Kanker Prostat
Perawatan Kanker Prostat secara Operasi
Perawatan kanker prostat dengan pembedahan (operasi) umumnya dirujuk sebagai suatu prostatectomy radikal atau total, yang adalah pengangkatan dari seluruh kelenjar prostat. Sejak 1990, prostatectomy radikal telah menjadi perawatan yang paling umum untuk kanker prostat di Amerika. Operasi ini dilaksanakan pada kira-kira 36% dari pasien-pasien dengan kanker prostat yang terbatas pada organ. The American Cancer Society menaksir suatu angka penyembuhan sebesar 90% secara nasional ketika penyakit terbatas pada prostat dan seluruh kelenjar diangkat. Komplikasi-komplikasi yang berpotensi dari suatu radical prostatectomy termasuk risiko-risiko pembiusan (anesthesia), perdarahan lokal, impotence (kehilangan fungsi seksual) pada 30%-70% dari pasien-pasien, dan incontinence (kehilangan kontrol buang air kecil) pada 3%-10% dari pasien-pasien.
Langkah-langkah besar telah dibuat dalam menurunkan frekwensi dari komplikasi-komplikasi dari radical prostatectomy. Kemajuan-kemajuan ini telah diselesaikan sebagian besar melalui pembiusan dan teknik-teknik pembedahan yang lebih baik. Teknik-teknik pembedahan yang lebih baik pada gilirannya bersumber dari suatu pengertian yang lebih baik dari anatomi dan fisiologi utama dari potensi seksual dan pengendalian air seni (urin). Secara spesifik, introduksi baru-baru ini dari teknik-teknik melindungi syaraf (nerve-sparing techniques) untuk prostatectomy telah membantu mengurangi frekwensi dari impotence dan incontinence.
Jika impotence setelah pembedahan terjadi, itu dapat dirawat dengan tablet-tablet sildenafil (Viagra), suntikan-suntikan dari obat-obat seperti alprostadil (Caverject) kedalam penis, berbagai alat-alat untuk memompa naik atau mengeraskan penis, atau suatu penile prosthesis (suatu penis buatan). Incontinence setelah perawatan seringkali membaik dengan waktu, latihan-latihan khusus, dan obat-obat untuk memperbaiki kontrol pada buang air kecil. Adakalanya, bagaimanapun, incontinence memerlukan penanaman suatu sphincter buatan (artificial sphincter) disekitar urethra. Sphincter buatan dibuat dari otot atau materi lain dan diciptakan untuk mengontrol aliran urin melalui urethra.
Terapi Radiasi untuk Kanker Prostat
Tujuan dari terapi radiasi adalah menghancurkan sel-sel kanker dan menghentikan pertumbuhan atau membunuh mereka. Ini bekerja karena sel-sel kanker yang membelah (reproduksi) secara cepat lebih mudah terserang penghancuran oleh radiasi dari pada sel-sel normal yang bersebelahan. Percobaan-percobaan klinis telah dilaksanakan menggunakan terapi radiasi untuk pasien-pasien dengan kanker prostat yang terbatas pada organ. Percobaan-percobaan ini telah menunjukan bahwa terapi radiasi berakibat pada suatu angka kelangsungan hidup pada 10 tahun setelah perawatan yang sebanding dengan yang dari radical prostatectomy. Incontinence dan impotence dapat terjadi sebagai komplikasi-komplikasi dari terapi radiasi, seperti dengan pembedahan, meskipun barangkali lebih jarang dari pada dengan pembedahan. Data yang lebih banyak diperlukan, bagaimanapun, pada risiko-risiko dan manfaat-manfaat dari terapi radiasi setelah 10 tahun, terutama karena timbulnya kembali (reappearances) dari kanker belakangan kadangkala dapat terjadi setelah radiasi.
Choosing between radiation and surgery to treat organ-confined prostate cancer involves considerations of the patient's preference, age, and co-existing medical conditions (fitness for surgery), as well as of the extent of the cancer. Approximately 30% of patients with organ-confined prostate cancer are treated with radiation. Sometimes, oncologists combine radiation therapy with surgery or hormonal therapy in efforts to improve the long-term results of treatment in the early or later stages of prostate cancer.
Radiation therapy can be given either as external beam radiation over perhaps 6 or 7 weeks or as an implant of radioactive seeds (brachytherapy) directly into the prostate. In external beam radiation, high energy x-rays are aimed at the tumor and the area immediately surrounding it. In brachytherapy, radioactive seeds are inserted through needles into the prostate gland under the guidance of transrectally taken ultrasound pictures. Brachy, from the Greek language, means short. The term brachytherapy thus refers to placing the treatment (radiation therapy) directly into or a short distance away from the cancerous target tissue. The theoretical advantage of brachytherapy over external beam radiation is that delivering the radiation energy directly into the prostate tissue should minimize damage to the surrounding tissues and organs. The actual advantages or disadvantages of brachytherapy as compared to external beam radiation, however, are still being studied.
|