(Mesin Pencari Google)





Epilepsy

(Seizure Disorder)



Mencegah Epilepsy

Banyak kasus-kasus dari epilepsy dapat dicegah dengan memakai sabuk-sabuk pengaman (seatbelts) dan helmet-helmet motor, menaruh anak-anak pada car seats, dan tindakan-tindakan lain yang mencegah luka kepala dan trauma lain. Meresepkan obat setelah seizure-seizure pertama atau kedua atau febrile seizures juga mungkin membantu mencegah epilepsy pada beberapa kasus-kasus. Perawatan prenatal (sebelum kelahiran) yang baik, termasuk perawatan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan infeksi-infeksi selama kelahiran, dapat mencegah kerusakan otak pada bayi yang sedang berkembang yang mungkin menjurus pada epilepsy dan persoalan-persoalan neurological lain kemudian hari. Merawat penyakit kardiovaskular, tekanan darah tinggi, infeksi-infeksi, dan penyakit-penyakit lain yang dapat mempengaruhi otak selama masa dewasa dan menua juga mungkin mencegah banyak kasus-kasus dari epilepsy. Akhirnya, mengidentifikasi gen-gen untuk banyak penyakit-penyakit neurological dapat menyediakan kesempatan-kesempatan untuk penyaringan genetik (genetic screening) dan diagnosis sebelum kelahiran yang mungkin akhirnya mencegah banyak kasus-kasus dari epilepsy.

Merawat Epilepsy

Diagnosis yang akurat dari tipe epilepsy yang seseorang punya adalah penting sekali untuk menemukan perawatan yang efektif. Ada banyak cara-cara yang berbeda untuk merawat epilepsy. Perawatan-perawatan yang tersedia sekarang ini dapat mengontrol seizure-siezure paling sedikit pada beberapa waktu pada kira-kira 80 persen dari orang-orang dengan epilepsy. Bagaimanapun, 20 persen yang lain -- kira-kira 600,000 orang-orang dengan epilepsy di Amerika -- mempunyai seizure-seizure yang keras kepala (intractable seizures), dan 400,000 lainnya merasa mereka mendapat pembebasan yang tidak cukup dari perawatan-perawatan yang tersedia. Statistik-statistik ini membuat jelas bahwa perawatan-perawatan yang diperbaiki sangat diperlukan.

Dokter-dokter yang merawat epilepsy datang dari banyak bidang-bidang medis yang berbeda. Mereka termasuk neurologists (ahli-ahli syaraf), pediatricians (ahli-ahli penyakit anak-anak), pediatric neurologists (ahli-ahli syaraf anak-anak), internists (ahi-ahli penyakit dalam), dan dokter-dokter keluarga, serta ahli-ahli bedah syaraf (neurosurgeons) dan dokter-dokter yang disebut epileptologists yang berspesialisasi dalam merawat epilepsy. Orang-orang yang memerlukan perawatan yang khusus atau intensif untuk epilepsy mungkin dirawat di pusat-pusat medis yang besar dan klinik-klinik syaraf di rumah sakit atau oleh neurologists di praktek-praktek pribadi. Banyak pusat-pusat perawatan epilepsy berhubungan dengan rumah-rumah sakit universitas yang melakukan penelitian sebagai tambahan pada perawatan medis.

Sekali epilepsy terdiagnosis, adalah penting untuk memulai perawatan sesegera mungkin. Penelitian menyarankan bahwa pengobatan dan perawatan-perawatan lain mungkin adalah kurang berhasil dalam merawat epilepsy sekali seizure-seizure dan konsekwensi-konsekwensi mereka ditegakkan.

Obat-Obat

Pendekatan yang betul-betul paling umum untuk merawat epilepsy adalah meresepkan obat-obat antiepileptic. Obat-obat antiepileptic pertama yang efektif adalah bromides, diperkenalkan oleh dokter Inggris yang bernama Sir Charles Locock pada tahun 1857. Ia mencatat bahwa bromides mempunyai efek menenangkan dan kelihatannya mengurangi seizure-seizure pada beberapa pasien-pasien. Lebih dari 20 obat-obat antiepileptic yang berbeda sekarang ada di pasar, semua dengan manfaat-manfaat dan efek-efek sampingan yang berbeda. Pilihan dari obat mana yang diresepkan, dan pada dosis berapa, tergantung pada banyak faktor-faktor yang berbeda, termasuk tipe dari seizure-seizure yang dipunyai seseorang, gaya hidup dan umur seseorang, berapa sering seizure-seizure terjadi, dan, untuk wanita, kemungkinan bahwa ia akan menjadi hamil. Orang-orang dengan epilepsy harus mengikuti nasehat dokter mereka dan berbagi kekhwatiran-kekhwatiran apa saja yang mungkin mereka punya menyangkut pengobatan mereka.

