Irritable Bowel Syndrom



Masa Depan Untuk IBS

Masa depan dari IBS tergantung pada peningkatan pengetahuan kita dari proses-proses (mekanisme-mekanisme) yang menyebabkan IBS. Mendapatkan pengetahuan ini, pada gilirannya, tergantung pada pembiayaan penelitian. Karena kesulitan-kesulitan dalam melaksanakan penelitan pada IBS, pengetahuan ini tidak akan datang dalam waktu yang cepat. Sampai kita mempunyai suatu pengertian dari mekanisme-mekanisme dari IBS, perawatan-perawatan yang lebih baru akan didasarkan pada pengertian kita yang berkembang dari fungsi kontrol pencernaan yang normal, yang sedang berlanjut lebih cepat. Terutama, ada minat yang kuat dalam neurotransmitters usus, yang adalah kimia-kimia yang digunakan oleh syaraf-syaraf usus untuk berkomunikasi dengan sesamanya. Interaksi-interaksi dari neurotransmitters ini bertanggung jawab untuk penyesuaian (modulasi) fungsi-fungsi dari usus-usus, seperti kontraksi dari otot-otot dan pengeluaran cairan dan lendir.

5-hydroxytriptamine (5-HT atau serotonin) adalah suatu neurotransmitter yang menstimulasi beberapa reseptor-reseptor yang berbeda pada syaraf-syaraf dalam usus, termasuk satu yang disebut reseptor 5-HT4. Stimulasi-stimulasi dari reseptor-reseptor ini oleh 5-HT meningkatkan kontraksi-kontraksi otot di usus besar. Suatu contoh dari suatu obat percobaan yang mempengaruhi neurotransmission usus adalah tegaserod. Obat ini meniru efek dari 5-HT pada reseptor 5-HT4. Jadi, karena ia meningkatkan kontraksi-kontraksi otot usus , tegaserod sedang diuji untuk keefektifannya dalam merawat IBS dengan keutamaan sembelit begitu juga sembelit pada umumnya.

Obat lain yang mempengaruhi neurotransmission adalah ondansetron. Obat ini menghalangi suatu reseptor yang berbeda, reseptor 5-HT3, dan dengan demikian mengurangi kontraksi-kontraksi usus besar. Jadi, ondansetron (Zofran) telah efektif dalam merawat IBS dengan keutamaan diare pada studi-studi awal. Ada obat-obat yang menstimulasi reseptor lain, reseptor 5-HT1. Contoh-contoh dari tipe obat ini adalah sumatriptan (Imitrex) dan buspirone. Obat-obat ini dipercayai mengurangi kemampuan reaksi (kepekaan) dari syaraf-syaraf sensory pada apa yang sedang terjadi didalam usus. Stimulator-stimulator reseptor 5-HT1, bagaimanapun, masih belum diuji untuk keefektifannya pada IBS. Akhirnya, pada studi-studi permulaan, fedotozine telah ditunjukan memperbaiki gejala-gejala fungsional pencernaan. Mekanisme dari tindakan dari fedotozine tidak diketahui, namun ia juga mungkin bertindak dengan mengurangi kepekaan dari syaraf-syaraf sensory.

Akhirnya, ada persoalan dari suatu hubungan antara IBS dan bakteri-bakteri usus. Melaui waktu beberapa tahun berikutnya, banyak informasi akan mengumpul pada hubungan yang potensial ini.



Alat Steril Botol Susu Bayi

5

Milyar

Rupiah

Anda Ingin Penghasilan Yang Legal (5 Milyar Rp ?), Mudah Dan Yang Terpenting Bukan Money Game ?

Klik Website ini :

5 Milyar Rupiah