Sakit Kepala

Migraine



Beberapa Varian-Varian Dari Sakit-Sakit Kepala Migraine

Migraine-migraine yang mempersulit adalah migraine-migraine yang disertai oleh disfungsi neurological. Bagian dari tubuh yang dipengaruhi oleh disfungsi ditentukan oleh bagian dari otak yang bertanggung jawab untuk sakit kepala.

Vertebrobasilar migraines dikarakteristikan oleh disfungsi dari batang otak atau brainstem (bagian bawah dari otak yang bertanggung jawab untuk aktivitas-aktivitas automatic seperti kesadaran dan keseimbangan).

Gejala-gejala dari vertebrobasilar migraines termasuk:

  • pingsan sebagai aura,
  • vertigo (dizziness dimana linkungan nampaknya berputar), dan
  • penglihatan double.

Hemiplegic migraines dikarakteristikan oleh:

  • kelumpuhan atau kelemahan dari satu sisi tubuh,
  • meniru stroke.

Kelumpuhan atau kelemahan biasanya sementara, namun adakalanya ia dapat berlangsung berhari-hari.

Retinal, atau ocular, migraines adalah serangan-serangan yang jarang yang dikarakteristikan oleh kejadian-kejadian yang berulang dari scotomata (blind spots) atau kebutaan pada satu sisi, yang berlangung kurang dari satu jam, yang dapat dihubungkan dengan sakit kepala. Kehilangan penglihatan yang tidak dapat dikembalikan dapat menjadi komplikasi dari bentuk migraine yang jarang ini.

Mendiagnosa Sakit Kepala Migraine

Sakit-sakit kepala migraine biasanya terdiagnosa ketika gejala-gejala yang digambarkan sebelumnya hadir. Migraine umumnya mulai pada masa kanak-kanak sampai awal masa dewasa. Sementara migraine-migraine dapat pertama terjadi pada individu diatas umur lima puluh, umur yang berlanjut membuat tipe-tipe sakit kepala lain lebih mungkin. Sejarah keluarga biasanya hadir, yang menyarankan kecenderungan genetik pada penderita-penderita migraine. Pemeriksaan dari individu-individu dengan serangan-serangan migraine biasanya adalah normal.

Pasien-pasien dengan sakit kepala yang pertama, sakit kepala yang pernah paling buruk, perubahan yang signifikan pada karakteristik-karakteristik dari sakit kepala atau hubungan dari sakit kepala dengan gejala-gejala sistim syaraf, seperti kehilangan penglihatan atau pendengaran atau yang berhubungan dengan panca indera, mungkin memerlukan tes-tes tambahan untuk menyampingkan penyakit-penyakit yang lain daripada migraine. Tes-tes mungkin termasuk pengujian darah, scanning otak (CT atau MRI), dan spinal tap.

Merawat Sakit-Sakit Kepala Migraine

Perawatan termasuk terapi-terapi yang mungkin atau mungkin tidak melibatkan oba-obat.

Terapi-terapi bukan pengobatan untuk migraine

Terapi yang tidak melibatkan obat-obat dapat menyediakan terapi symptomatic dan pencegahan.

  • Menggunakan es, biofeedback, dan teknik-teknik relaksasi mungkin bermanfaat dalam menghentikan serangan sekali ia telah mulai.
  • Tidur mungkin adalah obat yang paling baik jika ia memungkinkan.

Mencegah migraine menuntut motivasi untuk pasien membuat beberapa perubahan-perubahan kehidupan. Paisen-pasien dididik pada faktor-faktor pencetus yang dapat dihindari. Pencetus-pencetus ini ntermasuk:

  • merokok, dan
  • menghindari makanan-makanan tertentu terutama yang tinggi pada tyramine seperti keju-keju yang tajam atau yang mengandung sulphites (wines) atau nitrates (kacang-kacang, daging-daging yang ditekan).

