Osteoporosis



Faktor-Faktor Yang Menentukan Kekuatan Tulang

Massa tulang (kepadatan tulang) adalah jumlah tulang yang hadir dalam struktur kerangka. Umumnya, lebih tinggi kepadatan tulangnya, lebih kuat tulang-tulangnya. Kepadatan tulang sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor genetik, yang pada gilirannya adakalanya dimodifikasi oleh faktor-faktor lingkungan dan obat-obat. Contohnya, laki-laki mempunyai kepadatan tulang yang lebih tinggi daripada wanita-wanita. Orang-orang Amerika keturunan Afrika mempunyai kepadatan tulang yang lebih tinggi daripada oran-orang Amerika keturunan Caucasian (kulit putih) atau Asia.

Normalnya, kepadatan tulang berakumulasi selama masa kanank-kanak dan mencapai puncaknya pada sekitar umur 25 tahun. Kepadatan tulang kemudian dipertahankan untuk kira-kira sepuluh tahun. Setelah umur 35, keduanya laki-laki dan wanita-wanita normalnya akan kehilangan 0.3% sampai 0.5% dari kepadatan tulang mereka per tahun sebagai bagian dari proses penuaan.

Estrogen adalah penting dalam mempertahankan kepadatan tulang pada wanita-wanita. Ketika tingkat-tingkat estrogen jatuh setelah menopause, kehilangan tulang mempercepat. Selama lima sampai sepuluh tahun pertama setelah menopause, wanita-wanita dapat menderita sampai dengan dua hingga empat persen kehilangan kepadatan tulang setiap tahun ! Ini dapat berakibat pada kehilangan 25 sampai 30%dari kepadatan tulang mereka selama periode waktu itu. Kehilangan tulang yang dipercepat setelah menopause adalah penyebab utama dari osteoporosis pada wanita-wanita.

Faktor-Faktor Risiko Untuk Mengembangkan Osteoporosis

Faktor-faktor yang akan meningkatkan risiko mengembangkan osteoporosis adalah:

  • Jenis kelamin perempuan;
  • Suku bangsa Caucasian atau Asian;
  • Kerangka-kerangka tubuh yang tipis dan kecil;
  • Sejarah osteoporosis keluarga (contohnya, mempunyai ibu dengan patah tulang pinggul osteoporosis menggandakan risiko patah tulang pinggul anda);
  • Sejarah patah tulang pribadi sebagai orang dewasa;
  • Merokok sigaret;
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan;
  • Kekurangan latihan/olahraga;
  • Diet yang rendah kalsium;
  • Nutrisi dan kesehatan umum yang buruk;
  • Malabsorption (nutrisi-nutrisi tidak diserap secara benar dari sistim pencernaan) dari kondisi-kondisi seperti celiac sprue;
  • Tingkat-tingkat estrogen yang rendah (seperti yang terkadi pada menopause atau dengan pengangkatan secara operasi yang dini dari kedua indung-indung telur);
  • Kemoterapi dapat menyebabkan menopause dini yang disebabkan oleh efek-efek racunnya pada indung-indung telur (ovaries);
  • Amenorrhea (kehilangan periode mens) pada wanita-wanita muda juga menyebabkan estrogen yang rendah dan osteoporosis; Amenorrhea dapat terjadi pada wanita-wanita yang menjalani latihan yang sangat bertenaga dan pada wanita-wanita dengan lemak tubuh yang sangat rendah (contoh: anorexia nervosa);
  • Peradangan kronis yang disebabkan oleh penyakit-penyakit (seperti rheumatoid arthritis dan penyakit-penyakit hati kronis);
  • Ketidak mampuan bergerak, seperti setelah stroke, atau dari kondisi apa saja yang mengganggu berjalan;
  • Hipertiroidisme, kondisi dimana terlalu banyak hormon tiroid dihasilkan oleh kelenjar tiroid (seperti pada penyakit Grave) atau disebabkan oleh pemasukan terlalu banyak obat hormon tiroid;
  • Hiperparatiroidisme, kondisi dimana hormon paratiroid berlebihan dihasilkan oleh kelenjar paratiroid (kelenjar kecil yang berlokasi dekat kelenjar tiroid). Normalnya, hormon paratiroid mempertahankan tingkat kalsium darah dengan, pada sebagian, mengeluarkan kalsium dari tulang. Pada hiperparatiroidisme yang tidak dirawat, hormon paratiroid yang berlebihan menyebabkan terlalu banyak kalsium yang dikeluarkan dari tulang, yang dapat menjurs pada osteoporosis;
  • Kekurangan Vitamin D. Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium. Ketika kekurangan vitamin D, tubuh tidak dapat menyerap jumlah-jumlah yang cukup dari kalsium untuk mencegah osteoporosis. Kekurangan vitamin D dapat berakibat dari kekurangan penyerapan vitamin oleh usus seperti yang terjadi pada celiac sprue dan primary biliary cirrhosis;
  • Obat-obat tertentu dapat menyebabkan osteoporosis. Ini termasuk penggunaan jangka panjang dari heparin (pengencer darah), obat-obat anti serangan phenytoin (Dilantin) dan phenobarbital, dan pengunaan jangka panjang dari corticosteroids oral (seperti Prednisone).


Alat Steril Botol Susu Bayi

5

Milyar

Rupiah

Anda Ingin Penghasilan Yang Legal (5 Milyar Rp ?), Mudah Dan Yang Terpenting Bukan Money Game ?

Klik Website ini :

5 Milyar Rupiah