Irritable Bowel Syndrom



Merawat IBS

Perawatan dari IBS adalah suatu topik yang sulit dan tidak memuaskan karena begitu sedikit obat-obat yang telah dipelajari atau telah ditunjukan efektif dalam merawat IBS. Lebih dari itu, obat-obat yang telah ditunjukan bermanfaat pada hakekatnya masih belum efektif. Situasi sulit ini ada untuk banyak sebab-sebab, seperti berikut:

  • Penyakit-penyakit yang mengancam nyawa (contohnya, kanker, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi), adalah penyakit-penyakit yang menangkap perhatian publik dan, lebih penting, pembiayaan penelitian. IBS adalah bukan suatu penyakit yang mengancam nyawa dan telah menerima sedikit pembiayaan penelitian. Karena kekurangan penelitian, suatu pengertian dari proses-proses fisiologi (mekanisme-mekanisme) yang bertanggung jawab untuk IBS telah berkembang dengan perlahan. Obat-obat yang efektif tidak dapat dikembangkan sampai ada suatu pengertian dari mekanisme-mekanisme ini.
  • Penelitian pada IBS adalah sulit. IBS ditentukan oleh gejala-gejala subyektif, (seperti nyeri), daripada tanda-tanda obyektif (contohnya, kehadiran dari suatu borok). Gejala-gejala subyektif adalah lebih tidak dapat dipercaya daripada tanda-tanda obyektif dalam mengidentifikasi kelompok-kelompok homogen dari pasien-pasien. Sebagai akibatnyha, kelompok-kelompok dari pasien-pasien dengan IBS yang sedang menjalani perawatan kemungkinan mengandung beberapa pasien-pasien yang tidak mempunyai IBS, dan ini mungkin secara negatif mempengaruhi hasil-hasil dari perawatan. Lebih dari itu, hasil-hasil dari perawatan harus dievaluasi atas dasar dari respon-respon subyektif (seperti perbaikan dari nyeri). Sebagai tambahan pada menjadi lebih tidak dapat dipercaya, respon-respon subyektif adalah lebih sulit untuk diukur daripada respon-respon obyektif (seperti penyembuhan dari suatu borok).
  • Subtipe-subtipe yang berbeda dari IBS (contohnya, diarrhea-predominant, constipation-predominant, dll.) kemungkinan disebabkan oleh proses-proses fisiologi (mekanisme-mekanisme) yang berbeda. Adalah juga mungkin, bagaimanapun, bahwa subtipe yang sama mungkin disebabkan oleh beberapa mekanisme-mekanisme yang berbeda pada orang-orang yang berbeda. Apa yang lebih, obat apa saja kemungkinan mempengaruhi hanya satu mekanisme. Oleh karenanya, adalah tidak mungkin bahwa satu obat apa saja dapat menjadi efketif dalam semua-bahkan kebanyakan-pasien-pasien dengan IBS, bahkan pasien-pasien dengan gejala-gejala yang serupa. Keefektifan yang tidak konsisten ini membuat pengujian obat-obat menjadi sulit. Tentu saja, itu dapat secara mudah berakibat pada percobaan-percobaan obat yang menunjukan tidak ada kemanjuran ketika, faktanya, obat membantu suatu subkelompok dari pasien-pasien.
  • Gejala-gejala subyektif adalah terutama cenderung akan merespon pada placebos (obat-obat tidak aktif, atau pil-pil gula). Faktanya, pada kebanyakan studi-studi, 20 sampai 40% dari pasien-pasien dengan IBS akan membaik jika mereka menerima obat-obat yang tidak aktif. Sekarang, semua percobaan-percobaan klinik dari obat-obt untuk IBS memerlukan suatu kelompok yang dirawat dengan placebo untuk perbandingan dengan kelompok yang dirawat dengan obat. Jadi, respon-respon placebo berarti bahwa percobaan-percobaan klinik ini harus menggunakan jumlah-jumlah yang besar dari pasien-pasien untuk mendeteksi perbedaan-perbedaan yang penuh arti (signifikan) dalam perbaikan antara kelompok-kelompok placebo dan obat. Oleh karenanya, percobaan-percobaan macam ini adalah mahal untuk dilaksanakan.

