Kanker Hati
Peran Penyaringan (Screening) Rutin Untuk Kanker Hati
Adalah masuk akal untuk menyaring (screen) kanker hati seperti kita lakukan untuk kanker usus besar (kolon), kanker leher rahim , kanker payudara, dankanker prostat. Bagaimanapun, perbedaannya adalah bahwa sampai sekarang belum ada cara penyaringan yang biayanya efektif untuk kanker hati. Tingkat-tingkat darah alpha-fetoprotein adalah normal pada sampai dengan 50% dari pasien-pasien dengan kanker hati yang kecil. Pencitraan ultrasound (Ultrasound scanning), yang adalah tidak invasif dan sangat aman, adalah, seperti disebutkan sebelumnya, tergantung operator. Oleh karenanya, keefektifan dari suatu screening ultrasound yang dilakukan pada suatu fasilitas yang kecil dapat menjadi sangat dicurigai.
Bahkan yang lebih mengecewakan adalah fakta bahwa tidak ada studi diluar Asia telah menunjukan, pada suatu skala yang besar, bahwa pendeteksian dini kanker hati menyelamatkan kehidupan-kehidupan. Mengapa begitu ? Itu karena, seperti telah dicatat, perawatan untuk kanker hati, kecuali untuk pencangkokan hati, adalah sangat tidak efektif. Juga, ingat bahwa pasien-pasien yang ditemukan dengan tumor-tumor kecil pada penyaringan (screening) hidup lebih lama daripada pasien-pasien dengan tumor-tumor yang lebih besar hanya karena apa yang disebut suatu "lead time bias". Dengan kata-kata lain, mereka tampaknya hidup lebih lama (penyimpangan atau bias) hanya karena kanker ditemukan lebih awal (lead time), bukan karena segala perawatan yang diberikan.
Meskipun demikian, argumentasi-argumentasi yang kuat dapat dibuat untuk penyaringan rutin. Contohnya, penemuan suatu kanker hati dalam stadium-stadium awal mengizinkan pilihan-pilihan perawatan yang banyak, termasuk pengangkatan kanker hati secara operasi (liver resection) dan pencangkokan hati. Oleh karenanya, semua pasien-pasien dengan sirosis, terutama sirosis yang disebabkan oleh hepatitis B atau C kronis, hemochromatosis, dan alkohol, harus disaring pada interval-interval 6 sampai 12 bulan dengan suatu alpha-fetoprotein darah dan suatu studi imaging. Suatu scan ultrasound dan CT scan (atau MRI) yang bertukar-tukar lebih disenangi. Pasien-pasien dengan tingkat-tingkat kenaikan alpha-fetoprotein yang kronis diberikan imaging yang lebih seringkali karena pasien-pasien ini berada bahkan pada risiko yang lebih tinggi mengembangkan kanker hati.
Definisi Fibrolamellar Carcinoma
Fibrolamellar carcinoma adalah suatu varian kanker hati yang ditemukan pada hati-hati yang bukan sirosis, biasanya pada pasien-pasien yang lebih muda antara umur 20 dan 40 tahun. Faktanya, pasien-pasien ini tidak mempunyai penyakit hati yang berkaitan dan tidak ada faktor-faktor risiko telah diidentifikasikan. Alpha-fetoprotein pada pasien-pasien ini biasanya normal. Penampakan dari fibrolamellar carcinoma dibawah mikroskop adalah sangat karakteristik. Yaitu, pita-pita yang lebar (broad bands) dari jaringa parut (scar tissue) terlihat diseluruh sel-sel hati yang bersifat kanker. Hal penting tentang fibrolamellar carcinoma adalah bahwa ia mempunyai suatu prognosis yang jauh lebih baik daripada tipe umum kanker hati. Jadi, bahkan dengan suatu fibrolamellar carcinoma yang cukup ekstensif, seorang pasien dapat mempunyai suatu pengangkatan secara operasi yang penuh sukses.
Masa Depan Untuk Pencegahan Dan Perawatan Kanker Hati
Pencegahan
Diseluruh dunia, mayoritas kaker hati dikaitkan dengan infeksi virus hepatitis B kronis. Sekarang, bagaimanapun, semua bayi-bayi yang baru lahir divaksinasi terhadap hepatitis B di China dan negara-negara Asia lainnya. Oleh karenanya, frekwensi virus hepatitis B kronis di generasi masa depan akan berkurang. Akhirnya, mungkin dalam tiga atau empat generasi, virus hepatitis B akan dibasmi secara total, dengan demikian mengeliminasi faktor risiko yang paling umum untuk kanker hati.
Beberapa studi-studi retrospektif (melihat kebelakang dalam waktu) menyarankan bahwa pasien-pasien dengan hepatitis C kronis yang dirawat dengan interferon lebih tidak mungkin mengembangkan kanker hati darpada pasien-pasien yang tidak dirawat. Menarik, pada studi-studi ini, perawatan interferon tampaknya menyediakan manfaat ini , bahkan pada pasien-pasien yang mempunyai lebih sedikit dari suatu respon antivirus yang optimal pada interferon. Meski demikian, tetap perlu dilihat apakah risiko mengembangkan sirosis dan kanker hati dikurangi secara signifikan pada pasien-pasien yang diikuti secara prospektif yang merespon pada interferon.
Satu studi Jepang telah melaporkan bahwa suatu retinoid derivative (suatu senyawa yang berhubungan dengan vitamin A) adalah efektif dalam pencegahan kekambuhan kanker hati setelah pengangkatan kanker hati secara operasi ( resection of the liver). Sekarang ini, senyawa ini tidak tersedia di Amerika. Itu akan menjadi minat yang besar untuk mempelajari penggunaan senyawa ini dalam hubungan dengan terapi yang meredakan/meringakan kanker hati lainnya.
Perawatan
Sayangnya, telah tidak ada perkembangan-perkembangan baru yang signifikan pada perawatan kanker hati. Terapi medis tetap adalah suatu kekecewaan. Ilmuwan-ilmuwan sedang bekerja keras, bagaimanapun, untuk menunjuk pada persoalan ini. Contohnya, senyawa-senyawa anti-angiogenesis, yang menghalangi pembentukan pembuluh darah, mungkin memegang janji pada perawatan kanker hati karena tumor ini tergantung pada suatu penyedian darah yang banyak. Juga, cara-cara yang berbeda untuk menyampaikan/mengirim obat-obat atau perawatan pada tumor-tumor sedang diselidiki. Ini termasuk menempelkan material radioaktif pada antibodi-antibodi yang diarahkan pada target-target spesifik dalam sel-sel kanker hati (immunotherapy).
|