Kanker Prostat
Perawatan-Perawatan Medis dengan Jamu atau Alternatif Lainnya untuk Kanker Prostat
Kedokteran alternatif, juga disebut kedokteran integratif atau kedoketran pelengkap, termasuk perawatan-perawatan non tradisional seperti jamu-jamu, suplemen-suplemen makanan (dietary supplements), dan akupunktur. Suatu persoalan utama dengan kebanyakan perawatan-perawatan dengan jamu adalah bahwa komposisi mereka tidak distandardisasikan. Lebih dari itu, cara bekerja perawatan-perawatan dengan jamu dan efek-efek sampingan jangka panjang mereka biasanya tidak diketahui.
Suatu perawatan baru kanker prostat, paling sedikit barunya di Amerika, adalah suatu obat jamu yang disebut PC Spes. Namanya datang dari PC, yang berdiri untuk prostate cancer (kanker prostat), dan Spes, yang adalah kata Latin untuk harapan. Pada beberapa percobaan-percobaan awal PC Spes pada pria-pria yang telah gagal pada perawatan-perawatan tradisional (terapi hormon dan kemoterapi) untuk kanker prostat yang telah lanjut, obat jamu ini tampaknya menjanjikan (memberikan harapan). Studi-studi yang lebih teliti sedang berjalan untuk mengevaluasi lebih penuh risiko-risiko dan manfaat-manfaat perawatan ini.
Apa itu Penantian yang Waspada (Watchful Waiting) ?
Penantian yang waspada (Watchful waiting) adalah pengamatan seorang pasien ketika tidak ada perawatan yang diberikan. Seorang pasien seperti itu biasanya mempunyai suatu tumor yang terbatas pada organ dan tidak ada gejala-gejala. Mengerti, bagaimanapun, bahwa meskipun penantian yang waspada tidak melibatkan perawatan yang sebenarna, pasien masih tetap memerlukan follow-up dan pengamatan yang ketat. Follow-up melibatkan kunjungan-kunjungan yang sering ke dokter, mungkin setiap tiga sampai enam bulan. Kunjungan-kunjungan termasuk pertanyaan-pertanyaan tentang gejala-gejala yang baru atau yang memburuk dan pemeriksaan-pemeriksaan dubur dengan jari untuk perubahan apa saja pada kelenjar prostat. Sebagai tambahan, tes-tes darah dilakukan untuk mengamati suatu kenaikan PSA dan studi-studi imaging dapat dilakukan untuk mendeteksi penyebaran kanker. Jika sejarah, pemeriksaan-pemeriksaan, atau tes-tes apa saja menandakan kemungkinan dari suatu kanker yang telah lanjut, penantian yang waspada biasanya dihentikan dan perawatan direkomendasikan.
Pilihan penantian yang waspada sebenarnya telah dipilih dari pada suatu intervensi yang mengobati, seperti operasi atau radiasi, pada sampai 30% dari pasien-pasien yang mempunyai kanker prostat yang terbatas pada organ. Sebab utama untuk mengambil suatu jalan dari penantian yang waspada adalah bahwa kanker-kanker prostat umumnya berkembang lebih perlahan dari pada kebanyakan kanker-kanker lainnya. Jadi, banyak kanker-kanker ditempat (localized) ditemukan pada stadium awal dapat memakan waktu bertahun-tahun bahkan beberapa dekade untuk menyebar ditempat dan menyebar jauh (metastasize). Oleh karenanya, penantian yang waspada tampaknya masuk akal (bisa dipertimbangkan) untuk kanker-kanker prostat yang terbatas pada organ pada pria-pria yang telah tua. Itu juga adalah suatu keputusan yang layak pada pria-pria yang mempunyai tumor-tumor kecil (terlihat hanya dengan sebuah mikroskop) dan suatu PSA yang rendah (contohnya, pada batasan 4-10 atau lebih rendah). Sebagai tambahan, penantian yang waspada seringkali adalah pilihan yang paling memadai pada pria-pria yang menderita penyakit-penyakit medis yang serius lainnya, seperti penyakit jantung atau paru-paru, tekanan darah tinggi yang terkontrol dengan kurang baik, diabetes, AIDS, atau kanker-kanker lain.
Penantian yang waspada pada kanker prostat, bagaimanapun, tetap kontroversial. Beberapa pengarang-pengarang kedokteran telah menyatakan secara ikhlas bahwa itu bukanlah suatu pilihan yang baik. Mereka mununjukan bahwa sedikit dokter-dokter akan hanya mengamati kanker-kanker lain untuk melihat apakah mereka akan menyebar tanpa perawatan. Lebih jauh, perawatan untuk seorang individu dapat menjadi berkurang efektif dimasa depan jika dan ketika kanker berlanjut. Akhirnya, seorang ahli meringkas beberapa informasi pada penantian yang waspada yang dipublikasikan. Ia mengindikasikan bahwa diantara pria-pria dengan kanker prostat yang terbatas pada organ [organ-confined (localized) prostate cancer], perkembangan dari penyebaran jauh (metastasis) dan kematian dari kanker adalah 50% lebih tinggi pada mereka yang tidak menerima perawatan dari pada mereka yang menjalankan pengangkatan prostat secara operasi (radical prostatectomy).
|