Kekurangan pengertian dari proses-proses (mekanisme-mekanisme) psikologi yang menyebabkan IBS telah berarti bahwa perawatan tidak dapat diarahkan pada mekanisme-mekanisme ini. Sebagai gantinya, perawatan biasanya diarahkan pada gejala-gejala, yang adalah terutama sembelit, diare, dan nyeri perut. Gejala-gejala ini adalah tidak eksklusif satu sama lain karena pasien-pasien mungkin mempunyai nyeri perut dengan sembelit atau diare. Lebih dari itu, periode-periode sembelit mungkin bergantian dengan periode-periode diare. Variasi dalam gejala-gejala melalui waktu dapat membuat perawatan dari gejala-gejala menjadi rumit. Obat-obat psikotropik (antidepressants) dan perawatan-perawatan psikologi (contohnya, cognitive behavioral therapy) merawat penyebab-penyebab hipotetis dari IBS (seperti fungsi abnormal dari syaraf-syaraf sensory dan jiwa) daripada gejala-gejala.

Sembelit

Sembelit disebabkan oleh pengangkutan (transit) yang lambat dari isi-isi usus melalui usus-usus, terutama usus besar. Transit yang lambat ini mungkin disebabkan oleh fungsi abnormal dari otot-otot seluruh usus besar atau hanya otot-otot dari dubur (anus) dan rectum.

Perawatan dari sembelit pada IBS biasanya dimulai dengan suatu percobaan dari suplemen-suplemen dan obat-obat yang digunakan untuk merawat sembelit dari penyebab apa saja. Pada tahun 2002, FDA menyetujui tegaserod (Zelnorm), obat pertama yang khas untuk perawatan dari nyeri perut dan sembelit pada wanita-wanita dengan IBS. Bagaimanapun, pada Maret tahun 2007, FDA meminta Novartis untuk menghentikan penjualan tegaserod (Zelnorm) di Amerika karena suatu analisa retrospektif dari data oleh Novartis dari lebih dari 18,000 pasien-pasien menunjukan suatu perbedaan yang sedikit dalam kejadian-kejadian dari peristiwa-peristiwa kardiovaskular (serangan-serangan jantung, stroke-stroke dan angina) diantara pasien-pasien pada Zelnorm dibandingkan dengan placebo. Data menunjukan bahwa kejadian-kejadian kardiovaskular terjadi pada 13 dari 11,614 pasien-pasien yang dirawat dengan Zelnorm (.11%), dibandingkan dengan satu kejadian kardiovaskular pda 7,031 (.01%) pasien-pasien yang dirawat dengan placebo. Bagaimanapun, adalah tidak jelas apakah Zelnorm benar-benar menyebabkan serangan-serangan jantung dan stroke-stroke. Dokter-dokter dan ilmuwan-ilmuwan akan meneliti data untuk menentukan keamanan jangka panjang dari Zelnorm.

