Polymyalgia Rheumatica

(PMR) & Giant Cell

Arteritis (Temporal

Arteritis)



Mendiagnosis Giant Cell Arteritis

Diagnosis dari giant cell arteritis dicurigai ketika seorang pasien diatas umur 50 tahun (biasanya diatas 60 tahun) mengembangkan gejala-gejala diatas dan/atau tiba-tiba mengembangkan kebutaan atau stroke. Diagnosis didukung oleh tanda-tanda peradangan dalam darah yang diindikasikan oleh suatu kenaikan dalam erythrocyte sedimentation rate (ESR) dan/atau C-reactive protein.

Diagnosis dikonfirmasikan dengan suatu biopsi dari suatu arteri, biasanya suatu arteri pada sisi kulit kepala yang disebut temporal artery. Biopsi ini dilaksanakan dibawah pembiusan lokal pada suatu setting pasien luar. Itu memerlukan suatu sayatan kedalam kulit kepala diatas arteri dalam kulit. Jaringan dari area ini disuplai oleh darah dari banyak pembuluh-pembuluh dan adalah baik-baik saja setelah pengangkatan dari sepotong dari arteri.

Merawat Giant Cell Arteritis

Tujuan dari perawatan giant cell arteritis adalah untuk menekan peradangan didalam arteri-arteri. Ketika giant cell arteritis terdiagnosis, dosis-dosis yang tinggi dari obat-obat cortisone, adalah perlu secara intravena atau oral (mulut). Dosis-dosis tinggi yang diperlukan untuk menenangkan arteri-arteri yang meradang seringkali dihubungkan dengan efek-efek sampingan, termasuk keringat-keringat, kenaikan berat badan, memar, muka yang bengkak, emosi-emosi yang tidak teratur, dan lain-lain.

Juga, dalam rangka untuk memelihara aliran darah yang optimal, aspirin dosis rendah seringkali diberikan untuk mengoptimalkan sirkulasi darah dan mencegah pembekuan darah yang tidak dapat dibenarkan didalam arteri-arteri yang berpenyakit. Studi-studi baru-baru ini telah menunjukan bahwa aspirin dosis rendah dapat mengurangi risiko stroke dan kehilangan penglihatan pada pasien-pasien dengan giant cell arteritis.

Seperti pada perawatan dari polymyalgia rheumatica, karena obat-obat cortisone dihubungkan dengan keracunan tulang (bone toxicity) yang potensial, menyebabkan osteoporosis, pasien-pasien harus mempertimbangkan meminum suplemen-suplemen kalsium dan vitamin D. Wanita-wanita harus mempunyai pengujian kepadatan mineral tulang, dan obat-obat osteoporosis, seperti estrogen, alendronate (Fosamax), dan risedronate (Actonel) dipertimbangkan.

Prognosis Untuk Pasien-Pasien Dengan Giant Cell Arteritis

Giant cell arteritis biasanya menjalani suatu perjalanan yang membatasi dirinya sendiri, melalui waktu berbulan-bulan sampai bertahun-tahun. Jarang, peradangan mungkin tidak merespon pada dosis yang tinggi dari cortisone, dan obat-obat yang lebih kuat yang menekan sistim imun telah dicoa, seperti methotrexate. Pada kebanyakan pasien-pasien, obat-obat cortisone dapat dikurangi secara berangsur-angsur menurut gejala-gejala sembari memonitor tes darah ESR.

Efek-efek dari arteritis tergantung tidak hanya pada jumlah peradangan dalam arteri-arteri namun juga pada lokasi dari arteri-arteri di beragam jaringan-jaringan tubuh. Baru-baru ini, ilmuwan-ilmuwan penelitian yang mempelajari arteritis telah menemukan bahwa lokasi dari arteri-arteri yang meradang dalam tubuh dan apakah ia berhubungan dengan polymyalgia rheumatica tampaknya berhubungan dengan ciri-ciri yang berbeda dari sel-sel darah putih yang khusus (T cells) yang menerobos dinding-dinding arteri. Jika perbedaan-perbedaan sel T ini dapat lebih jauh digolongkan menurut pola-pola dari peradangan pada pasien-pasien, ini mungkin dapat menjurus pada suatu era yang baru dari perawatan-perawatan yang "disesuaikan (customized)" untuk giant cell arteritis.



Alat Steril Botol Susu Bayi

5

Milyar

Rupiah

Anda Ingin Penghasilan Yang Legal (5 Milyar Rp ?), Mudah Dan Yang Terpenting Bukan Money Game ?

Klik Website ini :

5 Milyar Rupiah