(Mesin Pencari Google)





Kondisi Payudara

Fibrocystic



Mengkalkulasi Risiko Kanker Payudara Pada Pasien Dengan Kondisi Payudara Fibrocystic

Menaksir statistik risiko untuk segala individu wanita memerlukan penilaian yang hati-hati dari semua persoalan-persoalan kesehatannya yang relevan (bersangkut-paut). Perkiraan-perkiraan yang paling baik dari risiko kanker menghubungkan secara spesifik pada tipe-tipe jaringan microscopic dari kondisi fibrocystic. Faktor-faktor lain seperti sejarah keluarga dan kehadiran dari gen yang diturunkan yang meningkatkan risiko kanker payudara (gen-gen BRCA 1 dan 2) juga diperhitungkan. Bagaimanapun, kecuali wanita dengan kondisi payudara fibrocystic mempunyai biopsi payudara, adalah tidak mungkin untuk menghitung risiko spesifiknya mengembangkan kanker payudara.

Hanya 5% dari wanita-wanita dengan kondisi payudara fibrocystic mempunyai tipe dari perubahan-perubahan sel, yaitu cellular hyperplasia, yang mewakili faktor risiko untuk kanker payudara. Jika dibandingkan pada "populasi normal" dari wanita-wanita, pasien-pasien ini mempunyai dua sampai enam kali peningkatan risiko kanker payudara. Risiko yang tepat tergantung pada derajat dari hyperplasia dan apakah sel-sel yang nampak atypical juga hadir.

Adalah kritis untuk pasien dengan kondisi payudara fibrocystic untuk mengerti bahwa angka ini mewakili risiko totalnya yang terakumulasi seumur hidupnya. Ini berarti bahwa peningkatan risiko kanker payudara yang sebenarnya darinya pada segala tahun yang diberikan adalah agak rendah.

Penilaian risiko kanker payudara dapat juga dilakukan menggunakan sistim dikenal sebagai Gail Breast Risk Assessment tool. Sistim ini memperhitungkan faktor-faktor berikut ketika mengkalkulasi risiko individu wanita: umur (model berlaku hanya untuk wanita-wanita yang berumur >35 tahun), umur pada menarche, umur pada kelahiran hidup pertama, jumlah dari saudara-saudara derajat satu dengan kanker payudara, jumlah dari biopsi-biopsi payudara sebelumnya, kehadiran dari atypical hyperplasia pada segala biopsi payudara sebelumnya, dan ras (bangsa).

Perawatan-Perawatan Untuk Kondisi Payudara Fibrocystic

Perawatan-perawatan untuk kondisi payudara fibrocystic diarahkan pada komponen-komponen individu dari kondisi, termasuk pembebasan dari gejala-gejala (seperti nyeri dan kepekaan payudara) dan koreksi dari ketidakteraturan-ketidakteraturan hormon:

  1. Pembebasan dari gejala-gejala: Beberapa tindakan-tindakan sederhana, seperti dukungan yang cukup dari payudara-payudara dan mungkin memakai bra (BH) pada malam hari, mungkin menyediakan pembebasan dari banyak gejala-gejala dari kondisi payudara fibrocystic. Obat-obat anti-peradangan, termasuk acetaminophen dan nonsteroidal antiinflammatory medications (NSAIDs), seringkali mengurangi nyeri payudara secara signifikan.
  2. Ada laporan-laporan yang menyarankan bawa keragaman dari vitamin-vitamin mungkin bermanfaat dalam pembebasan gejala-gejala dari kondisi payudara fibrocystic. Ini telah termasuk vitamin C, vitamin E, vitamin B6 dan vitamin A, diantara lain-lain. Pada umumnya, dasar pemikiran untuk menggunakan vitamin-vitamin ini adalah tidak jelas dan tidak didasarkan pada studi-studi yang disalin dan dikontrol secara klinis. Pengecualian mungkin adalah vitamin E dimana, paling sedikit pada beberapa studi-studi, ada nampak manfaat yang dapat diukur untuk beberapa pasien-pasien.

    Suplemen makanan lain yang telah diklaim mempunyai beberapa manfaat pada studi-studi klinis adalah Oil of Primrose. Senyawa ini mengandung asam-asam lemak pokok (essential) tertentu yang menurut dugaan orang memberi manfaat pada pasien-pasien kondisi payudara fibrocystic dengan mengurangi nyeri payudara mereka. Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukan segala koreksi (resolusi) dari kelainan-kelainan sel microscopic dengan penggunaan senyawa ini.

