Borok-Borok Perut
(Peptic Ulcers)
Gejala-Gejala Borok (Ulcer)
Gejala-gejala dari penyakit borok adalah beragam. Banyak pasien-pasien borok mengalami indigestion (salah cerna) yang minimal atau tidak ada ketidaknyamanan sama sekali. Beberapa melaporkan perasaan terbakar pada perut bagian atas atau nyeri lapar satu sampai tiga jam setelah makan dan ditengah malam. Gejala-gejala nyeri ini seringkali segera dihilangkan dengan makanan atau antacids. Nyeri dari penyakit borok berkorelasi buruk dengan kehadiran atau keparahan dari pemborokan aktif. Beberpa pasien-pasien mempunyai nyeri yang gigih bahkan setelah borok disembuhkan sepenuhnya dengan pengobatan. Lain-lain tidak mengalami nyeri sama sekali, meskipun borok-borok kembali. Borok-borok seringkali datang dan pergi secara spontan tanpa pernah diketahui oleh individu itu, kecuali komplikasi serius (seperti perdarahan atau perforasi) terjadi.
Mendiagnosa Borok (Ulcer)
Diagnosis borok dibuat dengan barium upper GI x-ray (x-ray barium pencernaan bagian atas) atau endoskopi bagian atas (EGD-esophagogastroduodenoscopy). Barium upper GI x-ray adalah mudah dilakukan dan tidak melibatkan risiko atau ketidaknyamanan. Barium adalah senyawa berkapur yang dimasukan secara oral (mulut). Barium terlihat pada x- ray, dan memetakan lambung pada film x-ray. Bagaimanapun, barium x-rays adalah kurang akurat dan mungkin tidak mendeteksi borok-borok sampai 20% dari waktu pemeriksaan.
Endoskopi bagian atas adalah lebih akurat, namun melibatkan pemberian obat penenang pada pasien dan penyisipan dari tabung yang lentur melalui mulut untuk memeriksa lambung, esophagus (kerongkongan), dan duodenum. Endoskopi bagian atas mempunyai keuntungan tambahan dari memperoleh kemampuan mengangkat contoh-contoh jaringan yang kecil (biopsi-biopsi) untuk menguji infeksi H. pylori. Biopsi-biopsi dapat juga diperiksa dibawah mikoroskop untuk menyampingkan kanker. Sementara hampir semua duodenal ulcers adalah jinak (tidak berbahaya), gastric ulcers (borok-borok lambung) dapat adakalanya menjadi bersifat kanker. Oleh karenanya, biopsi-biopsi seringkali dilakukan pada gastric ulcers untuk menyampingkan kanker.
Komplikasi-Komplikasi Borok (Ulcer)
Pasien-pasien dengan borok-borok umumnya berfungsi cukup nyaman. Beberapa borok-borok kemungkinan sembuh bahkan tanpa pengobatan-pengobatan. Oleh karenanya, persoalan-persoalan utama yang berakibat dari borok-borok dikaitkan dengan komplikasi-komplikasi borok. Komplikasi-komplikasi termasuk perdarahan borok, perforasi borok, dan rintangan lambung.
Pasien-pasien dengan perdarahan borok mungkin melaporkan tinja-tinja hitam seperti ter (melena), kelemahan, perasaan pingsan ketika berdiri (orthostatic syncope), dan memuntahkan darah (hematemesis). Perawatan awal melibatkan penggantian yang cepat dari kehilangan cairan-cairan tubuh secara intravena. Pasien-pasien dengan perdarahan yang gigih atau parah mungkin memerlukan transfusi-transfusi darah. Endoskopi bagian atas dilakukan untuk menegakan tempat pedarahan dan untuk menghentikan perdarahan borok yang aktif dengan bantuan dari alat-alat yang dipanaskan.
Ulcer perforation (perforasi borok) menjurus pada kebocoran dari isi lambung kedalam rongga perut (peritoneal), berakibat pada peritonitis akut (infeksi dari rongga perut). Pasien-pasien ini melaporkan penimbulan yang tiba-tiba dari nyeri perut yang ekstrim, yang diperburuk oleh segala tipe gerakan. Otot-otot perut menjadi kaku dan seperti papan. Operasi darurat biasanya diperlukan.
Pasien-pasien dengan rintangan perut seringkali melaporkan peningkatan nyeri perut, memuntahkan makanan yang tidak tercerna atau sebagian tercerna, nafsu makan yang berkurang, dan kehilangan berat badan. Rintangan biasanya terjadi pada atau dekat pyloric canal. Pyloric canal adalah bagian sempit yang alamiah dari lambung ketika ia bergabung dengan bagian atas dari usus kecil yang disebut duodenum. Endoskopi bagian atas adalah bermanfaat dalam menegakan diagnosis dan menyampingkan kanker lambung (gastric cancer) sebagai penyebab dari rintangan. Pada beberapa pasien-pasien, rintangan lambung dapat dihilangkan dengan tabung penghisap isi lambung untuk 72 jam, bersama dengan obat-obat anti-borok secara intravena, seperti cimetidine (Tagamet) dan ranitidine (Zantac). Pasien-pasien dengan rintangan yang gigih memerlukan operasi.
|