Kanker Hati



Teknik-Teknik Ablasi

Radiofrequency ablation (RFA) therapy / Terapi ablasi frekwensiradio

Di Amerika, RFA therapy telah menjadi pilihan terapi ablasi (perusakkan atau pembinasaan jaringan) diantara ahli-ahli bedah. Ahli bedah dapat melakukan prosedur ini secara laparoskopi (melalui lubang-lubang kecil pada perut) atau sewaktu eksplorasi (penjelajahan) terbuka perut. Pada beberapa kejadian-kejadian, prosedur dapat dilakukan tanpa membuka perut dengan hanya menggunakan ultrasound untuk bimbingan penglihatan.

Pada RFA, panas dihasilkan secara lokal oleh suatu arus listrik bolak-balik (AC) yang frekwensinya tinggi yang mengalir dari elektrode-elektrode. Suatu probe dimasukkan kedalam pusat tumor dan elektrode-elektrode yang tidak terisolasi, yang berbentuk seperti gigi-gigi garpu, diproyeksikan kedalam tumor. Panas lokal yang dihasilkan melelehkan jaringan (coagulative necrosis) yang berdekatan dengan probe. Probe ditinggalkan ditempat untuk kira-kira 10 sampai 15 menit. Seluruh prosedur dimonitor secara visual oleh ultrasound scanning. Ukuran ideal dari suatu tumor kanker hati untuk RFA adalah kurang dari 3 cm. Tumor-tumor yang lebih besar mungkin memerlukan lebih dari satu sesi. Perawatan ini harus dilihat sebagai yang meredakan/meringankan, bukan menyembuhkan.

Percutaneous ethanol (alcohol) injection

Pada teknik ini, alkohol murni disuntikan kedalam tumor melalui suatu jarum yang tipis dengan bantuan bimbingan visual ultrasound atau CT. Alkohol menginduksi pembinasaan/pemusnahan tumor dengan menarik air keluar dari sel-sel tumor (meng-dehidrasi mereka) dan dengan demikian mengubah (mengubah sifat) struktur dari protein-protein sel. Itu mungkin memerlukan lima atau enam sesi dari suntiksn-suntikan untuk membasmi kanker secara penuh. Pasien yang ideal untuk suntikan alkohol mempunyak kurang dari tiga tumor-tumor kanker hati, setiap darinya adalah:

  • terdefinisi dengan baik (batas-batas yang jelas)
  • kurang dari 3 cm garis tengahnya
  • dikelilingi oleh suatu kapsul/tempurung yang terdiri dari jaringan parut (fibrous encapsulation)
  • tidak dekat permukaan hati

Sebagai tambahan, pasien-pasien dengan kanker hati yang menjalani suntikan alkohol harus tidak mempunyai tanda-tanda dari gagal hati kronis, seperti ascites atau jaundice. Pasien-pasien dengan gagal hati tidak akan mampu mentolerir suntikan-suntian alkohol.

Efek-efek sampingan suntikan alkohol yang paling umum adalah kebocoran alkohol pada permukaan hati dan kedalam rongga perut, dengan demikian menyebabkan sakit dan demam. Adalah penting bahwa lokasi tumor relatif pada pembuluh-pembuluh darah dan pembuluh-pembuluh empedu yang berdekatan diidentifikasikan secara jelas. Sebab untuk keperluan men-lokalisir struktur-struktur ini adalah untuk menghindari melukai mereka selama prosedur dan menyebabkan perdarahan, peradangan pembuluh/saluran empedu, atau kebocoran empedu.



Alat Steril Botol Susu Bayi

5

Milyar

Rupiah

Anda Ingin Penghasilan Yang Legal (5 Milyar Rp ?), Mudah Dan Yang Terpenting Bukan Money Game ?

Klik Website ini :

5 Milyar Rupiah