Umumnya, menjalankan gaya hidup yang sehat dengan nutrisi yang baik, pemasukan yang cukup dari cairan-cairan, tidur dan latihan yang cukup mungkin bermanfaat. Acupuncture telah disarankan sebagai terapi yang bermanfaat.

Pengobatan untuk migraine

Individu-individu dengan sakit-sakit kepala migraine ringan yang adakalanya yang tidak mengganggu aktivitas-aktivitas harian biasanya mengobati diri mereka sendiri dengan pembebas-pembebas nyeri bebas resep (analgesic-analgesic). Banyak analgesic-analgesic bebas resep tersedia. Analgesic-analgesic bebas resep telah ditunjukan aman dan efektif untuk pembebasan jangka pendek dari sakit-sakit kepala (serta sakit-sakit otot, nyeri-nyeri, kejang-kejang menstrual, dan demam) jika digunakan menurut instruksi-instruksi pada label-label mereka.

Ada dua kelompok-kelompok utama dari analgesic-analgesic OTC (bebas resep):

  • acetaminophen (Tylenol), dan
  • obat-obat anti-peradangan non-steroid (NSAIDs).

Acetaminophen

Acetaminophen mengurangi nyeri dan demam dengan bekerja pada pusat-pusat nyeri dalam otak. Acetaminophen ditolerir dengan baik dan ummnya dipertimbangkan lebih memudahkan pada lambung daripada NSAIDs. Bagaimanapun, acetaminophen dapat menyebabkan kerusakan hati yang parah pada dosis-dosis yang tinggi (racun) atau jika digunakan pada basis yang teratur melalui periode-periode waktu yang berkepanjangan. Pada individu-individu yang mengkonsumsi secara teratur jumlah-jumlah yang sedang atau besar dari alkohol, acetaminophen dapat menyebabkan kerusakan yang serius pada hati dalam dosis-dosis yang lebih rendah yang biasanya adalah tidak beracun. Acetaminophen juga dapat merusak ginjal-ginjal ketika diminum dalam dosis-dosis yang besar. Oleh karenanya, acetaminophen harus tidak diminum lebih seringkali atau dalam dosis-dosis yang lebih besar daripada yang direkomendasikan pada label kemasan.

NSAIDS

Dua tipe dari NSAIDs adalah 1) aspirin dan 2) non-aspirin.

Contoh-contoh dari non-aspirin NSAIDs adalah ibuprofen (Advil, Nuprin, Motrin IB, dan Medipren) dan naproxen (Aleve). Beberapa NSAIDs tersedia hanya dengan resep. NSAIDs resep biasanya diresepkan untuk merawat arthritis kondisi-kondisi peradangan lain seperti bursitis, tendonitis, dll. Perbedaan antara NSAIDs bebas resep dan yang diresepkan biasanya adalah jumlah dari ramuan aktif yang terkandung dalam setiap pil. Contohnya, naproxen (Aleve) bebas resep mengandung 220 mg naproxen per pil, dimana naproxen (Naprosyn) resep mengandung 375 atau 500 mg naproxen per pil.

NSAIDs membebaskan nyeri dengan mengurangi peradangan yang menyebabkan nyeri (mereka disebut obat-obat anti-peradangan nonsteroidal atau NSAIDs karena mereka berbeda dari corticosteroids seperti prednisone, prednisolone, dan cortisone yang juga mengurangi peradangan. Corticosteroids, meskipun bernilai dalam mengurangi peradangan, mempunyai efek-efek sampingan yang dapat diprediksi dan berpotensi serius, terutama ketika digunakan berjangka panjang. Efek-efek mereka juga memerlukan berjam-jam atau berhari-hari. NSAIDs tidak mempunya efek-efek sampingan yang sama yang dimiliki corticosteroids dan penimbulan aksi mereka lebih cepat.

