Irritable Bowel Syndrom



Komplikasi-komplikasi IBS

Komplikasi-komplikasi dari penyakit-penyakit fungsional dari saluran pencernaan secara relatif terbatas. Karena gejala-gejala paling sering diprovokasi oleh makan, pasien-pasien yang merubah diet-diet mereka dan mengurangi pemasukan kalori-kalori mereka mungkin kehilangan berat badan. Untungnya, kehilangan berat badan adalah tidak umum pada penyakit-penyakit fungsional, dan ia harus menyarankan kehadiran dari suatu penyakit non-fungsional. Gejala-gejala yang membangunkan pasien-pasien dari tidur juga adalah lebih mungkin disebabkan oleh penyakit-penyakit non-fungsional daripada fungsional.

Paling umum, penyaskit-penyakit fungsional mengganggu kenyamanan pasien dan aktivitas-aktivitas harian mereka. Contohnya, pasien-pasien yang menderita dari diare pagi hari mungkin tidak meninggalkan rumah sampai diarenya berhenti. Jika diarenya menetap, mereka mungkin pergi hanya ketempat-tempat dimana mereka tahu bahwa suatu toilet tersedia secara siap. Pasien-pasien yang mengembangkan nyeri setelah makan mungkin melompati (tidak makan) makan siang. Sangat umum, pasien-pasien menghubungkan gejala-gejala dengan makanan-makanan spesifik, seperti susu, lemak, sayur-sayuran, dan lain-lain. Apakah hubungan-hubungan ini adalah nyata atau tidak, pasien-pasien ini akan membatasi diet-diet mereka sesuai dengan itu. Susu adalah makanan yang paling umum dihilangkan, seringkali secara tidak perlu dan pada kerugian dari pemasukan kalsium yang cukup. Gangguan dengan aktivitas-aktivitas harian juga dapat menjurus pada persoalan-persoalan dengan hubungan-hubungan antar ribadi, terutama dengan pasangan-pasangan (suami-istri). Bagaimanapun, kebanyakan pasien-pasien dengan penyakit fungsional cenderung untuk hidup dengan gejala-gejala mereka dan dengan jarang mengunjungi dokter-dokter untuk diagnosis dan perawatan.

Mendiagnosis IBS

The Rome II Criteria

Gejala-gejala dari IBS adalah beragam dan tidak konsisten diantara pasien-pasien. Lebih dari itu, tidak ada tes-tes abnormal yang secara karakteristik dapat digunakan untu mendiagnosis IBS. Semua ini telah membuatnya menjadi sulit untuk menetapkan IBS dan mengidentifikasi pasien-pasien, terutama untuk studi-studi penelitian. Pada tahun 1999, suatu grup dari penyelidik-penyelidik internasional bertemu di Rome untuk kedua kalinya (Rome II). Disana, mereka mengembangkan suatu set dari kriteria untuk gejala-gejala yang digunakan untuk mendiagnosis IBS.

Kriteria Rome II menyatakan bahwa dalam rangka untuk terdiagnosis dengan IBS, seorang pasien harus telah menderita nyeri perut atau ketidaknyamanan untuk 12 minggu atau lebih (tidak perlu harus minggu yang berurutan) dalam 12 bulan sebelumnya. Nyeri atau ketidaknyamanan harus mempunyai dua dari tiga ciri-ciri berikut:

  • Pembebasan dengan pembuangan air besar
  • Serangan yang berhubungan dengan suatu perubahan dalam frekwensi feces
  • Serangan yang berhubungan dengan suatu perubahan dalam bentuk dari feces

Gejala-gejala lain yang tidak penting, namun mendukung suatu diagnosis dari IBS, adalah: (1) frekwensi abnormal dari feces-feces (lebih dari 3/per hari atau kurang dari 3/per minggu); (2) bentuk feces yang abnormal (bergumpal-gumpal dan keras, atau lepas dan berair); (3) pengeluaran feces yang abnormal (ngeden, kebelet, atau perasaan-perasaan belum bersih buang air besarnya); (4) pengeluaran lendir; dan (5) kembung (merasakan penggelembungan perut, atau pembesaran).