Dokter-dokter yang melihat pasien dengan epilepsy yang baru saja berkembang seringkali meresepkan pertama carbamazepine, valproate, lamotrigine, oxcarbazepine, atau phenytoin, kecuali epilepsy adalah tipe yang diketahui memerlukan jenis perawatan yang berbeda. Untuk absence seizures, ethosuximide seringkali adalah perawatan utama. Obat-obat lain yang umumnya diresepkan termasuk clonazepam, phenobarbital, dan primidone. Beberapa obat-obat epilepsy yang relatif baru termasuk tiagabine, gabapentin, topiramate, levetiracetam, dan felbamate. Obat-obat lain digunakan dalam kombinasi dengan salah satu dari obat-obat standar atau untuk intractable seizures (seizure-seizure yang keras kepala) yang tidak merespon pada obat-obat lain. Sedikit obat-obat, seperti fosphenytoin, disetujui untuk penggunaan hanya pada setting-setting rumah sakit untuk merawat persoalan-persoalan spesifik seperti status epilepticus (lihat bagian, "Risiko-risiko khusus yang berhubungan dengan Epilepsy"). Untuk orang-orang dengan seizure-seizure parah berulang yang klise yang dapat dengan mudah dikenali oleh keluarga pasien, obat diazepam sekarang tersedia sebagai gel yang dapat dimasukan melalui dubur oleh anggota keluarga. Metode pemberian obat ini mungkin mampu untuk menghentikan seizure-seizure yang berkepanjangan atau berulang sebelum mereka berkembang kedalam status epilepticus.

Untuk kebanyakan orang-orang dengan epilepsy, seizure-seizure dapat dikontrol dengan hanya satu obat pada dosis yang optimal. Menggabungkan obat-obat biasanya memperkuat efek-efek sampingan seperti kelelahan dan nafsu makan yang berkurang, jadi dokter-dokter biasanya meresepkan monotherapy, atau penggunaan hanya satu obat, kapan saja mungkin. Kombinasi-kombinasi dari obat-obat adakalanya diresepkan jika monotherapy gagal untuk secara efektif mengontrol seizure-seizure pasien.

Berapa kali seorang perlu meminum obat setiap hari biasanya ditentukan oleh paruh hidup dari obat, atau waktu yang diperlukan untuk setengah dosis obat untuk dimetaboliskan atau diurai kedalam unsur-unsur lain dalam tubuh. Beberapa obat-obat, seperti phenytoin dan phenobarbital, hanya perlu diminum sekali sehari, sementara yang lainnya seperti valproate harus diminum dua atau tiga kali sehari.

Kebanyakan efek-efek sampingan dari obat-obat antiepileptic adalah relatif minor, seperti kelelahan, kepeningan, atau tambah berat badan. Bagaimanapun, efek-efek sampingan yang parah dan mengancam nyawa seperti reaksi-reaksi alergi dapat terjadi. Pengobatan epilepsy juga mungkin memberikan kecenderungan pada orang-orang untuk mengembangkan depresi atau psychoses. Orang-orang dengan epilepsy harus mengkonsultasikan pada dokter segera jika mereka mengembangkan segala jenis dari ruam ketika dalam pengobatan, atau jika mereka menemukan mereka sendiri tertekan (depresi) atau tidak mampu untuk berpikir dalam cara yang rasional. Tanda-tanda bahaya lain yang harus didiskusikan dengan dokter segera adalah kelelahan yang ekstrem, kagetan atau persoalan-persoalan gerakan lainnya, dan menyatukan kata-kata. Orang-orang dengan epilepsy harus waspada bahwa obat epilepsy mereka dapat berinteraksi dengan banyak obat-obat lain dalam cara-cara yang secara potensial berbahaya. Unutk sebab ini, orang-orang dengan epilepsy harus selalu memberitahu dokter-dokter yang merawat mereka obat-obat apa yang mereka minum. Wanita-wanita harus tahu bahwa beberapa obat-obat antiepileptic dapat mengganggu keefektifan dari kontraseptik-kontraseptik oral, dan mereka harus mendiskusikan kemungkinan ini dengan dokter-dokter mereka.

