Kanker Paru-Paru

(Lung Cancer)


Peningkatan Kanker Paru-Paru

Tingkat dari suatu tumor merujuk pada luasnya sebuah kanker telah menyebar didalam tubuh. Peningkatan melibatkan kedua-duanya yaitu evaluasi ukuran suatu tumor dan juga kehadiran atau ketidakhadiran dari area-area penyebaran pada simpul-simpul getah bening atau pada organ-organ lain. Peningkatan adalah penting untuk menentukan bagaimana suatu tumor tertentu harus dirawat, karena terapi-terapi kanker paru dicocokkan dengan tingkat-tingkat tumor yang spesifik. Peningkatan suatu tumor juga adalah kritis dalam memperkirakan prognosis dari seorang pasien, dengan tumor-tumor tingkat yang lebih tinggi umumnya mempunyai suatu prognosis yang buruk daripada tumor-tumor tingkat yang lebih rendah.

Dokter-dokter mungkin menggunakan beberapa tes-tes untuk secara akurat memuat tingkatan suatu kanker paru, termasuk tes-tes laboratorium (kimia darah), x-rays, CT scans, scans tulang, dan MRI scans.tes-tes kimia darah yang abnormal mungkin menandakan kehadiran dari tempat-tempat penyebaran kanker di tulang atau hati, dan prosedur-prosedur radiologi dapat mendokumentasikan ukuran suatu tumor dan juga kemungkinan penyebaran ke organ-organ lain.

NSCLC diberikan suatu tingkat dari I sampai IV dalam urutan keparahannya:

  • Pada tingkat I, kanker terbatas pada paru.
  • Pada tingkat II dan III, kanker terbatas pada dada (dengan tumor-tumor yang lebih besar dan lebih invasif diklasifikasikan sebagai tingkat III).
  • Tingkat IV kanker telah menyebar jauh dari dada ke bagian-bagian lain tubuh.

SCLC ditingkatkan menggunakan suatu sistim yang disusun dua:

  • SCLC tingkat terbatas merujuk pada kanker yang terbatas pada area asalnya didalam dada.
  • Pada SCLC tingkat ekstensif , kanker telah menyebar keluar dari dada ke bagian-bagian lain tubuh.

Merawat Kanker Paru-Paru

Perawatan kanker paru dapat melibatkan pengangkatan tumor secara operasi, kemoterapi, atau terapi radiasi, begitu juga kombinasi-kombinasi dari metode-metode ini. Keputusan mengenai perawatan mana akan sesuai untuk individu yang diberikan harus mempertimbangkan lokasi dan luas dari tumor begitu juga keadaan kesehatan keseluruhan dari pasien.

Seperti dengan kanker-kanker lain, terapi mungkin diresepkan dengan tujuan menyembuhkan (pengangkatan atau pembasmian suatu kanker) atau meredakan/meringankan (tindakan-tindakan yang tidak mampu menyembuhkan suatu kanker namun dapat mengurangi nyeri/sakit dan penderitaan). Lebih dari satu tipe terapi mungkin diresepkan. Pada kasus-kasus demikian, terapi yang ditambahkan untuk memperbesar efek-efek dari terapi primer dirujuk sebagai adjuvant therapy. Sebuah contoh dari adjuvant therapy adalah kemoterapi atau radioterapi yang dimasukkan setelah pengangkatan suatu tumor secara operasi dalam rangka memastikan bahwa semua sel-sel tumor telah dibasmi.

Operasi: Pengangkatan tumor secara operasi umumnya dilaksanakan untuk tingkat terbatas (tingkat I atau kadangkala tingkat II) NSCLC dan adalah pilihan perawatan untuk kanker yang belum menyebar diluar paru. Kira-kira 10%-35% dari kanker-kanker paru dapat diangkat secara operasi, namun pengangkatan tidak selalu berakibat pada suatu penyembuhan, karena tumor-tumor mungkin telah menyebar dan dapat terjadi kembali pada suatu waktu kemudian. Diantara orang-orang yang mempunyai suatu kanker paru yang terisolasi dan bertumbuh perlahan yang telah diangkat, 25%-40% masih hidup lima tahun setelah didiagnosis. Operasi tidak mungkin jika kanker terlau dekat pada trachea atau jika orang itu mempunyai kondisi-kondisi serius lainnya (seperti penyakit jantung atau paru yang berat) yang akan membatasi kemampuan mereka untuk mentoleransi suatu operasi. Operasi lebih jarang dilakukan dengan SCLC karena tumor-tumor ini kemungkinan kecil berlokasi pada satu area yang dapat diangkat.