Kriteria Rome II adalah agak spesifik untuk suatu diagnosis dari IBS. Pada intinya, mereka memerlukan kehadiran dari nyeri perut berkepanjangan atau ketidaknyamanan yang pada beberapa cara berhubungan dengan suatu perubahan dalam pola pembuangan air besar. Gejala-gejala dari dyspepsia (mual atau ketidaknyamanan perut setelah makan-makan), penggelembungan perut, dan kentut yang meningkat sendirian tidak jatuh didalam definisi ini. Meskipun demikian, banyak pasien-pasien mempunyai gejala-gejala ini bersama-sama dengan gejala-gejala dari IBS. Adalah tidak jelas apakah pasien-pasien ini mempunyai satu persoalan (IBS) atau lebih dari satu persoalan.

Eksklusi (Pengeluaran) dari Penyakit Pencernaan Non-Fungsional

Seperti disebutkan sebelumnya, pengeluaran (peniadaan) dari penyakit non-fungsional pada pasien-pasien dengan IBS yang dicurigai adalah suatu pertimbangan yang penting. Ada banyak tes-tes untuk mengeluarkan penyakit-penyakit non-fungsional. Persoalan utama, bagaimanapun, adalah untuk memutuskan tes-tes yang mana adalah layak untuk dilaksanakan. Karena setiap kasus adalah individual (pribadi), tes-tes yang berbeda mungkin adalah layak untuk pasien-pasien yang berbeda. Meskipun demikian, ada beberapa tes-tes dasar yang seringkali dilaksanakan untuk mengeluarkan penyakit pencernaan non-fungsional. Tes-tes ini mengidentifikasi penyakit-penyakit anatomik (struktural) dan histologik (mikroskopik) dari usus-usus. Seperti selalu, suatu sejarah yang mendetil dari pasien dan suatu pemeriksaan fisik seringkali akan menyarankan penyebab dari gejala-gejala. Screening tes-tes darah yang rutin seringkali dilaksanakan untuk mencari petunjuk-petunjuk pada penyait-penyakit yang tidak dicurigai. Pemeriksaan-pemeriksaan dari feces juga adalah suatu bagian dari evaluasi karena mereka mungkin mengungkap infeksi, tanda-tanda dari peradangan, atau darah dan mengarahkan pengujian diagnostik lebih lanjut. Pengujian feces yang sensitif (antigen/antibody) untuk Giardia lamblia akan menjadi layak karena infeksi parasitik ini adalah umum dan dapat menjadi akut atau kronis. Beberapa dokter-dokter melakukan pengujian darah untuk penyakit celiac (sprue), namun nilai dari melakukan ini adalah tidak jelas. Lebih dari itu, jika suatu EGD direncanakan, biopsi-biopsi dari usus dua belas jari (duodenum) biasanya akan membuat diagnosis dari penyakit celiac. Keduanya x-rays dan endoscopies dapat mengidentifikasi penyakit-penyakit anatomik. Hanya endoscopies, bagaimanapun, dapat mendiagnosis penyakit-penyakit histologik karena biopsi-biopsi dapat diambil sewaktu prosedurnya. Tes-tes x-ray termasuk:

  • Esophagram dan video-fluoroscopic swallowing study untuk menguji kerongkongan
  • Rentetan pencernaan bagian atas untuk menguji lambung dan duodenum
  • Rentetan usus kecil untuk menguji usus kecil
  • Barium enema untuk menguji usus besar dan terminal ileum.

Tes-tes endoskopi termasuk:

  • Upper gastrointestinal endoscopy (esophago-gastro-duodenoscopy, atau EGD) untuk menguji kerongkongan, lambung, dan duodenum (usus dua belas jari)
  • Colonoscopy untuk menguji usus besar (kolon) dan terminal ileum
  • Endoscopy juga tersedia untuk menguji usus kecil, namun tipe dari endoskopi ini adalah kompleks, tidak tersedia secara luas, dan nilai yang tidak terbukti dalam IBS yang dicurigai.

Untuk pemeriksaan usus kecil, ada juga suatu kapsul yang mengandung suatu kamera kecil yang dapat ditelan. Ketika kapsul berjalan melalui usus-usus, ia mengirim gambar-gambar dari bagian dalam usus-usus ke suatu alat perekam eksternal untuk peninjauan ulang kemudian. Bagaimanapun, kapsul tidak tersedia secara luas dan nilainya pada IBS masih belum terbukti.

