Primary Biliary Cirrhosis

(PBC)



Peran Dari Infeksi

Kemungkinan bahwa PBC disebabkan oleh infeksi dengan virus, bacterium, atau jamur telah menghasilkan sejumlah studi-studi. Sekarang ini, tidak satupun telah menunjukan secara konklusif bahwa PBC adalah penyakit infeksius atau bahkan bahwa ia dicetuskan oleh infeksi yang hilang sendiri (nonpersistent). Dengan jelas, PBC tidak dihubungkan dengan infeksi oleh apa saja dari virus-virus hepatitis yang diketahui. Lebih jauh, tidak satupun dari virus-virus yang baru yang mungkin menyebabkan penyakit-penyakit hati telah ditemukan secara preferensi atau eksklusif pada pasien-pasien dengan PBC.

Penyelidik-penyelidik sekarang sedang mengejar penjurusan-penjurusan yang menyarankan bahwa sel-sel epitel empedu (biliary epithelial cells) dari pasien-pasien dengan PBC mungkin mengandung virus yang infeksius yang termasuk kelompok virus-virus yang disebut retroviruses. (The human immunodeficiency virus, HIV, adalah contoh dari retrovirus). Studi-studi ini telah mengidentifikasi fragmen-fragmen genetik dari retrovirus pada biliary epithelial cells dari pasien-pasien dengan PBC. Meskipun demikian, penelitian lebih jauh diperlukan untuk menjawab pertanyaan yang penting dari apakah PBC disebabkan oleh infeksi retroviral.

Kemungkinan bahwa PBC disebabkan oleh infeksi dengan bakteri-bakteri telah membangkitkan minat penyelidik-penyelidik klinik berdekade-dekade. Anda lihat, mitochondria dalam sel-sel dari binatang-binatang menyusui diperoleh, selama evolusi, dari bakteri-bakteri. Jadi, banyak bakteri-bakteri mengandung antigen-antigen yang bereaksi dengan AMA yang ditemukan pada pasien-pasien dengan PBC. Beberapa dari bakteri-bakteri ini telah dibiakkan dari urin pasien-pasien dengan PBC yang mempunyai kekambuhan infeksi-infeksi saluran kencing. Dengan cukup menarik, seperti didiskusikan kemudian, kekambuhan infeksi-infeksi saluran kencing telah dikenali sebagai faktor risiko mengembangkan PBC.

Hubungan ini antara infeksi saluran kencing dan PBC menjurus pada spekulasi bahwa infeksi bakteri mungkin mencetus respon imun yang berkembang kedalam reaksi autoimun. Meskipun spekulasi ini masuk akal, sekarang ini tidak ada bukti langsung bahwa urutan dari kejadian-kejadian ini terjadi pada PBC. Sebagai kenyataan, teknik-teknik molekul sekarang ada untuk menyaring hati-hati untuk kehadiran dari tipe-tipe apa saja dari bakteri-bakteri. Sejauh ini, studi-studi semacam ini telah tidak menemukan bukti dari infeksi bakteri yang kronis pada PBC.

Kemungkinan lain yang membangkitkan minat adalah bahwa infeksi dengan virus, bacterium, jamur atau parasit mungkin memperkenalkan protein-protein asing yang meniru protein-protein antigen dari mitochondria. Respon imun terhadap protein-protein asing ini dapat mengembangkan antibodi-antibodi dan T lymphocytes yang bereaksi dengan protein-protein sendiri yang ditiru, dengan demikian berakibat pada autoimunitas. Dengan kata-kata lain, sistim imun tubuh merespon pada protein-protein asing namun ia bereaksi terhadap protein-protein mitochondrial-nya sendiri. Fenomenon ini disebut molecular mimicry.

Salah satu dari contoh-contoh dari molecular mimicry ditemukan pada demam rheumatic. Kondisi ini adalah reaksi autoimun yang melibatkan kulit, sendi-sendi, dan otot jantung, yang disebabkan oleh respon imun pada infeksi bakteri streptococcal. Sekarang, demam rheumatic umumnya didiagnosa dalam beberapa minggu mendapatkan sakit tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri streptokokus. Dokter-dokter, oleh karenanya, mengenali hubungan antara dua kejadian-kejadian (infeksi streptococcal dan demam rheumatic) sebelum molecular mimicry dimengerti. PBC, bagaimanapun, biasanya adalah kondisi yang lebih tidak kentara yang mungkin tidak didiagnosa bertahun-tahun. Oleh karenanya, jika infeksi transient mencetus molecular mimicry pada PBC, yang menyebabkan reaksi autoimun, hubungan antara infeksi dan penyakit autoimun mungkin dengan mudah kehilangan.



Alat Steril Botol Susu Bayi

5

Milyar

Rupiah

Anda Ingin Penghasilan Yang Legal (5 Milyar Rp ?), Mudah Dan Yang Terpenting Bukan Money Game ?

Klik Website ini :

5 Milyar Rupiah