(Mesin Pencari Google)





Laryngitis



Definisi Laryngitis

Larynx adalah kotak suara yang mengizinkan kita untuk berbicara, berteriak, berbisik, dan bernyanyi. Larynx terdiri dari rangka tulang rawan yang memondokkan pita-pita suara, yang ditutupi oleh lapisan lendir. Otot-otot didalam larynx menyesuaikan posisi, bentuk, dan tegangan dari pita-pita suara, mengizinkan kita untuk membuat suara-suara yang berbeda. Segala perubahan dalam aliran udara (yang dihasilkan oleh paru-paru) diseluruh pita-pita suara akan mempengaruhi suara dan kwalitas suara.

Larynx berlokasi pada sambungan dari mulut dan trachea dan mempunyai penutup seperti flap yang disebut epiglottis, yang pekerjaannya adalah untuk mencegah makanan dan air liur memasuki larynx sewaktu menelan.

Laryngitis (larynx + itis = peradangan) adalah peradangan dari kotak suara, menyebabkan parau/serak atau suara yang berbunyi suara parau atau bahkan ketidakmampuan untuk berbicara.

Penyebab Laryngitis

Laryngitis adalah peradangan dari pita-pita suara. Paling umum, laryngitis akut disebabkan oleh infeksi yang meradangkan pita-pita suara.

Pada bayi-bayi dan anak-anak muda, tanda-tanda dan gejala-gejala klasik dari peradangan larynx termasuk:

  • batuk-sesak napas anak-anak (croup),
  • batuk menghentak yang parau, dan
  • demam.

Dengan cara yang sama, pada kaum dewasa, infeksi virus saluran pernapasan bagian atas mungkin berhubungan dengan:

  • ingusan,
  • batuk kering, dan
  • kehilangan suara.

Jarang, karena kebanyakan orang-orang diimunisasi dan dilindungi terhadap infeksi ini, diphtheria mungkin menyebabkan gejala-gejala seperti laryngitis.

Laryngitis mungkin juga disebabkan oleh penggunaan yang berlebihan dari suara dengan berbicara, bernyanyi, atau berteriak yang berlebihan.

Laryngitis kronis, seringkali digambarkan sebagai yang berlangsung lebih dari tiga minggu, mungkin disebabkan oleh penggunaan alkohol, merokok, dan batuk yang berlebihan yang berkepanjangan.

Gastroesophageal reflux disease (GERD) mungkin menyebabkan peradangan laryng dan batuk kronis, jika asam dan getah-getah pencernaan dari lambung mengalir balik (reflux) keatas kedalam esophagus dan belakang dari tenggorokan. Adakalanya beberapa orang-orang sadar atas kehadiran dari asam dan mengalami waterbrash, rasa asam dalam mulut mereka. Tumpahan-tumpahan yang berulang-kali dari asam keatas pita-pita suara akan menyebabkan iritasi kimia dan berakibat pada peradangan pita-pita suara yang merintangi vibrasi dan menghasilkan suara yang tepat.

Iritasi yang kronis dari pita-pita suara mungkin juga menyebabkan polyp-polyp dan nodul-nodul untuk terbentuk pada pita-pita suara, yang mungkin mempengaruhi kemampuan dari pita-pita suara untuk bergetar (vibrasi), sekali lagi menyebabkan keparauan.

Otot-otot yang mengontrol bentuk dan posisi pita suara perlu bekerja dengan baik untuk suara berbunyi normal.

  • Kerusakan pada otot-otot atau pada syaraf-syaraf yang mengontrol mereka akan menjurus pada keparauan. Syaraf-syaraf ini mungkin rusak jika telah ada trauma pada leher atau jika operasi telah dilakukan dan syaraf-syaraf dengan tidak hati-hati diiritasi atau diperparah.
  • Tumor-tumor di leher dan dada mungkin menekan syaraf-syaraf dan menyebabkan mereka berfungsi dengan buruk.
  • Peradangan dan pembesaran tiroid dapat juga mengiritasi syaraf-syaraf yang mensuplai otot-otot pita suara.

Stroke mungkin juga menyebabkan kelumpuhan otot pita suara dan menjurus pada suara yang lemah dan parau dan persoalan-persoalan menelan.



Alat Steril Botol Susu Bayi