(Mesin Pencari Google)
Polymyositis &
Dermatomyositis
Definisi Polymyositis
Polymyositis adalah suatu penyakit otot yang meliputi peradangan dari serat-serat otot. Penyebab dari penyakit tidak diketahui. Ia mulai ketika sel-sel darah putih, sel-sel imun dari peradangan, secara spontan menyerang otot-otot. Otot-otot yang terpengaruh secara khas adalah mereka yang terdekat pada batang tubuh. Ini berakibat pada kelemahan yang dapat menjadi berat/parah. Polymyositis adalah suatuy penyakit kronis dengan periode-periode dari peningkatan gejala-gejala, yang disebut flares atau relapses (kekambuhan), dan gejala-gejala minimal atau tidak ada gejala-gejala, dikenal sebagai remisi-remisi (pengampunan).
Polymyositis adalah sedikit lebih umum pada wanita-wanita. Ia mempengaruhi semua kelompok-kelompok umur, meskipun timbulnya adalah paling umum pada pertengahan masa kanak-kanak dan pada umur duapuluhan. Polymyositis terjadi diseluruh dunia. Polymyositis dapat dihubungkan dengan ruam kulit (skin rash) dan kemudian dirujuk sebagai "dermatomyositis." Ia juga dapat mempengaruhi area-area lain dari tubuh dan oleh karenanya dirujuk sebagai suatu penyakit sistemik. Adakalanya, ia dihubungkan dengan kanker atau dengan penyakit-penyakit lain dari jaringan penghubung (lihat systemic lupus erythematosus, scleroderma dan rheumatoid arthritis).
Penyebab Polymyositis
Saat ini, tidak ada penyebab dari polymyositis yang telah diisolasi oleh peneliti-peneliti ilmiah. Ada indikator-indikator dari kepekaan yang diturunkan (genetik) yang dapat ditemukan pada beberapa pasien-pasien. Ada bukti yang tidak langsung dari infeksi oleh suatu virus yang harus diidentifikasi dalam suatu bentuk dari polymyositis yang adalah terutama resisten pada perawatan, yang disebut inclusion body myositis. Bentuk ini dari polymyositis didiagnosa oleh seorang ahli patologi (pathologist), seorang dokter spesialis yang menginterpretasikan penemuan-penemuan mikroskop dari jaringan otot. Jaringan otot dalam bentuk polymyositis ini memperlihatkan area-area yang jelas didalam sel-sel otot (disebut vacuoles) ketika dilihat dibawah pembesaran dari suatu mikroskop.
Peneliti-peneliti dari Swedia pada pertemuan nasional dari the American College of Rheumatology pada tahun 2007 melaporkan penemuan-penemuan mereka bahwa sel-sel T dari sistim imun pada beberapa pasien-pasien polymyositis atau dermatomyositis bereaksi melawan cytomegalovirus (CMV) dan bahwa antibodi-antibodi yang terdeteksi yang melawan CMV hadir. Kesimpulan mereka adalah bahwa mungkin ada subsets dari pasien-pasien yang mengembangkan penyakit mereka, sebagian karena infeksi dengan virus tertentu ini.
Terkecuali dari penyakit-penyakit yang dengannya polymyositis dapat dihubungkan (seperti disebut diatas), banyak penyakit-penyakit dan kondisi-kondisi lain dapat meniru polymyositis. Ini termasuk penyakit-penyakit otot syaraf (seperti muscular dystrophies), obat-obat beracun (seperti alkohol, cocaine, steroids, colchicine, hydroxychloroquine, dan obat-obat penurun kolesterol, yang disebut statins), kelainan-kelainan metabolik (dimana sel-sel otot tidak mampu untuk memproses kimia-kimia secara normal), kelainan-kelainan hormon (seperti tiroid yang abnormal), kondisi-kondisi kalsium dan magnesium, dan penyakit-penyakit infeksius (seperti virus flu, AIDS, streptococcus dan Lyme bacteria, pork tapeworm dan schistosomiasis).
|