(Mesin Pencari Google)





Peripheral Vascular

Disease



Obat-Obat

Sementara perubahan-perubahan gaya hidup mungkin cukup perawatan untuk beberapa orang-orang dengan peripheral artery disease, yang lain-lain mungkin memerlukan obat/pengobatan. Contoh-contoh dari obat-obat yang digunakan dalam merawat peripheral artery disease termasuk agent-agent anti-platelet atau anti-clotting, obat-obat penurun kolesterol seperti statin-statin, obat-obat yang meningkatkan suplai darah ke anggota-anggota tubuh seperti cilostazol (Petal) dan pentoxifylline (Trental), dan obat-obat yang mengontrol tekanan darah tinggi.

  • Obat-obat Antiplatelet [seperti aspirin dan clopidogrel (Plavix)] membuat platelet-platelet darah kurang mungkin untuk melekat satu sama lainnya untuk membentuk gumpalan-gumpalan darah. Aspirin dosis rendah (81-325 mg/hari) biasanya diresepkan dengan tak terbatas karena ia juga bermanfaat dalam pencegahan stroke-stroke dan serangan-serangan jantung pada pasien-pasien dengan peripheral artery disease. Clopidogrel (Plavix) adalah alternatif pada aspirin untuk mereka yang alergi atau tidak dapat mentolerir aspirin. Obat-obat anti-platelet juga membantu mencegah kemacetan/sumbatan dari pembuluh-pembuluh darah setelah angioplasty atau operasi bypass.
  • Obat-obat Anticoagulant bekerja mencegah penggumpalan darah. Keduanya heparin dan warfarin (Coumadin) adalah obat-obat anticoagulant. Anticoagulants adakalanya diresepkan untuk orang-orang dengan peripheral artery disease jika mereka berada pada risiko yang meningkat untuk pembentukan gumpalan-gumpalan darah; agent-agent ini digunakan jauh kurang sering daripada agent-agent anti platelet pada pasien-pasien dengan PAD.
  • Obat-obat penurun kolesterol dari keluarga statin telah ditunjukan pada banyak percobaan-percobaan klinik yang besar membantu mencegah serangan-serangan jantung dan stroke-stroke dan memperpanjang kelangsungan hidup diantara pasien-pasien dengan therosclerosis. Statin-statin juga telah ditunjukan memperlambat gerak maju dari peripheral artery disease, mengurangi arthrosclerosis pada arteri-arteri, dan memperbaiki gejala-gejala claudication. Rekomendasi-rekomendasi NCEP sekarang ini untuk pasien-pasien dengan peripheral artery disease adalah untuk menggunakan diet dan obat-obat (seperti statin-statin) untuk menurunkan kolesterol LDL ke dibawah 100 mg/dl. Banyak dokter-dokter sekarang ini merekomendasikan penurunan kolesterol LDL bahkan lebih jauh untuk pasien-pasien dengan peripheral artery disease ke dibawah 75-80 mg/dl.
  • Cilostazol (Pletal) adalah obat yang dapat menmbantu meningkatkan aktivitas fisik (memungkinkan seseorang untuk berjalan jarak yang lebih jauh tanpa nyeri dari claudication). Cilostazol bekerja dengan menyebabkan pelebaran arteri-arteri dan peningkatan suplai oksigen yang dikirim ke lengan-lengan dan tungkai-tungkai. Cilostazol direkomendasikan untuk beberapa pasien-pasien dengan claudication jika modifikasi-modifikasi gaya hidup dan latihan tidak efektif. Cilostazol harus diminum pada lambung yang kosong setengah jam sebelum atau dua jam setelah makan. Makanan-makanan yang tinggi lemak, grapefruit juice, dan obat-obat tertentu seperti omeprazole (Prilosec) dan diltiazem (Cardizem) dapat meningkatkan penyerapan (absorpsi) dan oleh karenanya tingkat-tingkat darah dari Cilostazol. Efek-efek sampingan umumnya ringan yang termasuk sakit kepala, diare dan dizziness. Cilostazol harus tidak digunakan pada pasien-pasien dengan gagal jantung karena kekhawatiran atas kematian yang meningkat pada pasien-pasien gagal jantung yang menggunakan obat-obat yang serupa pada Cilostazol.
  • Pentoxifylline (Pentoxyl, Trental) didisain dan disetujui untuk memperbaiki aliran darah ke anggota-anggota tubuh dengan mengurangi viskositas ("kelengketan") dari darah, memungkinkan aliran darah yang lebih efisien. Pentoxifylline, pada percobaan-percobaan klinik, memperbaiki jarak berjalan, namun manfaat-manfaatnya lebih lemah daripada yang dari Cilostazol dan masih belum terbukti secara konklusif oleh semua studi-studi.
  • Obat-obat untuk mengontrol hipertensi mungkin juga diresepkan. Ada kekhawatiran bahwa beta blockers yang digunakan untuk merawat hipertensi dapat memperburuk claudication. Namun studi-studi baru-baru ini telah tidak menemukan efek-efek yang merugikan apa saja dari beta-blockers pada gejala-gejala dari pasien-pasien dengan peripheral artery disease. Oleh karenanya rekomendasi-rekomendasi sekarang ini adalah untuk merawat hipertensi pada pasien-pasien dengan peripheral artery disease untuk mencegah stroke-stroke dan serangan-serangan jantung.


Alat Steril Botol Susu Bayi