Karena orang-orang dapat menjadi lebih sensitif pada obat-obat ketika mereka menua, mereka mungkin perlu memeriksakan tingkat-tingkat obat darah mereka sekali-sekali untuk melihat apakah dosisnya perlu disesuaikan. Efek-efek dari pengobatan tertentu juga adakalanya menghilang melalui waktu, menjurus pada peningkatan dalam seizure-seizure jika dosisnya tidak disesuaikan. Orang-orang harus tahu bahwa beberapa buah citrus, terutama grapefruit juice, mungkin mengganggu penguraian dari banyak obat-obat. Ini dapat menyebabkan terlalu banyak obat menumpuk dalam tubuh-tubuh mereka, seringkali memperburuk efek-efek sampingan.

Orang-orang yang mengambil pengobatan epilepsy harus pasti untuk memeriksa dengan dokter mereka dan/atau mencari pendapat medis kedua jika pengobatan mereka tidak tampak bekerja atau jika ia menyebabkan efek-efek sampingan yang tidak diharapkan.

Menyesuaikan dosis dari obat-obat antiepileptic

Ketika seseorang memulai obat epilepsy baru, adalah penting unutk menyesuaikan dosisnya untuk mencapai hasil-hasil yang terbaik. Tubuh-tubuh orang bereaksi pada pengobatan-pengobatan dalam cara-cara yang sangat berbeda dan adakalanya tidak dapat diduga, jadi mungkin memakan beberapa waktu untuk menemukan obat yang benar pada dosis yang benar untuk menyediakan kontrol yang optimal dari seizure-seizure sembari mengecilkan efek-efek sampingan. Obat yang tidak mempunyai efek atau mempunyai efek-efek sampingan yang sangat buruk pada satu dosis mungkin bekerja sangat baik pada dosis yang lain. Dokter-dokter akan biasanya meresepkan dosis yang rendah dari obat yang baru awalnya dan memonitor tingkat-tingkat darah dari obat untuk menentukan kapan dosis yang mungkin terbaik telah dicapai.

Versi-versi generik tersedia untuk banyak obat-obat antiepileptic. Kimia-kimia dalam obat-obat generik adalah tepat sama seperti dalam obat-obat yang bermerek, namun mereka mungkin diserap atau diproses secara berbeda dalam tubuh karena cara mereka disiapkan. Oleh karenanya, pasien-pasien harus selalu memeriksa dengan dokter-dokter mereka sebelum berubah ke versi generik dari pengobatan mereka.

Menghentikan Pengobatan

Beberapa dokter-dokter akan menasehati orang-orang dengan epilepsy untuk menghentikan obat-obat antiepileptic mereka setelah 2 tahun berlalu tanpa seizure. Yang lain merasa adalah lebih baik untuk menunggu 4 sampai 5 tahun. Menghentikan pengobatan harus selalu dilakukan dengan nasehat dan supervisi dokter. Adalah sangat penting untuk meneruskan mengambil pengobatan epilepsy selama yang diresepkan dokter. Orang-orang juga harus bertanya dokter atau apoteker sebelum waktu yang ditetapkan apa yang mereka harus lakukan jika mereka kelupaan atau melalaikan satu dosis. Menghentikan pengobatan tanpa nasehat dokter adalah salah satu dari sebab-sebab utama orang-orang yang telah bebas dari seizure mulai mempunyai seizure-seizure baru. Seizure-seizure yang berakibat dari penghentian pengobatan yang tiba-tiba dapat menjadi sangat serius dan dapat menjurus pada status epilepticus. Lebih jauh, ada beberapa bukti bahwa seizure-seizure yang tidak terkontrol mencetus perubahan-perubahan pada neuron-neuron yang dapat membuatnya lebih sulit untuk merawat seizure-seizure di masa depan.

Kesempatan bahwa seseorang akan akhirnya mampu untuk menghentikan pengobatan bervariasi tergantung pada umur dan tipe epilepsynya. Lebih dari separuh anak-anak yang berjalan kedalam remisi dengan pengobatan dapat akhirnya menghentikan pengobatan mereka tanpa mempunyai seizure-seizure baru. Satu studi menunjukan bahwa 68 persen dari kaum dewasa yang telah bebas dari seizure untuk 2 tahun sebelum menghentikan pengobatan mampu untuk berbuat seperti itu tanpa mepunyai lebih banyak seizure-seizure dan 75 persen dapat dengan penuh sukses menghentikan pengobatan jika mereka telah bebas dari seizure untuk 3 tahun. Bagaimanapun, rintangan dari menghentikan pengobatan dengan penuh sukses adalah tidak sebaik untuk orang-orang dengan sejarah epilepsy keluarga, mereka yang memerlukan beragam pengobatan, mereka yang dengan focal seizures, dan mereka yang terus menerus mempunyai hasil-hasil EEG yang abnormal ketika sedang pada pengobatan.