Prosedur operasi yang dipilih tergantung dari ukuran dan lokasi tumor. Ahli-ahli bedah harus membuka dinding dada dan mungkin melakukan suatu wedge resection dari paru (pengangkatan suatu bagian dari satu lobe), suatu lobectomy (pengangkatan satu lobe), atau suatu pneumonectomy (pengangkatan dari satu keseluruhan paru). Kadangkala simpul-simpul getah bening pada daerah dari paru-paru juga diangkat (lymphadenectomy). Operasi kanker paru adalah suatu prosedur operasi utama yang memerlukan pembiusan umum, tinggal di rumah sakit dan pelayanan follow-up untuk berminggu-minggu sampai berbulan-bulan. Setelah prosedur operasi, pasien-pasien mungkin mengalami kesulitan bernapas, sesak napas, nyeri, dan kelemahan. Risiko-risiko operasi termasuk komplikasi-komplikasi yang disebabkan oleh perdarahan, infeksi, dan komplikasi-komplikasi dari pembiusan umum.

Radiasi: Terapi radiasi mungkin dikerjakan sebagai suatu perawatan untuk keduanya NSCLC dan SCLC. Terapi radiasi menggunakan x-rays berenergi tinggi atau tipe-tipe radiasi lain untuk membasmi sel-sel kanker yang membelah/membagi. Terapi radiasi mungkin diberikan sebagai terapi yang menyembuhkan (curative therapy), terapi yang meredakan (palliative therapy)atau sebagai terapi adjuvant pada operasi atau kemoterapi. Radiasi diberikan secara eksternal, dengan menggunaka suatu mesin yang mengarahkan radiasi pada kanker, atau secara internal melalui penempatan unsur-unsur radioaktif pada kotak-kotak yang disegel didalam area dari tubuh dimana tumor berlokasi. Brachytherapy adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan penggunaan suatu butir yang kecil dari meteri radioaktif ditempatkan langsung kedalam kanker atau kedalam jalan udara yang dekat kanker. Ini biasanya dilakukan melalui suatu bronchoscope. Suatu tipe dari terapi eksternal disebut "pisau gamma" kadangkala digunakan untuk merawat tempat-tempat penyebaran kanker di otak yang tunggal. Pada prosedur ini, berbagai berkas cahaya radiasi difokuskan pada tumor untuk beberapa menit sampai beberapa jam ketika kepala dipegang ditempat oleh suatu bingkai yang kaku. Terapi radiasi dapat diberikan jika seseorang menolak operasi, jika sebuah tumor telah menyebar ke area-area seperti simpul-simpul getah bening atau trachea membuat pengangkatan secara operasi tidak mungkin, atau jika seseorang mempunyai kondisi-kondisi lain yang membuat mereka terlalu sakit untuk menjalankan operasi utama. Terapi radiasi umumnya hanya menyusutkan suatu tumor atau membatasi pertumbuhannya ketika diberikan sebagai terapi tunggal, namun pada 10%-15% dari orang-orang itu menjurus pada remisi dan peredaan kanker jangka panjang. Menggabungkan terapi radiasi dengan kemoterapi dapat lebih jauh meningkatkan kesempatan-kesempatan kelangsungan hidup ketika kemoterapi diberikan. Terapi radiasi eksternal umumnya dapat dijalankan pada basis pasien luar dimana terapi radiasi internal memerlukan suatu opname yang singkat. Seseorang yang mempunyai penyakit paru yang berat sebagai tambahan pada suatu kanker paru mungkin tidak mampu menerima radioterapi pada paru.

Untuk terapi radiasi eksternal, suatu proses yang disebut simulasi adalah perlu sebelum perawatan. Menggunakan CT scans, komputer-komputer, dan pengukuran-pengukuran yang tepat, simulasi memetakan lokasi yang tepat dimana radiasi akan diberikan, disebut bidang perawatan. Proses ini biasanya memakan waktu 30 menit sampai dua jam. Perawatan radiasi eksternal sendiri umumnya dilakukan empat atau lima hari setiap minggu untuk beberapa minggu.

Terapi radiasi tidak membawa risiko-risiko dari operasi utama, namun ia dapat mempunyai efek-efek sampingan yang tidak menyenangkan termasuk keletihan dan kekurangan energi. Suatu jumlah sel putih yang berkurang (membuat seseorang lebih peka terhadap infeksi) dan tingkat-tingkat platelet darah yang rendah (membuat penggumpalan darah lebih sulit) dapat juga terjadi dengan terapi radiasi. Jika organ-organ pencernaan berada di bidang paparan radiasi, pasien-pasien mungkin mengalami mual, muntah, atau diare. Terapi radiasi dapat mengiritasi kulit pada area yang dirawat, namun iritasi ini umumnya membaik dengan waktu setelah perawatan telah selesai.

