(Mesin Pencari Google)
Fainting (Syncope)
Atau Pingsan
Introduksi Fainting (Syncope) Atau Pingsan
Fainting, "blacking out"; atau syncope atau pingsan adalah kehilangan sementara kesadaran yang diikuti oleh kembalinya kesadaran sepenuhnya. Kehilangan kesadaran mungkin ditemani oleh kehilangan kekuatan otot yang dapat berakibat pada kejatuhan atau terjungkir. Untuk mengerti lebih baik mengapa fainting dapat terjadi, adalah berguna untuk menjelaskan mengapa seseorang sadar atau terjaga.
Otak mempunyai banyak bagian-bagian, termasuk dua hemispheres, cerebellum, dan brain stem (batang otak). Otak memerlukan aliran darah untuk menyediakan oksigen dan glucose (gula) pada sel-selnya untuk menopang kehidupan. Supaya tubuh terjaga (sadar), area yang dikenal sebagai reticular activating system yang berlokasi pada batang otak perlu dinyalakan, dan paling sedikit satu hemisphere otak perlu berfungsi. Untuk fainting atau syncope terjadi, salah satu yang berikut yaitu reticular activating system perlu kehilangan suplai darahnya, atau kedua hemispheres otak perlu dicabut darah, oksigen, atau glucose-nya. Jika tingkat-tingkat gula darah adalah normal aliran darah harus diganggu dengan singkat ke seluruh otak atau pada reticular activating system.
Fainting tidak disebabkan oleh trauma kepala, karena kehilangan kesadaran setelah luka kepala dipertimbangkan sebagai concussion (gegar otak). Bagaimanapun, fainting dapat menyebabkan luka jika orang itu jatuh dan melukai dirinya, atau jika pingsan terjadi ketika berpartisipasi pada aktivitas seperti mengemudi kendaraan.
Penyebab Fainting (Syncope) Atau Pingsan
Aliran darah yang berkurang ke otak dapat terjadi karena 1) jantung gagal memompa darah; 2) pembuluh-pembuluh darah tidak mempunyai cukup kekuatan untuk mempertahankan tekanan darah untuk mengantar darah ke otak; 3) tidak ada cukup darah atau cairan didalam pembuluh-pembuluh darah; atau 4) kombinasi dari sebab-sebab satu, dua, atau ketiganya yang diatas.
|