Hepatitis B



Peran Pencangkokan Hati Pada Infeksi Hepatits B

Sejak pertengahan tahun 1980, pencangkokan hati telah menjadi suatu perawatan yang diterima untuk gagal hati akut dan stadium akhir sirosis. Sesuai dengan itu, pasien-pasien dengan gagal hati (hepatik) fulminant (tiba-tiba, cepat, dan berat) dari hepatitis B akut dengan atau tanpa infeksi hepatitis delta adalah calon-calon potensial untuk suatu pencangkokan hati. Juga, pasien-pasien dengan sirosis yang telah lanjut yang mengalami komplikasi-komplikasi sirosis yang tidak dapat dikendalikan atau kanker-kanker hati yang kecil mungkin adalah calon-calon untuk pencangkokan hati. Kasus-kasus dari infeksi hepatitis B bertanggung jawab untuk 7% dari pencangkokan-pencangkokan hati yang dilaksanakan di Amerika.

Sebelum awal tahun 1990, virus hepatitis B timbul kembali pada hati donor dalam hampir 90% dari pasien-pasien yang menjalankan pencangkokan hati untuk penyakit hati virus hepatitis B. Faktanya, selama tahun-tahun itu, separuh dari pasien-pasien dengan hepatitis B yang menjalankan pencangkokan hati meninggal dalam dua tahun karena kekambuhan infeksi hapatitis. Lebih akhir-akhir ini, bagaimanapun, terapi pencegahan dengan kedua HBIG dan lamivudine telah diberikan untuk mencegah kekambuhan virus hepatitis B. Perawatan ini telah menjurus pada suatu kelangsungan hidup diantara pasien-pasien virus hepatitis B setelah pencangkokan yang sekarang sebanding (kira-kira 75% hidup terus setelah 5 tahun) dengan pasien-pasien dengan penyakit hati lain yang menjalani pencangkokan hati.

Pasien-pasien dengan reproduksi virus hepatitis B yang aktif pada waktu pencangkokan hati adalah yang paling mungkin untuk mengembangkan suatu kekambuhan virus hepatitis B setelah pencangkokan. Sesuai dengan itu, pasien-pasien dengan reproduksi yang aktif (tingkat-tingkat hepatitis B virus DNA yang tinggi dalam darah) pada waktu pencangkokan ditempatkan pada terapi lamivudine secara tak terbatas. Pasien-pasien ini seringkali mengalami suatu perbaikan kondisi klinisnya (mereka merasa lebih baik) yang berkaitan dengan penekanan reproduksi virus dari lamivudine.

Sebagai tambahan, pada saat pencangkokan, dosis-dosis besar HBIG diberikan. HBIG diberikan ketika hati yang sakit diangkat, sebelum hati donor ditempatkan pada penerima. Tujuan dari memberikan HBIG pada waktu yang tertentu ini adalah mendapatkan antibodi-antibodi yang mengikat pada atau menjerat partikel-partikel virus hepatitis B yang beredar, dan dengan demikian mencegah virus dari menginfeksi hati yang baru (donor). HBIG diberikan setiap hari untuk enam hari dan kemudian setiap tiga sampai empat minggu. Kebanyakan pasien-pasien akan menerima kombinasi lamivudine dan HBIG untuk sisa hidupnya. Strategi yang menggunakan dua agent ini telah mengurangi kekambuhan virus hepatitis B menuju kurang dari 10% setelah suatu pencangkokan. Berlawanan dengannya, angka kekambuhan virus hepatitis B adalah kira-kira 30% ketika hanya menggunakan HBIG sendirian dan kira-kira 75% ketika menggunakan lamivudine sendirian. Persoalan-persoalan dengan terapi HBIG adalah biaya tingginya dan ketersediaannya yang terbatas.



Alat Steril Botol Susu Bayi

5

Milyar

Rupiah

Anda Ingin Penghasilan Yang Legal (5 Milyar Rp ?), Mudah Dan Yang Terpenting Bukan Money Game ?

Klik Website ini :

5 Milyar Rupiah