Nyeri Buah Pelir

(Testicular Pain)



Mendiagnosa Penyebab-Penyebab Dari Nyeri Buah Pelir (Testicular Pain)

Dalam rangka untuk mendiagnosa kondisi dasar yang menyebabkan testicular pain, sejarah yang sepenuhnya dan pemeriksaan fisik akan dilakukan oleh dokter. Pengujian laboratorium dan studi-studi pencitraan (imaging) mungkin juga diperintahkan tergantung pada impresi awal dan evaluasi dari dokter.

Pengujian laboratorium mungkin termasuk:

  • pekerjaan darah
  • analisa urin
  • Penyekaan dari urethra (jika pasien mempunyai penile discharge yang menyarankan penyakit yang ditularkan secara seksual)

Tes-Tes Pencitraan mungkin termasuk

Ultrasonography

Studi pencitraan yang tidak invasif yang dapat mengevaluasi aliran darah ke testicles (buah-buah pelir), serta kehadiran dari tumor-tumor testicular, koleksi-koleksi cairan, burutnya buah pelir, hernia-hernia, dan batu-batu ginjal (renal ultrasound).

Radionuclide imaging

Studi pencitraan yang memerlukan pemasukan dari radionuclide secara intravena, bermanfaat untuk evaluasi dari testicular torsion, serta penyebab-penyebab lain dari testicular pain.

CT scan atau kidney/ureter/bladder (KUB) X-ray

Studi-studi pencitraan ini adakalanya digunakan untuk mendiagnosa batu-batu ginjal.

Untuk nyeri buah pelir tertentu, seperti yang sangat menyarankan testicular torsion, konsultasi urologic yang segera sebelum pengujian harus diperoleh dalam rangka mencegah penundaan-penundaan yang berpotensi pada manejeman operasi yang menentukan.

Perawatan Untuk Nyeri Buah Pelir (Testicular Pain)

Perawatan untuk testicular pain bervariasi tergantung pada penyebab yang mendasari. Seperti yang telah dicatat, beberapa kondisi-kondisi yang menyebabkan testicular pain adalah darurat-darurat medik yang memerlukan intervensi operasi yang segera.

Testicular torsion

Manejemen yang definitif dari testicular torsion memerlukan operasi oleh urologist (ahli urologi). Selama operasi, buah pelir yang terpengaruh dipelintir balik, dan jika ditemukan mampu sehat, buah pelir diamankan pada dinding scrotum (orchiopexy). Buah pelir yang tidak terpengaruh mungkin juga diamankan untuk mencegah terjadinya plintiran buah pelir pada sisi lain.

Adakalanya, buah pelir yang terpengaruh dapat secara manual dipelintir balik oleh dokter tanpa memerlukan operasi darurat, meskipun ini adalah langkah sementara yang akhirnya tetap memerlukan perbaikan secara operasi yang definitif. Demikian juga, beberapa testicular torsion (pelintiran buah pelir) dapat terjadi dan kemudian hilang secara spontan, dan dokter harus mempertahan indeks yang tinggi dari kecurigaan dalam rangka untuk mendiagnosa kondisi ini dan akhirnya memperbaiki secara operasi.

Lebih cepat buah pelir dipelintir balik (untwisted) dan aliran darah diperbaiki, lebih baik kesempatan-kesempatan untuk menyelamatkan buah pelir yang terpengaruh. Jika dirawat dalam 6 jam dari timbulnya gejala, angka penyelamatan mendekati 100%, sementara setelah 24 jam angka penyelamatan adalah antara 0% sampai 10%.

Epididymitis

Perawatan dari epididymitis yang tidak ruwet dapat umumnya dikendalikan sebagai pasien rawat jalan, dan terdiri dari langkah-langkah perawatan berikut:

  • Antibiotik-antibiotik (yang mungkin bervariasi tergantung pada umur dan sejarah seksual pasien), obat nyeri dan agen-agen anti-peradangan
  • Istirahat
  • Pendukung dan menaikan scrotum
  • Bungkusan-bungkusan es

Pada umumnya, epididymitis akut yang dirawat hilang tanpa komplikasi-komplikasi. Bagaimanapun, pada epididymitis yang parah yang berhubungan dengan gejala-gejala sistemik atau pada yang ditemani oleh komplikasi-komplikasi, rawat inap dirumah sakit mungkin perlu.

