi-manifestasi lain dari kondisi-kondisi ini termasuk kekurangan ginjal, kebingungan, anemia (hemolytic), dan demam. HUS sebagian besar terlihat pada anak-anak dan umumnya diperkirakan sebagai akibat dari infeks dengan strain tertentu dari Escherichia coli bacteria (E. coli O157:H7) yang menyebabkan diare yang infeksius.
  • HELLP syndrome (hemolysis, elevated liver tests, low platelets) adalah non-immune thrombocytopenia lain yang mungkin terjadi selama kehamilan dan dapat termasuk peningkatan enzim hati dan anemia (terutama, hemolytic anemia atau pecahnya sel-sel darah merah).
  • Disseminated intravascular coagulopathy (DIC) adalah kondisi yang jarang namun parah yang mungkin adalah komplikasi dari infeksi-infeksi yang berlimpahan, trauma-trauma, luka-luka bakar, atau kehamilan.
  • Luka pada atau peradangan dari pembuluh-pembuluh darah (vasculitis) dan, adakalanya, klep-klep jantung buatan dapat menyebabkan penghancuran yang meningkat dari platelet-platelet ketika mereka lewat.
  • Infeksi-infeksi parah (sepsis) atau trauma parah dapat adakalanya menyebabkan consumptive thrombocytopenia (tanpa DIC).

Splenic sequestration

Splenic sequestration dapat juga menjurus pada jumlah-jumlah platelet yang rendah sebagai akibat dari pembesaran limpa untuk keberagaman dari sebab-sebab. Ketika limpa membesar, ia dapat menahan (menyita) lebih banyak jumah platelet-platelet dari biasanya. Penyebab-penyebab umum dari thrombocytopenia yang disebabkan oleh pembesaran limpa mungkin termasuk penyakit hati yang telah lanjut (cirrhosis, contohnya, dari hepatis B atau hepatitis C kronis) dan kanker-kanker darah (leukemia-leukemia atau lymphoma-lymphoma).

  • Dilutional thrombocytopenia dapat berakibat dari perdarahan yang parah dan transfusi dari beberapa unit-unit sel-sel darah merah yang ditransfusikan dalam waktu yang singkat.
  • Pseudothrombocytopenia (thrombocytopenia palsu) juga adalah salah satu dari kondisi yang umumnya dihadapi dimana jumlah dari platelet-platelet yang terlihat pada analisa complete blood count (CBC) mungkin secara salah tampak rendah karena penggumpalan dari platelet-platelet bersama-sama. Ini dapat menjurus pada angka yang lebih kecil dari platelet-platelet yang terlihat di seluruh slide yang ditinjau ulang oleh teknisi. Jika ini dicurigai, darah dapat direduksi dalam tabung dengan material yang mencegah penggumpalan dari platelet-platelet untuk analisa yang mengulang.
  • Thrombocytopenia dapat juga hadir pada kelahiran, disebut neonatal thrombocytopenia. Kebanyakan dari kasus-kasus ini daopat disebabkan oleh proses-proses yang serupa pada yang diatas, meskipun, mereka adakalanya dihubungkan pada kondisi-kondisi genetik yang jarang.


Alat Steril Botol Susu Bayi