Interstitial Cystitis
(Sindrom Kantong Kemih
Yang Menyakitkan)
Tanda-Tanda Dan Gejala-Gejala Dari Interstitial Cystitis
Gejala-gejala dari PBS/IC bervariasi sangat besar dari satu orang ke orang yang lainnya namun mempunyai beberapa persamaan-persamaan pada yang dari infeksi sistim urinary. Mereka termasuk:
- kapasitas kantong kemih yang berkurang;
- keperluan yang urgen (mendesak) untuk membuang air kecil seringkali siang dan malam;
- perasaan-perasaan dari tekanan, nyeri, dan kepekaan sekitar kantong kemih, pelvis, dan perineum (area antara anus dan vagina atau anus dan scrotum) yang mungkin meningkat ketika kantong kemih mengisi dan berkurang ketika ia mengosong;
- hubungan seksual yang menyakitkan (dyspareunia);
- ketidaknyamanan atau nyeri pada penis dan scrotum.
Kebanyakan orang-orang yang menderita PBS/IC mempunyai keduanya frekwensi/urgensi urinary dan nyeri pelvic, meskipun gejala-gejala ini mungkin juga terjadi satu demi satu atau dalam kombinasi mana saja. Pada kebanyakan wanita-wanita, gejala-gejala biasanya memburuk sekitar waktu periode-periode mereka. Seperti dengan banyak penyakit-penyakit lain, stres juga mungkin mengintensifkan gejala-gejala, namun ia tidak menyebabkan mereka. Gejala-gejala biasanya mempunyai penimbulan yang perlahan, dan frekwensi urinary adalah gejala awal yang paling umum. Ketika PBS/IC berlanjut melalui waktu beberapa tahun, siklus-siklus dari nyeri (flares) dan remisi-remisi terjadi. Nyeri mungkin ringan atau begitu parah menjadi melemahkan. Gejala-gejala dapat berubah-rubah dari hari ke hari.
Mendiagnosa Interstitial Cystitis
Karena gejala-gejala dari PBS/IC adalah serupa pada yang dari penyakit-penyakit lain dari sistim urinary dan karena tidak ada tes definitif untuk mengidentifikasi PBS/IC, dokter-dokter harus menyampingkan kondisi-kondisi lain sebelum membuat diagnosis dari PBS/IC. Diantara penyakit-penyakit yang dikesampingkan adalah infesi-infeksi sistim urinary atau vagina, kanker kantong kemih, peradangan atau infeksi kantong kemih yang disebabkan oleh radiasi pada perut, eosinophilic dan tuberculous cystitis, batu-batu ginjal, endometriosis, penyakit-penyakit neurological, penyakit-penyakit yang ditularkan secara seksual, infeksi sistim urinary dengan jumlah-junlah yang kecil dari bakteri-bakteri, dan pada pria-pria, prostatitis bakteri dan non-bakteri yang kronis.
Tes-tes medis yang membantu mengidentifikasi kondisi-kondisi lain termasuk analisa urin, pembiakan urin, cystoscopy, biopsi dari dinding kantong kemih dan, pada pria-pria, pemeriksaan laboratorium dari sekresi-sekresi prostat.
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik dari individu dengan PBS/IC mungkin mengungkap kepekaan dri kantong kemih ketika didorong pada perut diatas kantong kemih (tepat diatas tulang pubic) atau selama pemeriksaan pelvic pada wanita-wanita. Tidak ada penemuan-penemuan spesifik yang berhubungan dengan PBS/IC.
Tes-tes laboratorium
Analisa dan pembiakan urin. Tes-tes ini dapat mendeteksi dan mengidentifikasi bakteri yang paling umum dalam urin yang mungkin menyebabkan gejala-gejala seperti PBS/IC. Sample urin diperoleh dengan kateterisasi atau dengan metode "clean catch". Untuk clean catch, pasien mencuci area genital (kemaluan) sebelum mengkoleksi sample urine "aliran tengah" dalam wadah yang steril. Sel-sel darah putih dan darah merah dan bakteri-bakteri dalam urin menyarankan infeksi dari sistim urinary yang dapat dirawat dengan antibiotik-antibiotik. Jika urin steril untuk berminggu-minggu atau berbulan-bulan sementara gejala-gejala tetap bertahan, dokter mungkin mempertimbangkan diagnosis dari PBS/IC.
Pembiakan sekresi-sekresi prostat. Pada pria-pria, dokter dapat memperoleh sample dari cairan prostat. Cairan ini diperiksa dibawah mikroskop untuk tanda-tanda dari infeksi seperti sel-sel darah merah dan darah putih dan juga dibiakan untuk bakteri-bakter. Infeksi-infeksi prostat dapat dirawat dengan antibiotik-antibiotik.