Operasi

Ketika seizure-seizure tidak dapat cukup dikontrol dengan pengobatan-pengobatan, dokter-dokter mungkin merekomendasikan bahwa orang itu dievaluasi untuk operasi. Operasi untuk epilepsy dilakukan oleh team-team dari dokter-dokter di pusat-pusat medis. Untuk memutuskan apakah seseorang mungkin mendapat manfaat dari operasi, dokter-dokter mempertimbangkan tipe atau tipe-tipe dari seizure-seizure yang dipunya oleh pasien. Mereka juga mempertimbangkan daerah otak yang terlibat dan berapa penting daerah itu untuk kelakuan sehari-hari. Ahli-ahli bedah biasanya menghindari operasi pada area-area otak yang perlu untuk kemampuan bicara, bahasa, mendengar, atau kemampuan-kemampuan penting lainnya. Dokter-dokter mungkin melakukan tes-tes seperti Wada test (pemasukan obat amobarbital kedalam arteri karotid) untuk menemukan area-area otak yang mengontrol kemampuan bicara dan memori. Mereka seringkali memonitor pasien secara intensif sebelum operasi dalam rangka untuk menunjuk lokasi yang tepat dalam otak dimana seizure-seizure mulai. Mereka juga mungkin menggunakan elektrode-elektrode yang ditanam untuk merekam aktivitas otak dari permukaan otak. Ini menghasilkan informasi yang lebih baik daripada EEG eksternal.

National Institutes of Health consensus conference on surgery untuk epilepsy pada tahun 1990 menyimpulkan bahwa ada tiga kategori-kategoro yang luas dari epilepsy yang dapat dirawat dengan penuh sikses dengan operasi. Ini termasuk focal seizures, seizure-seizure yang mulai sebagai focal seizures sebelum menyebar ke seluruh otak, dan unilateral multifocal epilepsy dengan infantile hemiplegia (seperti Rasmussen's encephalitis). Dokter-dokter umumnya merekomendasikan operasi hanya setelah pasien-pasien telah mencoba dua atautiga pengobatan yang berbeda tanpa sukses, atau jika ada luka otak yang dapat diidentifikasikan--area yang rusak atau disfungsi--yang dipercayai menyebabkan seizure-seizure.

Studi yang dipublikasikan pada tahun 2000 membandingkan operasi pada pengobatan tambahan satu tahun dengan obat-obat antiepileptic pada orang-orang dengan longstanding temporal lobe epilepsy. Hasil-hasil menunjukan bahwa 64 persen dari pasien-pasien yang menerima operasi menjadi bebas seizure, dibandingkan dengan 8 persen dari mereka yang berlanjut dengan hanya pengobatan. Karena studi ini dan bukti yang lain, American Academy of Neurology (AAN) sekarang merekomendasikan operasi untuk TLE jika obat-obat antiepileptic tidak efektif. Bagaimanapun, studi dan petunjuk-petunjuk AAN tidak menyediakan petunjuk pada berapa lama seizure-seizure harus terjadi, berapa parah mereka seharusnya, atau berapa banyak obat-obat harus dicoba sebelum operasi dipertimbangkan. Studi nasional sekarang dalam perjalanan untuk menentukan berapa segera operasi untuk TLE harus dilakukan.

Jika seseorang dipertimbangkan sebagai calon yang baik untuk operasi dan mempunyai seizure-seizure yang tidak dapat dikontrol dengan pengobatan yang tersedia, ahli-ahli umumnya setuju bahwa operasi harus dilakukan sedini mungkin. Ia dapat menjadi sulit untuk seseorang yang telah mempunyai seizure-seizure tahunan untuk sepenuhnya mengadaptasi kembali pada kehidupan yang bebas seizure jika operasinya sukses. Orang itu mungkin tidak pernah mempunyai kesempatan untuk mengembangkan ketidaktergantungan, dan ia mungkin telah mempunyai kesulitan-kesulitan dengan sekolah dan pekerjaan yang dapat telah dihindari dengan perawatan yang lebih dini. Operasi harus selalu dilakukan dengan dukungan dari ahli-ahli dan penasihat-penasihat rehabilitasi yang dapat membantu orang itu menangani banyak hal-hal psikologi, sosial, dan pekerjaan yang ia mungkin hadapi.

