Nyeri Leher (Neck Pain)



Tes-Tes Umum Yang Dilakukan Untuk Nyeri Leher

Pasien-pasien seringkali dapat menentukan banyak kasus-kasus dari neck pain tanpa harus mencari dokter atau menjalani pengujian. Pada kebanyakan kasus-kasus, nyeri akan hilang dalam beberapa hari atau beberapa minggu. Jika dua minggu berlalu dan tingkat-tingkat nyeri tidak membaik, dokter harus dikonsultasikan.

Dalam mendiagnosa sumber neck pain, dokter akan meninjau ulang sejarah medis pasien dan melakukan pemeriksaan fisik. Pada beberapa kasus-kasus, dokter mampu mendiagnosa penyebab dari neck pain dan merekomendasikan perawatan berdasarkan pada jawaban-jawaban pada penilaian nyeri atau pertanyaan-pertanyan yang tidak terstruktur tentang tipe, lokasi dan penimbulan nyeri. Bagaimanapun, ada kejadian-kejadian lain dimana pengujian tambahan mungkin perlu untuk membuat diagnosis yang akurat.

Tes-tes seringkali termasuk tes-tes pencitraan (imaging tests). Teknik-teknik ini mungkin mengungkap kompresi (tekanan) pada akar-akar syaraf, penyempitan dari jalan-jalan keluar akar syaraf dan sumsum tulang belakang dan persoalan-persoalan cakram. Contoh-contoh dari teknik-teknik npencitraan yang digunakan untuk mendiagnosa neck pain termasuk:

  • X-rays. Mengungkap persoalan-persoalan pada cervical vertebrae. Tipe-tipe dari x-rays termasuk:
    • Myelography. Gambar x-ray dari sumsum tulang belakang setelah dye disuntikan dalam cairan sekitar sumsum tulang belakang (spinal cord). Tes ini dapat mengungkapkan jika cakram spine yang menonjol atau beberapa faktor lain mengerumuni syaraf-syaraf spine dan menyebabkan nyeri.
    • Discography. Dye khusus disuntikan kedalam cakram spine yang diperkirakan terluka atau jika tidak rusak. Dye menyoroti area-area yang rusak yang diungkapkan ketika x-rays diambil. Prosedur ini seringkali digunakan pada pasien-pasien yang mempertimbangkan operasi lumbar atau yang nyerinya telah tidak merespon pada perawatan-perawatan konvensional.
    • DEXA scan. Pengukuran dari kepadatan tulang ini adalah tes penyaringan rutin untuk osteoporosis.
  • MRI (magnetic resonance imaging). Mengizinkan evaluasi sumsum tulang belakang dan akar-akar syaraf.
  • CAT scan (computed axial tomography). Mengizinkan evaluasi tulang dan kanal spine.
  • Scan tulang atau pencitraan radionuclide lain. Tes-tes yang menggunakan pelacak-pelacak radioaktif untuk menyoroti struktur-sruktur internal.
  • Electromyography (EMG). Tes yang mengevaluasi aktivitas elektrik pada syaraf-syaraf dan otot-otot, membantu mengungkap kerusakan.

Pada beberapa kasus-kasus, dokter mungkin merujuk pasien pada spesialis tulang belakang (spine), orthopedist atau spesialis nyeri jika operasi bukan opsi (pilhan) atau pasien telah menolak operasi.

Penelitian telah menunjukan bahwa MRI atau CAT scan mungkin tidak menjumpai facet joint arthropathy dan bahwa tes yang paling sensitif untuk mendeteksinya adalah suntikan diagnostik oleh spesialis nyeri.



Alat Steril Botol Susu Bayi

5

Milyar

Rupiah

Anda Ingin Penghasilan Yang Legal (5 Milyar Rp ?), Mudah Dan Yang Terpenting Bukan Money Game ?

Klik Website ini :

5 Milyar Rupiah