(Mesin Pencari Google)





Hypoglycemia

(Gula Darah Rendah)



Definisi Hypoglycemia (Gula Darah Rendah)

Hypoglycemia adalah sindrom klinik yang berakibat dari gula darah rendah. Gejala-gejala dari hypoglycemia dapat bervariasi dari orang ke orang, seperti dapat juga keparahannya. Secara klasik, hypoglycemia didiagnosa dengan gula darah rendah dengan gejala-gejala yang hilang ketika tingkat gula kembali ke batasan normal.

Siapa Yang Berisiko Untuk Hypoglycemia (Gula Darah Rendah) ?

Sementara pasien-pasien yang tidak mempunyai persoalan-persoalan metabolik apa saja dapat mengeluh gejala-gejala yang meyarankan gula darah rendah, hypoglycemia yang benar biasanya terjadi pada pasien-pasien yang sedang dirawat untuk diabetes (tipe 1 dan tipe 2). Pasien-pasien dengan pre-diabetes yang mempunyai resisten insulin dapat juga adakalanya mempunyai gula-gula darah rendah jika tingkat-tingkat insulin mereka yang bersirkulasi lebih jauh ditantang oleh periode puasa yang berkepanjangan. Ada penyebab-penyebab lain yang jarang untuk hypoglycemia, seperti tumor-tumor yang menghasilakn insulin (insulinomas) dan obat-obat tertentu. Penyebab-penyebab hypoglycemia yang tidak umum ini tidak akan didiskusikan dalam artikel ini, yang terutama akan berfokus pada hypoglycemia yang terjadi dengan diabetes mellitus dan perawatannya.

Meskipun dengan kemajuan-kemajuan kita dalam merawat diabetes, episode-episode hypoglycemic seringkali adalah faktor yang membatasi dalam mencapai kontrol gula darah yang optimal. Pada studi-studi skala besar yang memperhatikan kontrol yang ketat pada kedua diabetes tipe 1 dan tipe 2, gula-gula darah rendah terjadi lebih sering pada pasien-pasien yang dikendalikan paling intensif. Ini adalah penting untuk pasien-pasien dan dokter-dokter untuk mengenalinya, terutama sebagai tujuan untuk merawat pasien-asien dengan diabetes menjadi kontrol gula darah yang lebih ketat.

Saya Pikir Gula Darah Tinggi Adalah Buruk. Mengapa Gula Darah Rendah Juga Buruk ?

Tubuh perlu bahan bakar untuk bekerja. Salah satu dari sumber-sumber bahan bakar utamanya adalah gula-gula, yang diperoleh tubuh dari apa yang dikonsumsi sebagai gula sederhana atau karbohidrat-karbohidrat yang kompleks. Untuk situasi-situasi darurat (seperti puasa yang berkepanjangan), tubuh menyimpan gula dalam hati sebagai glycogen. Jika perbekalan ini diperlukan, tubuh menjalankan proses biokimia yang disebut gluco-neo-genesis (yang berarti untuk "membuat gula baru") dan merubah perbekalan-perbekalan glycogen ini kedalam gula. Proses pencadangan ini menekankan bahwa sumber bahan bakar dari gula adalah penting (cukup penting bagi manusia-manusia untuk telah mengembangkan sistim penyimpanan yang evolusioner untuk menghindari masa kekeringan gula).

Dari semua organ-organ dalam tubuh, otak tergantung pada gula (yang kita sekarang akan merujuk sebagai glucose) hampir secara eksklusif. Jarang, jika betul-betul diperlukan, otak akan menggunakan keton-keton sebagai sumber bahan bakar, namun ini lebih tidak disukai. Otak tidak dapat membuat glucosenya sendiri dan adalah tergantung pada seluruh tubuh untuk suplainya. Jika untuk beberapa sebab, tingkat glucose dalam darah jatuh (atau jika keperluan-keperluan otak meningkat dan permintaan-permintaan tidak dipenuhi) dapat terjadi efek-efek pada fungsi otak.



Alat Steril Botol Susu Bayi