Kemoterapi: Keduanya NSCLC dan SCLC mungkin dirawat dengan kemoterapi. Kemoterapi merujuk pada pemberian obat-obat yang menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker dengan membasmi mereka atau mencegah mereka membelah/membagi. Kemoterapi mungkin diberikan sendirian, sebagai suatu adjuvant pada terapi operasi, atau dalam kombinasi dengan radioterapi. Dimana sejumlah obat-obat kemoterapi telah dikembangkan, obat-obat yang berdasarkan platinum telah menjadi paling efektif dalam perawatan kanker-kanker paru.

Kemoterapi adalah pilihan perawatan untuk kebanyakan SCLC, karena tumor-tumor ini umumnya tersebar luas didalam tubuh ketika mereka terdiagnosis. Hanya separuh dari orang-orang yang mempunyai SCLC masih hidup untuk empat bulan tanpa kemoterapi. Dengan kemoterapi, waktu kelangsungan hidup mereka meningkat empat sampai lima kali lipat. Kemoterapi sendirian tidak terlalu efektif dalam merawat NSCLC, namun ketika NSCLC telah menyebar, ia dapat memperpanjang kelangsungan hidup pada banyak kasus-kasus.

Kemoterapi mungkin diberikan sebagai pil-pil, sebagai suatu infusi melalui urat nadi, atau sebagai suatu kombinasi dari kedua-duanya. Perawatan-perawatan kemoterapi biasanya diberikan pada suatu tatacara pasien luar. Suatu kombinasi dari obat-obat diberikan dalam suatu rangkaian perawatan, disebut siklus-siklus, melalui suatu periode dari berminggu-minggu sampai berbulan-bulan, dengan istirahat-istirahat diantara siklus-siklus. Sayangnya, obat-obat yang digunakan pada kemoterapi juga membunuh sel-sel yang membelah secara normal didalam tubuh, berakibat pada efek-efek sampingan yang tidak menyenangkan. Kerusakan pada sel-sel darah dapat berakibat pada kepekaan yang meningkat terhadap infeksi-infeksi dan kesulitan-kesulitan dengan penggumpalan darah (perdarahan atau mudah memar). Efek-efek sampingan lain termasuk kelelahan, kehilangan berat badan, rambut rontok, mual, muntah, diare, dan luka-luka mulut. Efek-efek sampingan dari kemoterapi bervariasi menurut dosis dan kombinasi dari obat-obat yang digunakan dan mungkin juga bervariasi dari individu ke individu. Obat-obat telah dikembangkan yang dapat merawat atau mencegah banyak dari efek-efek sampingan kemoterapi. Efek-efek sampingan ini umumnya hilang sewaktu tahap penyembuhan dari perawatan atau setelah penyelesaiannya.

Brain prophylactic radiation: SCLC seringkali menyebar ke otak. Kadangkala orang-orang dengan SCLC yang merespon dengan baik pada perawatan dirawat dengan terapi radiasi pada kepala untuk merawat penyebaran yang sangat dini ke otak (disebut micrometastasis) yang masih belum terdeteksi dengan CT atau MRI scans dan masih belum menghasilkan gejala-gejala. Terapi radiasi otak dapat menyebabkan persoalan-persoalan memori jangka pendek, kelelahan, mual dan efek-efek sampingan lainnya.

Perawatan Kekambuhan: Kanker paru yang kembali setelah perawatan dengan operasi, kemoterapi, dan/atau terapi radiasi disebut kekambuhan (recurrent atau relapsed). Jika suatu kanker kambuh dibatasi pada satu lokasi dalam paru, ia mungkin dapat dirawat dengan operasi. Tumor-tumor kambuh umumnya tidak merespon pada obat-obat kemoterapi yang dimasukkan sebelumnya. Karena obat-obat yang berdasarkan platinum umumnya digunakan pada awal kemoterapi dari kanker-kanker paru, obat-obat ini tidak bermanfaat pada kebanyakan kasus-kasus dari kekambuhan. Suatu tipe kemoterapi yang dirujuk sebagai kemoterapi baris kedua digunakan untuk merawat kanker-kanker yang kambuh yang sebelumnya telah dirawat dengan kemoterapi, dan sejumlah dari cara kemoterapi baris kedua telah terbukti efektif pada perpanjangan kelangsungan hidup. Orang-orang dengan kanker paru yang kambuh yang cukup baik mentoleransi terapi adalah juga calon-calon yang baik untuk terapi-terapi percobaan termasuk percobaan-percobaan klinik.