Aspirin, Aleve, Motrin, dan Advil semuanya adalah NSAIDs dan adalah dengan cara yang sama efektifnya dalam membebaskan nyeri dan demam. Perbedaan utama antara aspirin dan non-aspirin NSAIDs adalah efek mereka pada platelet-platelet, partikel-partikel kecil dalam darah yang menyebabkan terbentuknya gumpalan-gumpalan darah. Aspirin mencegah platelet-platelet membentuk gumpalan-gumpalan darah. Oleh karenanya, aspirin dapat meningkatkan perdarahan dengan mencegah darah menggumpal meskipun ia juga dapat digunakan secara terapi untuk mencegah gumpalan-gumpalan yang menyebabkan serangan-serangan jantung dan stroke-stroke. Non-aspirin NSAIDs juga mempunyai efek-efek antiplatelet, namun aksi antiplatelet mereka tidak berlangsung selama aspirin, misalnya berjam-jam daripada berhari-hari.

Aspirin, acetaminophen, dan caffeine juga tersedia digabungkan dalam analgesic-analgesic bebas resep untuk perawatan sakit-sakit kepala termasuk migraine. Contoh-contoh dari analgesic-analgesic gabungan seperti itu adalah Pain-aid, Excedrin, Fioricet, dan Fiorinal.

Menemukan analgesic atau kombinasi analgesic yang efektif seringkali adalah proses coba-coba karena individu-individu merespon secara berbeda pada analgesic-analgesic yang berbeda. Pada umumnya, seseorang harus menggunakan analgesic yang telah bekerja dahulunya. Ini akan meningkatkan kemungkinan bahwa analgesic akan efektif dan mengurangi risiko dari efek-efek sampingan.

Ada beberapa tindakan-tindakan pencegahan yang harus diamati dengan analgesic-analgesic bebas resep (OTC):

  • Anak-anak dan remaja-remaja harus tidak menggunakan aspirin untuk perawatan sakit-sakit kepala, nyeri lain, atau demam, karena risiko mengembangkan sindrom Reye, penyakit neurological yang mengancam nyawa yang dapat menjurus pada koma dan bahkan kematian.
  • Orang-orang dengan penyakit-penyakit keseimbangan atau kesulitan-kesulitan pendengaran harus menghindari penggunaan aspirin karena aspirin mungkin memperburuk kondisi-kondisi ini.
  • Orang-orang yang mengkonsumsi pengencer-pengencer darah seperti warfarin (Coumadin) harus tidak mengkonsumsi aspirin dan non-aspirin NSAIDs tanpa supervisi dokter karena mereka lebih jauh menambah risiko perdarahan yang disebabkan oleh pengencer darah.
  • Orang-orang dengan borok-borok (ulcers) lambung dan duodenum yang aktif harus tidak mengkonsumsi aspirin dan non-aspirin NSAIDs karena mereka dapat meningkatkan risiko perdarahan dari ulcer dan mengganggu penyembuhan dari ulcer (borok).
  • Orang-orang dengan penyakit hati yang telah lanjut harus tidak mengkonsumsi aspirin dan non-aspirin NSAIDs karena mereka mungkin mengganggu fungsi ginjal. Perburukan dari fungsi ginjal pada pasien-pasien ini dapat menjurus pada kegagalan ginjal-ginjal.
  • Analgesic-analgesic OTC (bebas resep) atau dengan resep harus tidak digunakan berlebihan. Penggunaan berlebihan dari analgesic-analgesic dapat menjurus pada perkembangan dari toleransi (ketidakefektifan yang meningkat dari analgesic) dan sakit-sakit kepala yang memantul (kembalinya sakit kepala segera setelah efek dari analgesic hilang, biasanya pada awal jam-jam pagi). Jadi, penggunaan yang berlebihan dari analgesic-analgesic dapat menjurus pada siklus yang ganas dari lebih banyak dan lebih banyak analgesic-analgesic untuk sakit-sakit kepala yang merespon kurang dan berkurang pada perawatan.


Alat Steril Botol Susu Bayi

5

Milyar

Rupiah

Anda Ingin Penghasilan Yang Legal (5 Milyar Rp ?), Mudah Dan Yang Terpenting Bukan Money Game ?

Klik Website ini :

5 Milyar Rupiah