Mekanisme dengan mana tegaserod mengurangi sembelit adalah menarik. Adalah kontraksi-kontraksi dari otot-otot usus yang mengontrol transit dari makanan yang dicerna melalui usus. Kontraksi-kontraksi yang lebih banyak mempercepat transit, kontraksi-kontraksi yang lebih sedikit memperlambat transit. Pada pasien-pasien dengan sembelit, kontraksi-kontraksi adalah lebih sedikit. Satu faktor penting dalam kontrol kontraksi-kontraksi adalah serotonin. Serotonin adalah suatu kimia yang dihasilkan oleh syaraf-syaraf didalam usus. Ia dilepaskan oleh syaraf-syaraf dan kemudian berjalan ke syaraf-syaraf lain dimana ia mengikat pada reseptor-reseptor pada syaraf-syaraf. Ia adalah, dalam istilah-istilah ilmiah, suatu "neurotransmitter" yang mengizinkan syaraf-syaraf untuk berkomunikasi satu sama lainnya. Ketika ia mengikat pada reseptor-reseptor pada syaraf-syaraf yang mengontrol kontraksi-kontraksi dari otot-otot usus, serotonin dapat memajukan atau mencegah kontraksi-kontraksi tergantung pada tipe dari reseptor yang dia ikat. Pengikatan pada beberapa tipe-tipe dari reseptor-reseptor menyebabkan kontraksi-kontraksi, dan pengikatan pada tipe-tipe lain dari reseptor-reseptor mencegah kontraksi-kontraksi. Serotonin reseptor 5-HT4 adalah suatu reseptor yang mencegah kontraksi-kontraksi ketika serotonin mengkat padanya. Tegaserod menghalangi reseptor 5-HT4, mencegah serotonin mengikat padanya, dan dengan demikian meningkatkan kontraksi-kontraksi dari otot-otot usus. Kontraksi-kontraksi yang meningkat mempercepat transit dari makanan yang dicerna. Sebagai tambahan, tegaserod mengurangi kepekaan dari syaraf-syaraf usus yang merasakan nyeri dan dapat dengan demikian mengurangi persepsi nyeri.

Pada suatu studi acak yang dikontrol placebo yang melibatkan lebih dari 1000 pasien-pasien (80% wanita) dengan IBS dengan keutamaan sembelit, tegaserod telah ditemukan lebih efektif daripada placebo dalam meningkatkan frekwensi feces-feces, menghilangkan nyeri perut dan ketidaknyamanan, dan mengurangi sensasi-sensasi kembung diantara wanita-wanita. Tidak ada jumlah yang cukup dari pria-pria dalam studi untuk menarik kesimpulan tentang keefektifan dari perawatan pada pria-pria. Efek-efek yang bermanfaat dari perawatan mulai selama minggu pertama perawatan dan dipertahankan diseluruh 12 minggu periode studi.

Diare adalah satu-satunya efek sampingan pada studi tegaserod. Diare biasanya terjadi pada awal selama perawatan dan menghilang secara cepat bahkan jika perawatan diteruskan. Tidak ada efek dari tegaserod pada jumlah-jumlah darah, tes-tes hati dan ginjal, electrocardiograms, tekanan darah, pulse, dan berat badan. Suatu obat yang serupa tegaserod, disebut cisapride atau Propulsid, yang juga memajukan kontraksi-kontraksi otot usus, ditarik dari pasar disebabkan oleh efek-efek yang jarang namun fatal secara potensial pada irama listrik jantung. Sejauh ini, telah tidak ada laporan-laporan dari gangguan-ganguan irama yang berhubungan pada tegaserod. Pasien-pasien dengan penyakit hati atau ginjal utama harus tidak mengkonsumsi tegaserod. Keamanan dari tegaserod pada janin atau bayi-bayi yang disusui masih belum dipelajari dan belum diketahui. Oleh karenanya, wanita-wanita yang hamil atau menyusui harus menghindari tegaserod.

Diare

Obat yang paling luas dipelajari untuk perawatan diare pada IBS adalah loperamide (Imodium). Loperamide nampaknya bekerja dengan menghalangi (memperlambat) kontraksi-kontraksi dari otot-otot usus kecil dan usus besar. Loperamide adalah kira-kira 30% lebih efektif daripada suatu placebo dalam memperbaiki gejala-gejala diantara pasien-pasien yang mempunyai diare sebagai manifes utama dari IBS mereka. Adalah tidak jelas apakah loperamide mengurangi nyeri perut. Loperamide dapat menjadi kuat dan ia sendirinya dapat menyebabkan sembelit. Oleh karenanya, dosis harus disesuaikan secara hati-hati dan dibedakan untuk setiap pasien. Alosetron (Lotronex) digunakan untuk merawat diare dan ketidaknyamanan perut yang terjadi pada wanita-wanita dengan IBS parah yang tidak merespon pada perawatan-perawatan sederhana lain.