Terapi yang ditargetkan: Satu alternatif pada kemoterapi standar adalah obat erlotinib (Tarceva) yang mungkin digunakan pada pasien-pasien dengan NSCLC yang tidak lagi merespon pada kemoterapi. Ia adalah apa ang disebut obat yang ditargetkan (targeted drug), suau obat yang lebih secara spesifik ditargetkan/ditujukan pada sel-sel kanker, berakibat pada kerusakan yang lebih sedikit pada sel-sel normal. Erlotinib menargetkan suatu protein yang disebut epidermal growth factor receptor (EGFR) yang membantu sel-sel untuk membelah. Protein ini ditemukan pada tingkat-tingkat yang tingginya abnormal pada permukaan beberapa tipe-tipe sel-sel kanker, termasuk banyak kasus-kasus dari non-small cell lung cancer (NSCLC). Erlotinib diminum dalam bentuk pil.

Usaha-usaha lain pada terapi yang ditargetkan termasuk obat-obat yang dikenal sebagai obat-obat antiangiogenesis, yang menghalangi perkembangan dari pembuluh-pembuluh darah baru dalam suatu tumor. Obat antiangiogenic bevacizumab (Avastin) telah ditemukan baru-baru ini untuk memperpanjang kelangsungan hidup pada kanker paru yang telah lanjut ketika ia ditambahkan pada cara kemoterapi standar. Bevacizumab diberikan melalui urat nadi setiap dua sampai tiga minggu. Bagaimanapun, karena obat ini mungkin menyebabkan perdarahan, ia tidak cocok digunakan pada pasien-pasien yang batuk darah, jika kanker paru telah menyebar ke otak, atau pada orang-orang yang sedang menerima terapi pencegah pembekuan darah (anticoagulation therapy, obat-obat pengencer darah). Bevacizumab juga tidak digunakan pada kasus-kasus dari squamous cell cancer, karena ia menjurus pada perdarahan dari kanker paru tipe ini.

Photodynamic therapy (PDT): Satu terapi yang lebih baru yang digunakan untuk beberapa tipe dan tingkatan dari kanker paru (begitu juga beberapa kanker-kanker lain) adalah photodynamic therapy. Pada perawatan photodynamic, suatu unsur photosynthesizing (seperti suatu porphyrin, suatu unsur yang terjadi secara alami di tubuh) disuntikkan kedalam aliran darah beberapa jam sebelum operasi. Selama waktu ini, unsur ini menempatkan dirinya secara selektif pada sel-sel yang tumbuh dengan cepat seperti sel-sel kanker. Suatu prosedur kemudian mengikutinya dimana dokter menggunakan suatu sinar dengan panjang gelombang tertentu melalui suatu tongkat yang dipegang tangan langsung ke tempat dari kanker dan jaringan-jaringan sekitarnya. Energi dari sinar mengaktifkan unsur photosensitizing, menyebabkan produksi dari suatu racun yang menghancurkan sel-sel tumor. PDT mempunyai keuntungan-keuntungan yang mana ia dapat secara tepat mengenai sasaran dari lokasi kanker, lebih tidak invasif daripada operasi, dan dapat diulang pada tempat yang sama jika diperlukan. Kelemahan-kelemahan dari PDT adalah bahwa ia hanya bermanfaat dalam merawat kanker-kanker yang dapat dicapai dengan suatu sumber sinar dan tidak cocok untuk perawatan kanker-kanker yang luas/ekstensif. Penelitian sedang berlangsung untuk lebih jauh menentukan keefektivitasan PDT pada kanker paru.

Experimental therapies: Karena tidak ada terapi yang tersedia saat ini yang secara mutlak efektif dalam merawat kanker paru, pasien-pasien mungkin ditawarkan sejumlah terapi-terapi baru yang masih dalam status percobaan, yang berarti bahwa dokter-dokter belum mempunyai cukup informasi untuk memutuskan apakah terapi-terapi ini harus menjadi bentuk-bentuk yang diterima untuk merawat kanker paru. Obat-obat baru atau kombinasi-kombinasi baru dari obat-obat diuji dalam apa yang disebut percobaan-percobaan klinik, yang adalah studi-studi yang mengevaluasi keefektifan dari pengobatan-pengobatan baru jika dibandingkan dengan perawatan-perawatan yang telah digunakan secara meluas. Perawatan-perawatan percobaan yang dikenal sebagai immunotherapies sedang dipelajari yang melibatkan penggunaan terapi-terapi yang berkaitan dengan vaksin atau terapi-terapi lain yang mencoba menggunakan sistim imun tubuh untuk melawan sel-sel kanker.



Alat Steril Botol Susu Bayi

5

Milyar

Rupiah

Anda Ingin Penghasilan Yang Legal (5 Milyar Rp ?), Mudah Dan Yang Terpenting Bukan Money Game ?

Klik Website ini :

5 Milyar Rupiah