(Mesin Pencari Google)
9 Mitos Penyakit
Pencernaan
Peneliti-peneliti hanya baru-baru ini telah memulai untuk mengerti banyak penyakit-penyakit yang seringkali rumit (kompleks) yang mempengaruhi sistim pencernaan. Sesuai dengannya, orang-orang secara berangsur-angsur menggantikan dongeng-dongeng, cerita-cerita tahyul, dan rumor-rumor tentang penyebab-penyebab dan perawatan-perawatan dari penyakit-penyakit pencernaan dengan informasi terbaru yang akurat. Namun kesalahpahaman-kesalahpahaman tetap ada, dan, sementara beberapa dongeng-dongeng adalah tidak berbahaya, beberapa dapat menjadi berbahaya jika ia menahan seseorang dari pencegahan yang secara benar atau merawat penyakit. Terdaftar dibawah adalah beberapa kesalahpahaman-kesalahpahaman yang umum (buah pikiran yang keliru), tentang penyakit-penyakit pencernaan, diikuti oleh fakta-fakta seperti dokter-dokter mengerti mereka sekarang.
Mitos Nr.1 Borok-Borok (Ulcers): Makanan Pedas dan stres menyebabkan borok-borok usus.
Salah
Kebenaran adalah, mayoritas dari borok-borok lambung disebabkan oleh infeksi dengan bakteri yang disebut Helicobacter pylori (H. pylori) atau oleh penggunaan obat-obat nyeri seperti aspirin, ibuprofen, atau naproxen, yang disebut obat-obat anti-peradangan nonsteroid atau nonsteroidal antiinflammatory drugs (NSAIDs). Kebanyakan borok-borok yang berhubungan dengan H. pylori dapat disembuhkan dengan antibiotik-antibiotik. Borok-borok yang diinduksi NSAID dapat disembuhkan dengan waktu, obat-obat yang melindungi lambung, antacid-antacid, dan menghindari NSAIDs. Sekarang telah dihargai bahwa H. pylori dan NSAIDs adalah penyebab dari kebanyakan borok-borok dan pasien-pasien dirawat dengan sewajarnya, borok-borok yang mendapat perhatian medis mungkin dengan meningkat tidak dihubungkan dengan H. pylori atau NSAIDs. Makanan pedas dan stres (kecuali ketika dihubungkan dengan kondisi-kondisi medis yang ekstrem) mungkin memperburuk gejala-gejala borok pada beberapa orang-orang, namun mereka tidak menyebabkan borok-borok (ulcers).
Borok-borok dapat juga disebabkan oleh kanker.
Mitos Nr.2 Heartburn: Merokok sigaret membantu membebaskan heartburn.
Salah
Sebenarnya, merokok sigaret mungkin berkontribusi pada heartburn. Heartburn terjadi ketika sfingter esofagus bagian bawah atau lower esophageal sphincter (LES) - otot antara esofagus dan lambung - mengendor, mengizinkan isi-isi yang asam dari lambung untuk mengalir balik (reflux) kedalam esofagus. Orang-orang yang lebih sering merokok mempunyai peradangan esofgus (esophagitis), barangkali disebabkan oleh refluks asam yang meningkat, yang adalah basis dari heartburn. Refluks yang meningkat dipercayai disebabkan oleh fakta bahwa merokok sigaret menyebabkan LES untuk mengendor.
Mitos Nr.3 Penyakit Celiac: Penyakit Celiac adalah penyakit masa kanak-kanak yang jarang.
Salah
Penyakit Celiac mempengaruhi keduanya anak-anak dan kaum dewasa. Kira-kira 1 dalam 200 orang-orang di Amerika mempunyai kecenderungan genetik untuk penyakit celiac meskipun tidak semua dari mereka mempunyai penyakitnya. Adakalanya penyakit celiac pertama-tama menyebabkan gejala-gejala selama masa kanak-kanak, biasanya diare, kegagalan pertumbuhan, dan kegagalan untuk tumbuh dengan subur. Namun penyakitnya dapat juga pertama menyebabkan gejala-gejala pada kaum dewasa dari segala umur. Gejala-gejala ini mungkin samar-samar dan oleh karenanya dihubungkan pada kondisi-kondisi lain. Gejala-gejala dapat termasuk kembung dan penggelembungan perut, buang gas (kentut), diare, dan nyeri perut yang disebabkan oleh keterlibatan usus kecil serta ruam kulit, anemia, dan penipisan tulang-tlang (osteoporosis) yang disebabkan malabsorbsi dari nutrisi-nutrisi oleh usus yang sakit. Penyakit Celiac mungkin menyebabkan gejala-gejala yang begitu tidak spesifik untuk beberapa tahun sebelum didiagnosa dan dirawat secara benar .
Orang-orang dengan penyakit celiac harus tidak memakan makanan apa saja yang mengandung zat perekat (gluten), protein dalam gandum, gandum hitam, dan gerst (semacam gandum dipakai untuk membuat bir), apakah mereka mempunyai gejala-gejala atau tidak. Pada penyakit celiac, gluten membangkitkan reaksi peradangan oleh tubuh yang menghancurkan lapisan dari usus kecil, yang mengganggu penyerapan nutrisi-nutrisi. Bahkan jumlah yang kecil dari gluten dapat menyebabkan kerusakan, dan adakalanya tidak ada gejala-gejala yang akan nampak.
Mitos Nr.4 Keteraturan Usus Besar: Keteraturan usus besar berarti buang air besar setiap hari.
Salah
Frekwensi membuang air besar diantara orang-orang yang normal dan sehat bervariasi dari tiga kali sehari sampai tiga kali seminggu, dan beberapa orang-orang yang sangat sehat berada diluar ujung-ujung batas ini. Meskipun demikian, bahkan tiga kali buang air besar sehari dapat menjadi abnormal pada seseorang yang biasanya membuang air besar satu kali sehari. Orang-orang dengan irritable bowel syndrome (IBS) mungkin mempunyai jumlah-jumlah feces yang berfluktuasi setiap hari serta konsistensi feces-feces mereka yang berfluktuasi.
|