(Mesin Pencari Google)





Penyakit Refluks

Gastro Esofageal

(PRGE)



Definisi PRGE/GERD (Refluks Asam)

Penyakit Refluks Gastro Esofageal (PRGE) atau GastroEsophageal Reflux Disease (GERD), umumnya dirujuk sebagai PRGE/GERD atau refluks asam (acid reflux), adalah kondisi dimana isi cairan dari lambung dimuntahkan/dialirkan kembali (refluxes) kedalam esofagus. Cairan dapat meradang dan merusak lapisan (menyebabkan esophagitis) dari esofagus meskipun tanda-tanda peradangan yang terlihat terjadi pada minoritas dari pasien-pasien. Cairan yang dimuntahkan biasanya mengandung asam dan pepsin yang dihasilkan oleh lambung. (Pepsin adalah enzim yang memulai pencernaan dari protein-protein dalam lambung). Cairan yang dialirkan kembali juga mungkin mengandung empedu yang telah membalik kedalam lambung dari duodenum (usus dua belas jari). Duodenum adalah bagian pertama dari usus kecil yang menyambung pada lambung. Asam (acid) dipercayai adalah komponen yang paling berbahaya/melukai dari cairan yang dialirkan kembali. Pepsin dan empedu juga mungkin melukai esofagus, namun peran mereka dalam menghasilkan peradangan dan kerusakan esofagus adalah tidak sejelas peran dari asam.

PRGE/GERD adalah kondisi kronis. Sekali ia mulai, ia biasanya adalah seumur hidup. Jika ada luka pada lapisan esofagus (esophagitis), ini juga adalah kondisi kronis. Lebih dari itu, setelah esofagus telah sembuh dengan perawatan dan perawatan dihentikan, luka akan kembali pada kebanyakan pasien-pasien dalam beberapa bulan. Sekali perawatan untuk PRGE/GERD dimulai, oleh karenanya, ia biasanya akan perlu diteruskan secara tidak terbatas meskipun diperdebatkan bahwa pada beberapa pasien-pasien dengan gejal-gejala yang sebentar-sebentar dan tidak ada esophagitis, perawatan dapat sebentar-sebentar dan dilakukan hanya selama periode-periode simptomatik.

Faktanya, refluks (aliran balik) dari isi-isi yang cair dari lambung kedalam esofagus terjadi pada kebanyakan individu-individu yang normal. Satu studi menemukan bahwa refluks terjadi sama seringnya pada individu-individu normal dan pada pasien-pasien dengan PRGE/GERD. Pada pasien-pasien dengan PRGE/GERD, bagaimanapun, cairan yang dialirkan kembali lebih seringkali mengandung asam, dan asam tinggal dalam esofagus lebi lama. Juga telah ditemukan bahwa cairan mengalir kembali ke tingkat yang lebih tinggi dalam esofagus pada pasien-pasien dengan PRGE/GERD daripada individu-individu normal.

Seperti seringkali kasusnya, tubuh mempunyai cara-cara (mekanisme-mekanisme ) untuk melindungi dirinya dari efek-efek aliran balik dan asam yang membahayakan. Contohnya, kebanyakan refluks (aliran balik) terjadi sepanjang hari ketika individu-individu sedang tegak lurus. Pada posisi tegak lurus, cairan yang dialirkan balik lebih mungkin mengalir balik turun kedalam lambung yang disebabkan oleh efek dari gaya berat. Sebagai tambahan, ketika individu-individu dalam keadaan siaga, mereka menelan secara berulangkali, apakah ada atau tidak ada refluks. Setiap menelan membawa cairan yang dialirkan balik, balik kedalam lambung. Akhirnya, kelenjar-kelenjar air liur dalam mulut menghasilkan air liur, yang mengandung bicarbonate. Dengan setiap menelan, air liur yang mengandung bicarbonate berjalan menuruni esofagus. Bicarbonate menetralkan jumlah yang kecil dari asam yang tertinggal dalam esofagus setelah gaya berat dan menelan telah menghilangkan kebanyakan dari cairan.

Gaya berat, menelan, dan air liur adalah mekanisme pelindung yang penting untuk esofagus, namun mereka efektif hanya ketika individu-individu berada pada posisi tegak lurus. Pada waktu malam hari ketika sedang tidur, gaya berat tidak mempunyai efek, menelan berhenti, dan sekresi dari air liur berkurang. Oleh karenanya, refluks yang terjadi pada malam hari lebih mungkin berakibat pada asam yang tertinggal lebih lama dalam esoagus dan menyebabkan kerusakan yang lebih besar pada esofagus.

Kondisi-kondisi tertentu membuat seseorang peka pada PRGE/GERD. Contohnya, PRGE/GERD dapat menjadi persoalan yag serius selama kehamilan. Tingkat-tingkat hormon yang naik dari kehamilan kemungkinan menyebabkan refluks dengan menurunkan tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah. Pada saat yang bersamaan, fetus yang tumbuh meningkatkan tekanan pada perut. Keduanya dari efek-efek ini diharapkan meningkatkan refluks. Juga, pasien-pasien dengan penyakit-penyakit ini yang melemahkan otot-otot esofagus, seperti scleroderma atau penyakit-penyakit jaringan penghubung yang campuran, adalah lebih mudah untuk mengembangkan PRGE/GERD.



Alat Steril Botol Susu Bayi