(Mesin Pencari Google)
Erythropoietin (EPO)
dan Tes EPO
Bagaimana Tes Erythropoietin dilakukan ?
Pasien iasanya diminta untuk berpuasa 8-10 jam (semalaman) dan adakalanya berbaring dengan tenang dan santai untuk 20 atau 30 menit sebelun tes. Tes memerlukan suatu contoh darah rutin, yang dikirim ke laboratorium untuk analisa.
Tingkat-Tingkat Normal Erythropoietin
Tingkat-tingkat normal dari erythropoietin berkisar dari 4 sampai 24 mU/ml (miliunit per mililiter).
Tingkat-Tingkat Erythropoietin Abnormal Mengindikasikan Apa ?
Lebih rendah dari nilai-nilai normal erythropoietin terlihat, contohnya, pada anemia yang disebabkan oleh gagal ginjal yang kronis (berkepanjangan).
Tingkat-tingkat erythropoietin yang naik dapat terlihat, contohnya, pada polycythemia rubra vera, suatu kelainan yang dikarakteristikan oleh suatu kelebihan dari sel-sel darah merah.
Interpretasi yang benar dari suatu tingkat erythropoietin yang abnormal tergantung pada situasi klinik tertentu.
Dapatkah Seseorang Tanpa Suatu Penyakit atau Kondisi Medis Mempunyai Suatu Tingkat Erythropoietin Yang Tinggi ?
Ya. Contohnya, erythropoietin telah disalahgunakan sebagai suatu obat yang meningkatkan prestasi pada olahragawan-olahragawan seperti pembalap-pembalap sepeda (di Tour de France), pelari-pelari jarak jauh, pelari-pelari skat, dan pemain-pemain ski Nordic (cross-country). Jika disalahgunakan pada jenis situasi-situasi ini, erythropoietin diperkirakan adalah terutama bahaya (mungkin karena dehidrasi yang disebabkan oleh latihan yang berat dapat lebih jauh meningkatkan kekentalan (viscosity) dari darah, menaikan risiko untuk seranga-serangan jantung dan stroke-stroke). Erythropoietin telah dilarang oleh organisasi-organisasi Tour de France, Olympics, dan olahraga-olahraga lain.
Apakah Erythropoietin Tersedia Sebagai Suatu Obat Yang Diresepkan ?
Ya. Menggunakan teknologi recombinant DNA, erythropoietin telah dihasilkan secara sintesis untuk penggunaan sebagai suatu perawatan untuk orang-orang dengan tipe-tipe tertentu dari anemia. Erythropoietin dapat digunakan untuk membetulkan anemia dengan menstimulasi produksi sel darah merah di sumsum tulang pada kondisi-kondisi ini. Obatnya dikenal sebagai epoetin alfa (Epogen, Procrit). Ia dapat diberikan sebagai suatu suntikan secara intravena atau secara subkutan (dibawah kulit).
Penggunaan-Penggunaan Klinik dari Erythropoietin
Erythropoietin [epoetin alfa (Epogen, Procrit)] digunakan dalam banyak pemasangan-pemasangan klinik. Penggunaan yang paling umum adalah pada orang-orang dengan anemia yang berhubungan dengan kelainan fungsi (disfungsi) ginjal. Ketika ginjal-ginjal tidak berfungsi secara benar, mereka menghasilkan lebih sedikit daripada jumlah-jumlah yang normal dari erythropoietin, yang dapat menjurus pada produksi sel darah merah yang rendah, atau anemia. Oleh karenanya, dengan menggantikan erythropoietin dengan suatu suntikan dari erythropoietin sintetik, anemia yang berhubungan dengan penyakit ginjal mungkin dapat dirawat. Sekarang ini, Epogen atau Procrit adalah suatu bagian standar dari terapi pada pasien-pasien dengan penyakit ginjal yang memerlukan dialysis untuk keduanya merawat dan mencegah anemia.
Penggunaan-penggunaan lain dari erythropoietin mungkin termasuk perawatan dari anemia yang berhubungan dengan pengobatan AZT (digunakan untuk merawat AIDS) dan anemia yang berhubungan dengan kanker.
|