(Mesin Pencari Google)
Premature Ventricular
Contractions (PVC)
Perawatan-Perawatan Untuk Premature Ventricular Contractions
Sebab-sebab untuk merawat premature ventricular contractions adalah 1) untuk membebaskan gejala-gejala palpitasi, 2) untuk merawat kondisi-kondisi yang menyebabka PVCs larena banyaki kondisi-kondisi yang menyebabkan PVCs adalah berpotensi mengancam nyawa, dan 3) untuk mencegah ventricular tachycardia dan kematian mendadak.
Pada individu-individu yang sehat tanpa penyakit-penyakit jantung, premature ventricular contractions tidak memerlukan perawatan. Untuk menghilangkan palpitasi-palpitasi, seseorang mungkin mempertimbangkan tindakan-tindakan berikut:
- Menghentikan meminum alkohol dan kafein
- Menghentikan decongestant-decongestant hidung bebas resep yang mungkin mengandung adrenaline seperti obat-obat pseudoephedrine
- Menghentikan penyalahgunaan obat seperti amphetamines, cocaine
- Menghentikan merokok sigaret
Kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan premature ventricular contractions dapat juga berpotensi mengancam nyawa. Kondisi-kondisi ini seringkali dirawat di ranjang-ranjang rumah sakit yang dimonitor. Ranjang-ranjang yang dimonitor adalah ranjang-ranjang (atau kamar-kamar) yang dilengkapi untu merekam irama jantung scara terus menerus. Pasien-pasien juga diberikan obat-obat secara intravena. Kondisi-kondisi ini adalah:
- Tingkat-tingkat potassium atau magnesium yang rendah (hypokalemia dan hypomagnesemia) - potassium dan magnesium dapat diberikan secara intravena
- Keracunan digoxin dan aminophylline - obat-obat dapat diberikan untuk menetralkan keracunan obat
- Serangan jantung akut - obat-obat dan prosedur-prosedur (coronary angiogram dan PTCA) dilakukan segera untuk membuka arteri-arteri koroner yang tersumbat untuk memulihkan suplai darah ke otot jantung.
- Tingkat-tingkat oksigen yang rendah (hypoxia) - oksigen dapat diberikan melalui hidung, dan obat-obat dapat diberikan untuk merawat penyakit-penyakit paru yang mendasarinya
Obat-Obat Anti-Aritmia
Obat-obat anti-aritmia digunakan untuk mengontrol PVCs dengan tujuan mencegah ventricular tachycardias dan ventricular fibrillations dan kematian mendadak. Contoh-contoh dari obat-obat anti-aritmia termasuk beta-blockers, lidocaine, procainamide, dan amiodarone. Sayangnya, ada sedikit bukti ilmiah bahwa menekan PVCs dengan obat-obat anti-aritmia mencegah ventricular tachycardias dan ventricular fibrillations dan kematian mendadak. Beberapa obat-obat anti-aritmia sebenarnya dapat menyebabkan irama-irama jantung yang abnormal. Jadi obat-obat anti-aritmia hanya diresepkan secara hati-hati pada pasien-pasien yang berisiko tinggi mengembangkan ventricular tachycardia dan ventricular fibrillation.
Beta Blockers
Beta blockers seperti propranolol (Inderal), metoprolol (Lopressor, Toprol XL), dan atenolol (Tenormin) biasanya diberikan dini selama serangan jantung dan diteruskan untuk waktu yang lama. Beta blockers menentang (antagonis) aksi dari adrenaline dan membebaskan stres pada otot-otot jantung. Beta blockers mengurangi beban kerja jantung dengan memperlambat detak jantung dan mengurangi kekuatan kontraksi otot jantung. Mengurangi beban kerja mengurangi permintaan untuk oksigen oleh jantung dan membatasi jumlah kerusakan pada otot jantung. Pemasukan beta blockers untuk waktu yang lama setelah serangan telah ditunjukan memperbaiki kelangsungan hidup dan mengurangi risiko dari serangan-serangan jantung masa depan. Beta blockers juga memperbaiki kelangsungan hidup diantara pasien-pasien dengan serangan-serangan jantung dengan mengurangi kejadian dari irama-irama jantung abnormal yang mengancam nyawa, contohnya, ventricular fibrillation. Beta blockers dapat diberikan secara intravena di rumah sakit dan kemudian dimakan secara oral untuk perawatan dalam jangka waktu yang lama.
Efek-efek sampingan dari beta blockers adalah mencuit-cuit (perburukan dari pernapasan pada pasien-pasien dengan asma), denyut jantung yang perlahannya secara abnormal, dan perburukan dari gagal jantung (terutama pada pasien-pasien dengan kerusakan yang signifikan pada otot jantung mereka). Meskipun demikian, pada pasien-pasien dengan gagal jantung kronis, beta blockers baru-baru ini telah ditunjukan bermanfaat dalam mengurangi gejala-gejala dan memprerpanjang kehidupan.
|