  3. Ketidakteraturan-ketidakteraturan hormon: Beberapa wanita-wanita dengan siklus-siklus menstruasi yang sangat tidak teratur kelihatannya menderita secara progresif kondisi payudara fibrocystic yang lebih parah. Kecenderungan ini kemungkinan disebabkan oleh stimulasi hormon yang berkepanjangan dan tidak teratur dari payudara-payudara. Pada pasien-pasien ini, adakalanya bermanfaat untuk menegakkan keteraturan siklus menstruasi dengan kontrasepsi-kontrasepsi oral. Siklus-siklus yang teratur nampaknya mengizinkan jaringan payudara untuk sembuh lebih sepenuhnya pada akhir dari setiap siklus menstruasi.
  4. Pada pasien-pasien yang telah mempunyai hysterectomy dan yang berada pada terapi hormon, mungkin adalah bermanfaat untuk "lepas dari estrogen" untuk lima hari selama setiap siklus bulanan daripada tetap pada estrogen yang terus menerus. Sekali lagi, jadwal ini didisain untuk menghindari stimulasi yang terus menerus dari jaringan-jaringan payudara oleh estrogen. Adalah penting bahwa segala pengaturan hormon seperti ini ada dibawah supervisi langsung dari dokter.

    Kelainan-kelainan hormon (endokrin) umum tertentu, seperti diabetes atau disfungsi tiroid, mungkin berkontribusi pada kondisi payudara fibrocystic. Karena kondisi-kondisi ini mungkin memperburuk gejala-gejala dari kondisi payudara fibrocystic, mereka harus didiagnosa dan dirawat.

  5. Studi-studi telah menunjukan beberapa manfaat penggunaan jangka pendek dari obat antiestrogenic Tamoxifen dalam membebaskan nyeri payudara. Bagaimanapun, penggunaan tamoxifen mungkin dihubungkan dengan sejumlah efek-efek yang merugikan, terutama pada wanita-wanita postmenopause, dan penggunaannya harus dibatasi pada jangka pendek. Demikian juga, obat androgenic steroid danazol (Danocrine) juga telah ditunjukan mengurangi nyeri payudara dan ukuran nodul pada wanita-wanita dengan kondisi payudara fibrocystic. Danazol juga dihubungkan dengan sejumlah efek-efek sampingan. Keduanya dari obat-obat ini mungkin dipertimbangkan untuk penggunaan pada wanita-wanita dengan nyeri payudara siklis yang parah yang disebabkan oleh kondisi fibrocystic.

Faktor-Faktor Makanan Atau Gaya Hidup Yang Berhubungan Dengan Kondisi Payudara Fibrocystic

Caffeine telah dilibatkan sebagai mengkontribusi pada keduanya gejala-gejala dan perubahan-perubahan luka parut (fibrocystic) pada kondisi payudara fibrocystic. Bagaimanapun, ketika bukti ilmiah ditinjau kembali, hasil-hasilnya berlawanan, dan tidak ada manfaat yang pasti dari pembatasan caffeine dapat ditegakkan secara ilmiah. Sebagai tambahan, nampaknya tidak ada bukti bahwa caffeine meningkatkan risiko kanker payudara. Bagaimanapun, pada wanita-wanita dengan kondisi payudara fibrocystic, mungkin pembatasan caffeine masih bermanfaat untuk dicoba. (Catat bahwa kopi bukan satu-satunya sumber dari caffeine. Teh, chocolate, dan minuma-minuman ringan tertentu juga mengandung caffeine). Tidak ada ruginya dalam mencoba penghindaran caffeine, dan mungkin ada manfaat untuk beberapa pasien-pasien kondisi payudara fibrocystic.

Pada saat ini, ada banyak bukti tidak langsung bahwa faktor-faktor makanan dan hormon dapat mempengaruhi kondisi payudara fibrocystic dan risiko kanker payudara yang berhubungan dengannya. Tetap, hubungan pasti antara faktor-faktor makanan dan kondisi payudara fibrocystic masih belum ditegakkan.



Alat Steril Botol Susu Bayi