Torsion of a testicular appendage

Perawatan untuk torsion of the testicular atau epididymal appendage diarahkan menuju pembebasan gejala-gejala, dan terdiri dari langkah-langkah berikut:

  • Obat nyeri dan agen-agen anti-peradangan
  • Istirahat
  • Pendukung dan menaikan scrotum
  • Bungkusan-bungkusan es

Kebanyakan pasien-pasien membaik dengan langkah-langkah perawatan ini dalam 1 minggu, meskipun gejala-gejala mungkin berlangsung lebih lama. Pada kasus-kasus dari testicular pain yang sukar disembuhkan pada manajemen konservatif, pemotongan secara operasi dari jaringan yang terpengaruh dipertimbangkan.

Trauma

Perawatan dan manajemen dari trauma buah pelir tergantung pada keparahan dari luka. Kasus-kasus minor dari testicular trauma tanpa luka buah pelir serius yang mendasari yang dicurigai dapat dikendalikan sebagai pasien rawat jalan dengan langkah-langkah berikut:

  • obat nyeri dan agen-agen anti-peradangan;
  • intirahat;
  • pendukung dan menaikan scrotum; dan
  • bungkusan-bungkusan es.

Dengan burut buah pelir (testicular rupture), perbaikan secara operasi yang segera adalah perlu untuk memelihara fungsi dan kelangsungan hidup buah pelir. Situasi-situasi lain yang memerlukan manajemen operasi termasuk luka-luka trauma tumpul yang tertentu dengan hematoceles yang berhubungan, trauma yang menembus, dan kasus-kasus tertentu dari dislokasi buah pelir.

Inguinal hernia

Perawatan yang definitif dari inguinal hernias memerlukan perbaikan secara operasi, adakalanya secara memilih sebagai pasien rawat jalan, sementara yang lain-lain memerlukan intervensi pada dasar yang lebih darurat. Adakalanya, inguinal hernias mungkin tidak diperbaiki bahkan secara memilih karena pasien terlalu berisiko tinggi untuk menjalani operasi.

Intervensi secara operasi yang segera adalah perlu pada kasus-kasus dari inguinal hernias yang tidak dapat dikurangi (tidak mampu didorong balik kedalam perut) dan pada kasus-kasus yang dari pencekikan (ganguan pada suplai darah).

Orchitis

Perawatan dari orchitis tergantung pada organisme yang infeksius yang bertanggung jawab menyebabkan peradangan buah pelir. Keduanya orchitis virus dan bakteri dapat dirawat dengan langkah-langkah berikut:

  • obat nyeri dan agen-agen anti-peradangan;
  • istirahat;
  • pendukung dan menaikan scrotum; dan
  • bungkusan-bungkusan es.

Bacterial orchitis dan epididymo-orchitis memerlukan antibiotik-antibiotik. Kasus-kasus yang disebabkan oleh virus tidak memerlukan antibiotik-antibiotik.

Batu Ginjal

Perawatan untuk batu-batu ginjal umumnya tergantung pada lokasi dari batu ginjal, ukuran dari batu ginjal, dan segala komplikasi-komplikasi yang berhubungan, seperti infeksi. Batu ginjal yang tidak menyusahkan dapat secara khas dirawat dengan langkah-langkah berikut:

  • pemasukan cairan yang memadai;
  • obat nyeri;
  • obat-obat anti-mual; dan
  • obat-obat, seperti tamsulosin (Flomax), yang menfasilitasi keluarnya batu-batu ginjal.

Beberapa langkah-langkah yang berbeda ada untuk merawat batu-batu ginjal yang tidak keluar secara spontan, seperti lithotripsy (penggunaan shock waves untuk memecah batu-batu ginjal) dan prosedur-prosedur operasi lain yang lebih invasif.

Pasien-pasien tertentu dengan nyeri yang keras kepala, muntah yang keras kepala atau yang dengan tanda-tanda dari infeksi memerlukan rawat inap dirumah sakit. Pada yang dengan infeksi dan rintangan, antibiotik-antibiotik dan intervensi urologi yang darurat adalah perlu.

Testicular tumor

Perawatan untuk tumor buah pelir (testicular tumor) tergantung pada beragam faktor-faktor. Massa buah pelir dipertimbangkan sebagai kanker sampai dibuktikan sebaliknya. Jika kanker buah pelir didagnosa, pasien-pasien dirujuk pada oncologist (ahli onkologi atau ahli kanker) yang akan mendiskusikan opsi-opsi perawatan yang berbeda yang tersedia.



Alat Steril Botol Susu Bayi

5

Milyar

Rupiah

Anda Ingin Penghasilan Yang Legal (5 Milyar Rp ?), Mudah Dan Yang Terpenting Bukan Money Game ?

Klik Website ini :

5 Milyar Rupiah