(Mesin Pencari Google)





Genital Herpes

Pada Wanita-Wanita



Definisi Penyakit-Penyakit Yang Ditularkan Secara Seksual Atau Sexually Transmitted Diseases (STDs)

Sexually transmitted diseases (STDs) adalah infeksi-infeksi yang dapat dipindahkan dari satu orang ke yang lainnya melalui segala tipe dari kontak seksual. STDs adakalanya dirujuk sebagai infeksi-infeksi yang ditularkan secara seksual atau sexually transmitted infections (STIs) karena mereka melibatkan penularan dari organisme yang menyebabkan penyakit dari satu orang ke yang lainnya selama aktivitas seksual. Adalah penting untuk menyadari bahwa kontak seksual termasuk lebih banyak daripada hanya hubungan seksual (vaginal dan anal). Kontak seksual termasuk ciuman, kontak oral-genital, dan penggunaan "mainan-mainan" seksual sepeti vibrators. STDs kemungkinan telah hadir untuk ribuan tahun, namun yang paling berbahaya dari kondisi-kondisi ini, infeksi dengan human immunodeficiency virus (HIV), hanya dikenali pada dekade-dekade baru-baru ini.

Banyak STDs dapat dirawat, namun penyembuhan-penyembuhan efektif untuk yang lain-lain tidak ada, seperti HIV, HPV, hepatitis B, dan Hepatitis C. Bahkan gonorrhea, yang pernah disembuhkan dengan mudah, telah menjadi resisten pada banyak dari antibiotik-antibiotik tradisional yang lebih tua. Banyak STDs dapat hadir pada, dan disebar oleh, oran-orang yang tidak mempunyai segala gejala-gejala dari kondisi dan masih belum terdiagnosis dengan STD. Oleh karenanya, kesadaran dan pendidikan publik tentang infeksi-infeksi ini dan metode-metode pencegahan mereka adalah penting.

Benar-benar tidak ada hal seperti seks yang "aman". Satu-satunya cara yang benar-benar efektif untuk mencegah STDs adalah abstinence (penahanan nafsu). Seks dalam konteks dari hubungan monogami dalam mana tidak satu pihak pun terinfeksi dengan STD juga dipertimbangkan "aman". Kebanyakan orang-orang berpikir bahwa berciuman adalah aktivitas yang aman. Sayangnya, syphilis, herpes, dan infeksi-infeksi lain dapat ditularkan melalui aksi yang relatif sederhana dan nampaknya tidak berbahaya ini. Semua bentuk-bentuk lain dari kontak seksual membawa beberapa risiko. Condom-condom umumnya diperkirakan melindungi terhadap STDs. Condom-condom bermanfaat dalam mengurangi penyebaran dari infeksi-infeksi tertentu, seperti chlamydia dan gonorrhea; bagaimanapun, mereka tidak sepenuhnya melindungi terhadap infeksi-infeksi lain seperti genital herpes, kutil-kutil genital, syphilis, dan HIV. Pencegahan penyebaran dari STDs tergantung pada penasehatan dari individu-individu yang berisiko dan diagnosis dan perawatan dini dari infeksi-infeksi.



Alat Steril Botol Susu Bayi