Alosetron , seperti tegaserod, mempengaruhi reseptor-reseptor serotonin. Alosetron menghalangi reseptor 5-HT3, suatu reseptor yang menyebabkan kontraksi-kontraksi ketika serotonin mengikat padanya. Alosetron, dengan menghalangi reseptor-reseptor 5-HT3, mencegah serotonin dari pengikatan dan dengan demikian mencegah kontraksi-kontraksi.

Alosetron disetujui oleh FDA pada Februari tahun 2000, namun ditarik dari pasar pada Nopember tahun 2000, karena efek-efek sampingan pencernaan yang serius dan mengancam nyawa. Pada Juni tahun 2002, ia disetuji kembali oleh FDA untuk pemasaran namun dalam suatu cara yang terbatas sebagai bagian dari suatu obat dari program yang disponsor oleh perusahaan untuk mengendalikan risiko-risiko yang berhubungan dengan perawatan. Penggunaan dari alosetron diizinkan hanya diantara wanita-wanita dengan IBS parah dengan keutamaan diare yang telah gagal merespon pada perawatan konvensional untuk IBS.

Efek sampingan yang paling umum dengan alosetron adalah sembelit. Satu perempat sampai satu pertiga dari pasien-pasien mungkin mengembangkan efek sampingan ini, namun pada hanya 10% (10 dari setiap 100 pasien-pasien) akan memerlukan obat dihentikan untuk sementara atau permanen.

A rare side effect that has occurred with alosetron is severe intestinal inflammation caused by poor circulation of blood (ischemic colitis). This complication is life-threatening, may require surgery, and has even caused death in a small number of patients. Therefore, immediate medical attention should be sought if the signs of ischemic colitis (rectal bleeding or a sudden worsening of abdominal pain) occur.

Nyeri Perut

Obat-obat yang paling luas dipelajari untuk perawatan nyeri perut adalah suatu kelompok dari obat-obat yang disebut smooth-muscle relaxants.

Otot saluran pencernaan terdiri dari suatu tipe otot yang disebut smooth muscle. Berlawanan dengannya, otot-otot kerangka, seperti biceps, terdiri dari suatu tipe otot yang disebut striated muscle. Obat-obat smooth muscle relaxant mengurangi kekuatan kontraksi dari smooth muscles namun tidak mempengaruhi kontraksi otot-otot dari tipe lain. Mereka digunakan pada IBS dengan asumsi (tidak terbukti) bahwa kontraksi-kontraksi yang kuat atau berkepanjangan dari smooth muscles dalam usus - kejang-kejang - adalah penyebab dari nyeri pada IBS. Bahkan ada smooth muscle relaxants yang ditaruh dibawah lidah, seperti nitroglycerin untuk angina, sehingga mereka mungkin diserap secara cepat. Smooth muscle relaxants adalah kira-kira 20% lebih efektif daripada suatu placebo dalam mengurangi nyeri perut. Adalah tidak jelas apakah smooth muscle relaxants mempunyai suatu efek yang bermanfaat pada sembelit atau diare.

Smooth muscle relaxants yang umum digunakan adalah hyoscyamine (contoh, Levsin) dan methscopolamine (contoh, Pamine). Obat-obat lain menggabungkan smooth muscle relaxants dengan suatu obat penenang (contoh, Donnatal), namun tidak ada bukti bahwa tambahan dari obat-obat penenang menambah pada keefektifan dari perawatan.

