9 Mitos Penyakit

Pencernaan



Mitos Nr.5 Sembelit: Kebiasaan menggunakan enema-enema untuk merawat sembelit adalah tidak berbahaya

Salah

Adalah tidak jelas apakah kebiasaan menggunakan enema-enema berbahaya atau tidak berbahaya karena sangat sedikit studi yang telah tersedia dari efek enema-enema atau laxatives melalui jangka waktu yang panjang. Studi-studi permulaan telah menunjukan bahwa laxatives mungkin melukai usus besar jika diminum secara kronis dengan mengganggu/merusak kontraksi-kontraksi otot-otot usus besar, dan penemuan ini diekstrapolasikan untuk memasukan enema-enema. Data dari studi-studi bagaimanapun tidaklah kuat. Faktanya, beberapa dokter-dokter merasa bahwa enema-enema lebih disukai daripada laxatives karena mereka adalah alat-alat yang lebih alami untuk menstimulasi buang air besar. (Enema-enema meniru jumlah feces yang besar dalam rektum, stimulus yang biasa untuk buang air besar). Keperluan yang terus menerus untuk enema-enema adalah tidak normal; anda harus mencari dokter jika anda menemukan diri anda tergantung pada mereka atau segala obat lain untuk membuang air besar.

Mitos Nr.6 Diverticulosis: Diverticulosis adalah persoalan serius namun tidak umum.

Salah

Sebenarnya, mayoritas dari orang-orang Amerika diatas umur 60 tahun mempunyai diverticulosis, namun hanya persentase yang kecil mempunyai gejala-gejala atau komplikasi-komplikasi. Diverticulosis adalah kondisi dimana kantong-kantong kecil yang disebut diverticula berkembang pada dinding usus besar. Kantong-kantong ini cenderung untuk tampak dan meningkat dalam jumlahnya ketika individu-individu menua. Kebanyakan orang-orang tidak mempunyai gejala-gejala dan mengetahui bahwa mereka mempunyai diverticula setelah X-ray atau pemeriksaan usus (contohnya, colonoscopy, barium enema) yang sedang dilakukan untuk tujuan yang tidak berhubungan dengan diverticulosis. Kurang dari 10 persen dari orang-orang dengan diverticulosis pernah mengembangkan komplikasi-komplikasi seperti infeksi (diverticulitis), perdarahan, atau perforasi (pelubangan) usus besar.

Mitos Nr.7 Penyakit Peradangan Usus Besar (Ulcerative Colitis dan Penyakit Crohn's): Penyakit peradangan usus besar disebabkan oleh persoalan-persoalan psikologi.

Salah

Penyakit peradangan usus besar adalah nama umum untuk dua penyakit yang menyebabkan peradangan pada usus-usus, penyakit Crohn dan ulcerative colitis. Penyebab dari penyakit tidak diketahui, namun peneliti-peneliti berspekulasi bahwa mungkin adalah virus atau bakteri yang berinteraksi dengan sistim imun tubuh. Tidak ada bukti telah ditemukan untuk mendukung teori bahwa penyakit peradangan usus besar disebabkan oleh ketegangan, ketakutan, atau segala faktor psikologi lainnya atau kekacauan, meskipun ini dapat memperburuk ketidaknyamanan yang disebabkan oleh penyakit.

Mitos Nr.8 Sirosis: Sirosis disebabkan hanya oleh alkoholisme.

Salah

Alkoholisme adalah hanya satu dari banyak penyebab-penyebab sirosis. Sirosis adalah luka parut dan fungsi yang berkurang dari hati. Di Amerika, alkohol menyebabkan kurang dari setengah kasus-kaus sirosis. Sisa kasus-kasus adalah dari penyakit-penyakit yang menyebabkan kerusakan hati. Contohnya, pada anak-anak, sirosis mungkin berasal dari cystic fibrosis, alpha-1 antitrypsin deficiency, biliary atresia, penyakit penyimpanan glikogen, dan penyakit-penyakit jarang lainnya. Pada kaum dewasa, sirosis mungkin disebabkan oleh hepatitis B atau C, primary biliary cirrhosis, penyakit-penyakit dari penumpukan yang abnormal dari metal-metal seperti besi atau tembaga dalam tubuh, reaksi-reaksi yang berat pada obat-obat yang diresepkan, atau luka pada saluran-saluran yang mengalirkan empedu dari hati. Pada kaum dewasa, sirosis dapat juga disebabkan oleh nonalcoholic steatohepatitis (NASH), yang sedang menjadi penyakit hati yang paling umum di Amerika, mempengaruhi 2 sampai 5 persen dari orang-orang Amerika. NASH dihubungkan dengan kejadian yang meningkat dari kegemukan dan diabetes.

Mitos Nr.9 Operasi Ostomy: After ostomy surgery, men have erectile dysfunction and women have impaired sexual function and are unable to become pregnant.

Salah

Operasi Ostomy pada umumnya tidak mengganggu kemampuan-kemampuan seksual atau reproduksi seseorang. Operasi ostomy adalah prosedur dimana bagian yang sakit dari usus kecil ata usus besar dikeluarkan/diangkat dan sisa usus dilekatakan pada bukaan perut. Feces dikumpulkn dalam kantong yang ditempelkan pada kulit diatas bukaan. Secara alternatif, kantong internal yang mengumpulkan feces mungkin dibentuk dari bagian usus. Kantong kemudian dapat dikosongkan dengan memasukan kateter pada interval-interval reguler.

Meskipun beberpa pria-pria yang telah mendapatkan operasi ostomy yang radikal untuk kanker kehilangan kemampuan untuk mencapai dan menahan ereksi, kebanyakan pria-pria tidak, atau, jika mereka lakukan, itu hanya sementara. Ini disebabkan oleh kerusakan pada syaraf-syaraf yang merangsang penis. Jika disfungsi ereksi bertahan, beragam solusi-solusui tersedia. Urologist, dokter yang berspesialisasi pada persoalan-persoalan jenis ini, dapat membantu menemukan solusi yang terbaik.

Pada wanita-wanita, operasi ostomy tidak merusak organ-organ seksual atau reproduksi, jadi ia adalah bukan penyebab langsung dari persoalan persoalan-persoalan seksual atau kemandulan. Faktor-fakotr seperti nyeri dan penyesuaian pada image tubuh baru mungkin menciptakan persoalan-persoalan seksual sementara, namun mereka biasanya dapat menghilang dengan waktu dan, pada beberapa kaus-kasus, menasehati. Kecuali seorang wanita telah mendapatkan hysterectomy untuk mengangkat kandungannya (uterus), ia tetap dapat melahirkan anak-anak.



Alat Steril Botol Susu Bayi

5

Milyar

Rupiah

Anda Ingin Penghasilan Yang Legal (5 Milyar Rp ?), Mudah Dan Yang Terpenting Bukan Money Game ?

Klik Website ini :

5 Milyar Rupiah