X-rays adalah lebih mudah untuk dilaksanakan dan adalah lebih murah daripada endoskopi-endoskopi. Ketrampilan yang diperlukan untuk melaksanakan x-rays, bagaimanapun, menjadi lebih jarang diantara ahli-ahli radiologi karena mereka melakukannya lebih jarang. Oleh karenanya, kwalitas dari x-rays seringkali tidak sebaik seperti biasanya. Seperti dicatat diatas, endoskopi-endoskopi mempunyai suatu keuntungan atas x-rays karena pada saat endoskopi-endoskopi, biopsi-biopsi dapat diambil untuk didiagnosis atau mengeluarkan penyakit-penyakit histologikal, sesuatu yang x-rays tidak dapat lakukan.

Eksklusi (Pengeluaran) dari Penyakit Non-Usus

Pasien-pasien dengan IBS yang dicurigai seringkali menjalani ultrasonography (US), computerized tomography (CT atau CAT scans), atau magnetic resonance imaging (MRI) perut. Tes-tes ini digunakan terutama untuk mendiagnosis penyakit-penyakit non-usus. (Meskipun tes-tes ini juga mungkin mendiagnosis penyakit-penyakit usus, nilai mereka untuk tujuan ini adalah terbatas. Seperti digambarkan diatas, X-ray dan endoscopy adalah tes-tes yang lebih baik.) Adalah juga penting untuk menyadari bahwa US, CT, dan MRI adalah tes-tes yang kuat dan akan mengungkap kelainan-kelainan yang tidak berhubungan dengan IBS. Contoh yang paling umum adalah penemuan dari batu-batu empedu yang pada kenyataannya seringkali tidak menyebabkan gejala-gejala. Penemuan ini dapat menyebabkan suatu persoakan jika batu-batu empedu diperkirakan adalah sumber dari gejala-gejala IBS. Persoalannya adalah bahwa pengangkatan secara operasi dari kantong empedu dengan batu-batu empedunya (cholecystectomy) tidak mungkin menghilangkan gejala-gejala dari IBS. (Cholecystectomy akan diharapkan menghilangkan hanya gejala-gejala karakteristik yang adakalanya dapat disebabkan oleh batu-batu empedu.) Tes-tes untuk mengeluarkan penyakit-penyakit non-usus mungkin adalah tepat pada situasi-situasi spesifik, meskipun dengan pasti tidak pada kebanyakan pasien-pasien.

Evaluasi Pengangkutan Usus

Jika fungsi abnormal dari otot-otot usus kecil dicurigai, tes-tes untuk mengevaluasi pengangkutan melaui usus kecil atau usus besar (studi-studi transit usus kecil dan besar) tersedia. Studi-studi ini dilakukan dengan salah satu dari senyawa-senyawa atau penanda-penanda radioaktif yang dapat terlihat pada x-rays dari perut. Adalah juga mungkin untuk memasukan kateter-kateter kedalam lambung dan usus kecil atau usus besar untuk menentukan apakah otot-otot dari organ-organ ini bekerja secara normal (studi-studi kemampuan bergerak antro-duodenal dan kolon). Akhirnya, sembelit yang disebabkan oleh kegagalan fungsi dari otot-otot dubur dapat didiagnosis dengan studi-studi kemampuan bergerak ano-rectal.

Penyakit-Penyakit Psikiatris

Kemungkinan dari penyakit psikiatris (psychosomatic) seringkali timbul pada pasien-pasien dengan IBS karena gejala-gejala seringkali adalah subyektif, dan tidak ada kelainan-kelainan obyektif dapat diidentifikasikan. Penyakit psikiatris mungkin merumitkan IBS, namun adalah tidak jelas apakah penyakit psikiatris menyebabkan IBS. Jika ada suatu kemungkinan penyakit psikiatris, suatu evaluasi psikiatrik adalah tepat.



Alat Steril Botol Susu Bayi

5

Milyar

Rupiah

Anda Ingin Penghasilan Yang Legal (5 Milyar Rp ?), Mudah Dan Yang Terpenting Bukan Money Game ?

Klik Website ini :

5 Milyar Rupiah