Polymyalgia Rheumatica

(PMR) & Giant Cell

Arteritis (Temporal

Arteritis)



Merawat Polymyalgia Rheumatica

Perawatan dari polymyalgia rheumatica diarahkan menuju pengurangan peradangan. Ketika beberapa pasien-pasien dengan gejala-gejala yang ringan dapat bertambah baik dengan obat-obat antiperadangan nonsteroid seperti aspirin atau ibuprofen (Motrin, Advil), kebanyakan pasien-pasien merespon paling baik pada dosis-dosis yang rendah dari obat-obat cortisone seperti prednisone atau prednisolone. Tidak jarang, suatu pengobatan satu hari cortisone meringankan banyak dari gejala-gejala! Faktanya, hasil-hasil yang cepat dan memuaskan dengan dosis rendah dari obat-obat cortisone adalah karakteristik dari polymyalgia rheumatica.

Dosis dari prednisone dikurangi secara berangsur-angsur ketika dokter memonitor gejala-gejala dan normalisasi dari ESR darah. Pengaktifan kembali dari gejala-gejala dapat memerlukan penyesuaian-penyesuaian secara periodik pada dosis dari prednisone. Kebanyakan pasien-pasien mampu untuk menghentikan secara komplit dari prednisone dalam beberapa tahun. Beberapa pasien-pasien memerlukan waktu perawatan yang lebih panjang. Adakalanya, pasien-pasien mempunyai suatu kekambuhan bertahun-tahun setelah gejala-gejala telah hilang. Regimen pendosisan prednisone yang ideal terus berlanjut dicari oleh peneliti-peneliti.

Prognosis Untuk Pasien-Pasien Dengan Polymyalgia Rheumatica

Prognosis untuk pasien-pasien dengan isolated polymyalgia rheumatica akhirnya adalah sangat bagus. Polymyalgia rheumatica dapat terjadi dalam hubungan dengan giant cell arteritis (lihat dibawah). Ia dapat juga terjadi, seperti disebutkan diatas, dalam hubungan dengan suatu kanker. Prognosis dalam setting ini didasarkan pada kemampuan untuk menyembuhkan kanker. Gejala-gejala polymyalgia rheumatica hilang dengan resolusi dari kanker.

Salah satu dari kunci-kunci ke perawatan yang sukses dari polymyalgia rheumatica adalah mengurangi obat-obat secara berangsur-angsur dan tidak secara cepat. Ini dapat mencegah kekambuhan-kekambuhan peyakit yang tidak dikehendaki.

Karena obat-obat prednisone dan prednisolone berhubungan dengan keracunan tulang yang potensial, menyebabkan osteoporosis, pasien-pasien harus mempertimbangkan meminum suplemen-suplemen Kalsium dan vitamin D. Wanita-wanita harus mempunyai pengujian kepadatan mineral tulang (bone mineral density testing), dan obat-obat osteoporosis, seperti estrogen, alendronate (Fosamax), dan risedronate (Actonel) dipertimbangkan.



Alat Steril Botol Susu Bayi

5

Milyar

Rupiah

Anda Ingin Penghasilan Yang Legal (5 Milyar Rp ?), Mudah Dan Yang Terpenting Bukan Money Game ?

Klik Website ini :

5 Milyar Rupiah