Obat-Obat Psikotropik

Pasien-pasien dengan IBS seringkali ditemukan menderita depresi, namun adalah tidak jelas apakah depresi adalah penyebab dari IBS, akibat dari IBS, atau tidak berhubungan dengan IBS. Beberapa percobaan-percobaan telah menunjukan bahwa antidepressants adalah efektif pada IBS dalam menghilangkan nyeri perut dan, barangkali, diare. Antidepressants bekerja pada IBS, bagaimanapun, pada dosis yang relatif rendah yang mempunyai sedikit atau tidak mempunyai efek pada depresi. Oleh karenanya dipercaya, bahwa mereka bekerja tidak dengan melawan depresi, namun dalam cara-cara yang berbeda (melalui mekanisme-mekanisme yang berbeda). Contohnya, obat-obat ini telah ditunjukan menyesuaikan (modulasi) aktivitas dari syaraf-syaraf dan begitu juga mempunyai efek-efek analgesic (menghilkangkan nyeri). Obat-obat psikotropik yang umum digunakan termasuk tricyclic antidepressants, amitriptyline (Elavil), desipramine (Norpramine), dan trimipramine (Surmontil). Meskipun studi-studi membesarkan hati, masih belum jelas apakah kelompok-kelompok yang lebih baru dari antidepressants, serotonin-reuptake inhibitors, seperti fluoxetine (Prozac), sertraline (Zoloft), dan paroxetine (Paxil) adalah efektif.

Perawatan-Perawatan Psikologi

Perawatan-perawatan psikologi termasuk cognitive-behavioral therapy, hypnosis, psychodynamic atau interpersonal psychotherapy, dan manajemen relaksasi/stres. Mereka telah digunakan pada pasien-pasien dengan IBS yang secara psikologi tertekan sampai suatu titik dimana kwalitas hidup mereka terganggu. Sedikit studi-studi telah menunjukan bahwa perawatan-perawatan psikologi dapat mengurangi ketakutan dan gejala-gejala psikologi sebagai tambahan untuk mengurangi gejala-gejala IBS, terutama nyeri dan diare.

Diet

Adalah tidak jelas apakah diet mempunyai banyak efek pada gejala-gejala dari IBS. Meskipun demikian, pasien-pasien seringkali menghubungkan gejala-gejala mereka dengan makanan-makanan spesifik (seperti salads, lemak-lemak, dll.). Meskipun makanan-makanan spesifik mungkin memperburuk IBS, adalah jelas bahwa mereka bukanlah penyebab dari IBS. Respon placebo yang umum pada IBS juga mungkin menjelaskan perbaikan dari gejala-gejala pada beberapa orang-orang dengan menghilangkan makanan-makanan spesifik.

Serat makanan seringkali direkomendasikan untuk pasien-pasien dengan IBS. Serat kemungkinan adalah bermanfaat pada pasien-pasien IBS dengan sembelit, namun ia tidak mengurangi nyeri perut. Ketidaktoleranan Lactose (gula susu) seringkali dipersalahkan untuk IBS dengan keutamaan diare, namun ia tidak menyebabkan IBS. Karena mereka berdua adalah umum, ketidaktoleranan dan IBS mungkin hidup bersama. Pada situasi ini, membatasi lactose akan memperbaiki, namun tidak menghilangkan gaejala-gejala. Ketidaktoleranan Lactose ditentukan secara mudah dengan menguji efek dari lactose (pengujian napas hidrogen) atau mencoba suatu diet yang menghilangkan lactose secara tegas. Ketidaktoleranan pada gula-gula lain daripada lactose, terutama, fructose, sucrose, dan sorbitol, mungkin menyebabkan gejala-gejala yang menyerupai dari IBS atau memperburuk IBS. Adalah tidak mungkin, bagaimanapun, bahwa gula-gula ini menyebabkan IBS.



Alat Steril Botol Susu Bayi

5

Milyar

Rupiah

Anda Ingin Penghasilan Yang Legal (5 Milyar Rp ?), Mudah Dan Yang Terpenting Bukan Money Game ?

Klik Website ini :

5 Milyar Rupiah