Tes kepekaan Potassium. Tes yang dikenal sebagai intravesical potassium sensitivity test (PST) telah dikembangkan untuk mengevaluasi kebocoran dari lapisan pelindung dari kantong kemih. Banyak orang-orang dengan PBS/IC mempunyai PST abnormal yang menyarankan urothelium (lapisan kantong kemih) yang sangat bocor. Pada tes PST, dua larutan-larutan yang berbeda (air yang steril dan larutan dari potassium) disuling secara terpisah kedalam kantong kemih. Pasien menilai keparahan dari nyeri dan/atau urgensi yang terjadi ketika setiap larutan disulingkan. Menggunakan skala dari 0 sampai 5, tes dipertimbangkan abnormal (positif) jika larutan potassium menginduksi paling sedikit tingkat nyeri dari "2" dan menyebabkan lebih banyak nyeri daripada air yang steril.
Studi-studi yang menggunakan PST elah menunjukan bahwa 78% dari orang-orang yang menderita PBS/IC mempunyai tes yang abnormal, sementara hanya 2% dari wanita-wanita tanpa PBS/IC mempunyai tes yang abnormal. Tes yang abnormal dapat dipertimbangkan sebagai bukti bahwa orang itu mempunyai PBS/IC jika tidak ada kondisi-kondisi lain yang teridentifikasi yang mungkin menyebabkan gejala-gejala. Bagaimanapun, tes yang normal tidak menyampingkan kemungkinan bahwa PBS/IC hadir.
Cystoscopy dibawah anestesi dengan penggelembungan kantong kemih. Selama cystoscopy, dokter menggunakan cystoscope -- alat yang terbuat dari tabung yang berongga kira-kira dengan garis tengah dari sedotan minuman dengan beberapa lensa-lena dan sumber cahaya -- untuk melihat kedalam kantong kemih dan urethra. Dokter juga akan menggelembungkan atau meregangkan kantong kemih ke kapasitasnya dengan mengisinya dengan cairan atau gas. Karena penggelembungan kantong kemih adalah menyakitkan pada pasien-pasien PBS/IC, sebelum dokter memasukan cystoscope melalui urethra kedalam kantong kemih, pasien harus diberikan anestesi daerah atau keseluruhan. Cystoscopy dengan penggelembungan dari kantong kemih dengan cairan dapat mendeteksi peradangan, dinding kantong kemih yang tebal dan kaku, dan borok-borok Hunner. Setelah cairan dikeluarkan dari kantong kemih, noda-noda kecil merah, yang disebut glomerulations, yang melambangkan pembuluh-pembuluh darah yang membesar dan area-area pinpoint dari perdarahan dapat dilihat pada lapisan kantong kemih.
Dokter mungkin juga menentukan kapasitas kantong kemih pasien -- jumlah maksimum dari cairan atau gas kantong kemih dapat menahan dibawah anestesi. (Tanpa anestesi, kapasitas terbatas oleh nyeri atau desakan yang parah untuk buang air kecil). Kebanyakan orang-orang tanpa PBS/IC mempunyai kapasitas-kapasitas maksimun yang normal atau besar dibawah anestesi. Kapasitas kantong kemih yang kecil (disebabkan oleh luka goresan) dibawah anestesi membantu mendukung diagnosis dari PBS/IC.
Sebelum perkembangan dari PST yang relatif baru-baru ini, cystoscopy adalah tes diagnostik yang paling baik yang tersedia untuk PBS/IC. Bagaimanapun, cystoscopy mempunyai keterbatasan-keterbatasannya. Borok-borok (Ulcers) umumnya tidak terlihat pada kasus-kasus yang dini yang ringan dari PBS/IC, dan glomerulations telah terlihat pada individu-individu yang normal tanpa gejala-gejala dari PBS/IC. Studi-studi juga telah menunjukan bahwa cystoscopy mempunyai angka 60% dari PBS/IC yang kurang terdiagnosa. Karena keterbatasan-keterbatasan ini, cystoscopy direkomendasikan hanya untuk menyampingkan penyebab-penyebab lain yang mungkin dari gejala-gejala dan tidak sebagai langkah diagnostik yang definitif pada PBS/IC.
Satu catatan yang penting adalah bahwa penggelembungan yang sering dilakukan dengan cystoscopy menjurus pada pembebasan dari gejala-gejala pada 20%-30% dari orang-orang dengan PBS/IC, yang umumnya berlangsung tiga sampai enam bulan setelah prosedur.
Biopsi. Biopsi adalah pemeriksaan mikroskopik dari sample jaringan yang kecil. Sample-sample dari kantong kemih dan urethra mungkin dikeluarkan selama cystoscopy dan diuji dengan mikoroskop dikemudian waktu. Biopsi membantu menyampingkan kanker kantong kemih. Ia juga mungkin mengkonfirmasi kehadiran dari sel-sel mast atau peradangan dari dinding kantong kemih yang adalah konsisten dengan diagnosis dari PBS/IC. Meskipun demikian, tidak ada satupun pada biopsi yang dapat membuat diagnosis absolut dari PBS/IC.
|