GLAUCOMA



Obat-Obatan (Obat Tetes Mata)

Beta-adrenergic antagonists bekerja melawan, atau menghalangi, unsur-unsur yang menyerupai adrenalin. Obat-obat tetes (drops) ini bekerja pada perawatan glaucoma dengan mengurangi produksi dari aqueous humor. Bertahun-tahun, mereka adalah standar emas (dibandingkan dengan bahan-bahan lain) untuk merawat glaucoma. Obat-obatan ini termasuk timolol (Timoptic), levobunolol (Betagan), carteolol (Ocupress), dan metipranolol (Optipranolol).

Dipakai satu atau dua kali dalam sehari, drops ini sangat efektif. Bagaimanapun, efek-efek samping, seperti perburukan dari asma atau emphysema, bradycardia (denyut jantung yang lambat), tekanan darah rendah, kelelahan, dan impoten melarang pemakaiannya pada beberapa pasien-pasien. Betaxolol (Betoptic) adalah suatu beta-adrenergic antagonist yang lebih selektif kerjanya hanya pada mata dan, oleh karena itu, membawa lebih sedikit risiko efek-efek samping terhadap jantung (cardiac) atau paru-paru (pulmonary) dari pada drops lainnya dari tipe ini.

Prostaglandin analogs adalah serupa dalam struktur kimianya dengan prostaglandin-prostaglandin tubuh. Prostaglandin-prostaglandin adalah unsur-unsur yang menyerupai hormon yang terlibat dalam suatu cakupan lebar dari fungsi-fungsi di seluruh tubuh. Drops ini bekerja pada glacoma dengan meningkatkan pengeluaran (drainage) cairan dari mata.

Prostaglandin analogs telah menggantikan timolol sebagai drops untuk glaucoma yang paling umum diresepkan. Mereka dapat dipakai hanya satu kali dalam sehari. Obat-obatan kelas ini mempunyai lebih sedikit efek-efek samping sistemik (melibatkan sisa tubuh) dari pada timolol, namun dapat merubah warna dari iris dan juga menebalkan dan menggelapkan bulu-bulu mata. Drops ini rupanya juga menyebabkan kemerahan mata dibanding dengan obat-obat tetes mata dari kelas-kelas lainnya. Pada beberapa pasien-pasien, mereka juga dapat menyebabkan peradangan didalam mata. Obat-obatan ini termasuk latanoprost (Xalatan), travoprost (Travatan), dan brimatoprost (Lumigan).

Adrenergic agonists adalah suatu tipe dari drops yang bekerja seperti adrenalin. Mereka bekerja pada glaucoma dengan kedua-duanya yaitu mengurangi produksi cairan oleh mata dan meningkatkan pengeluarannya (drainage). Adrenergic agonist yang paling populer adalah brimonidine (Alphagan). Bahan ini rupanya melindungi syaraf optik dari kerusakan diluar hanya menurunkan tekanan intraocular. Bagaimanapun, ada risiko sampai 12% dari reaksi-reaksi alergi lokal (mata). Anggota-anggota lain dari obat-obat tetes kelas ini termasuk epinephrine, dipivefrin (Propine), dan apraclonidine (Iopidine). Carbonic anhydrase inhibitors bekerja pada glaucoma dengan mengurangi produksi cairan didalam mata. Bentuk-bentuk tetes mata dari obat-obatan tipe ini termasuk dorzolamide (Trusopt) dan brinzolamide (Azopt). Mereka dipakai dua atau tiga kali dalam sehari.

Carbonic anhydrase inhibitors dipakai dengan cara lain sebagai pil-pil (secara sistimatis) untuk menghilangkan cairan dari tubuh pada pasien-pasien dengan pembengkakkan (edema) yang disebabkan oleh penahanan cairan. Bentuk-bentuk oral dari obat-obatan ini yang dipakai untuk glaucoma termasuk acetazolomide (Diamox) dan methazolamide (Neptazane). Penggunaan mereka dalam kondisi ini, bagaimanapun, dibatasi oleh efek-efek samping sistemik (keseluruh tubuh) mereka, termasuk pengurangan dari potassium tubuh, batu-batu ginjal, sensasi-sensasi kekebasan (mati rasa) atau rasa geli pada tangan-tangan dan kaki-kaki, kelelahan, dan mual.

Parasympathomimetic agents, yang juga disebut miotics karena mereka menyempitkan pupil-pupil, bekerja dengan melawan unsur-unsur yang menyerupai adrenalin. Mereka bekerja pada glaucoma dengan meningkatkan pengeluaran aqueous dari mata. Drops-drops ini termasuk pilocarpine, demecarium (Humorsol), echothiophate (Phospholine Iodide), dan isoflurophate (Floropryl).

Parasympathomimetics telah digunakan bertahun-tahun untuk merawat glaucoma, namun mereka sekarang ini tidak disukai karena mereka perlu digunakan tiga sampai empat kali dalam sehari dan menghasilkan efek-efek samping didalam mata. Efek-efek samping ini termasuk suatu pupil kecil, penglihatan kabur, suatu kening yang sakit, dan suatu peningkatan risiko dari pelepasan retina (retinal detachment). Pada saat ini, pilocarpine adalah satu-satunya dari obat-obatan ini yang digunakan untuk glaucoma. Dipakai terutama untuk menjaga pupil tetap kecil pada pasien-pasien dengan konfigurasi iris tertentu (plateau iris) atau pada pasien-pasien dengan sudut sempit (narrow angle) sebelum laser iridotomy.

Osmotic agents adalah suatu kelas tambahan dari obat-obatan yang digunakan untuk merawat bentuk-bentuk mendadak (akut) dari glaucoma dimana tekanan mata tetap sangat tinggi walaupun dengan perawatan-perawatan lainnya. Obat-obatan ini termasuk Isosorbide (diberikan melalui mulut) dan Mannitol (diberikan melalui vena-vena). Obat-obatan ini harus digunakan secara hati-hati karena mereka mempunyai efek-efek samping termasuk mual, akumulasi cairan pada jantung dan/atau pada paru-paru (gagal jantung congestive dan/atau pulmonary edema), perdarahan di otak, dan persoalan-persoalan ginjal. Penggunaan mereka dilarang pada pasien-pasien dengan diabetes yang tidak terkontrol, persoalan-persoalan dengan jantung, ginjal, atau hati (hepar).

Beberapa kelas-kelas baru dari obat-obat tetes glaucoma pada saat ini sedang dalam pengembangan atau menunggu persetujuan FDA.



Alat Steril Botol Susu Bayi

5

Milyar

Rupiah

Anda Ingin Penghasilan Yang Legal (5 Milyar Rp ?), Mudah Dan Yang Terpenting Bukan Money Game ?

Klik Website ini :

5 Milyar Rupiah