Sementara operasi dapat secara signifkan mengurangi atau bahkan menghentikan seizure-seizure untuk beberapa orang-orang, adalah penting untuk mengingat bahwa segala jenis operasi membawa beberapa jumlah risiko (biasanya kecil). Opersi untuk epilepsy tidak selalu sukses mengurangi seizure-seizure dan ia dapat berakibat pada perubahan-perubahan kognitif (teori) atau pribadi, bahkan pada orang-orang yang adalah calon-calon yang sangat baik untuk operasi. Pasien-pasien harus menanyakan ahli-ahli bedah mereka tentang pengalamannya, angka-angka keberhasilan, dan angka-angka komplikasi dengan prosedur yang mereka pertimbangkan.

Bahkan ketika operasi sepenuhnya mengakhiri seizure-seizure seseorang, adalah penting untuk meneruskan mengambil pengobatan seizure untuk beberapa waktu untuk memberikan otak waktu untuk beradaptasi kembali. Dokter-dokter umumnya merekomendasikan pengobatan untuk 2 tahun setelah operasi yang sukses untuk menghindari seizure-seizure baru.

Operasi untuk merawat kondisi-kondisi yang mendasarinya

Pada kasus-kasus dimana seizure-seizure disebabkan oleh tumor otak, hydrocephalus, atau kondisi-kondisi lain yang dapat dirawat dengan operasi, dokter-dokter mungkin mengoperasi untuk merawat kondisi-kondisi yang mendasarinya ini. Pada banyak kasus-kasus, sekali kondisi yang mendasarinya dirawat dengan sukses, seizure-seizure seseorang juga akan menghilang.

Operasi untuk mengeluarkan seizure focus

Tipe operasi yang paling umum untuk epilepsy adalah pengangkatan seizure focus, atau area kecil dari otak dimana seizure-seizure berasal. Tipe operasi ini, dimana dokter-dokter mungkin merujuk sebagai lobectomy atau lesionectomy, adalah tepat hanya untuk focal seizures yang berasal dari hanya satu area dari otak. Pada umumnya, orang-orang mempunyai kesempatan yang lebih baik menjadi bebas seizure setelah operasi jika mereka mempunyai seizure focus yang kecil dan dirumuskan dengan baik. Lobectomies mempunyai 55-70 persen angka sukses jika tipe epilepsy dan seizure focus dirumuskan dengan baik. Tipe lobectomy yang paling mum adalah temporal lobe resection, yang dilakukan untuk orang-orang dengan temporal lobe epilepsy. Temporal lobe resection menjurus pada pengurangan yang signifikan atau penghentian sepenuhnya dari seizure-seizure kira-kira 70-90 persen dari waktu.

Multiple subpial transection

Ketika seizure-seizure berasal dibagian otak yang tidak dapat dikeluarkan, ahli-ahli bedah mungkin melakukan prosedur yang disebut multiple subpial transection. Pada tipe operasi ini, yang telah secara umum dilakukan sejak tahun 1989, ahli-ahli bedah membuat rentetan potongan-potongan yang didisain untuk mencegah seizure-seizure menyebar kedalam bagian-bagian lain dari orak sementara meninggalkan kemampuan-kemapuan normal seseorang tetap utuh. Kira-kira 70 persen dari paasien-pasien yang menjalani multiple subpial transection mempunyai perbaikan yang memusakan dalam kontrol seizure.

Corpus callosotomy

Corpus callosotomy, atau memotong jaringan dari koneksi-koneksi syaraf antara paruh-paruh kanan dan kiri, atau hemispheres, dari otak, dilakukan terutama pada anak-anak dengan seizure-seizure yang parah yang mulai pada satu paruh dan menyebar ke sisi lain. Corpus callosotomy dapat mengakhiri serangan-serangan jatuh dan seizure-seizure umum lain. Bagaimanapun, prosedur tidak menghentikan seizure-seizure di sisi otak dimana mereka berasal, dan focal seizures ini mungkin bahkan meningkat setelah operasi.

Hemispherectomy dan hemispherotomy

Prosedur-prosedur ini mengangkat separuh dari cortex otak, atau lapisan luar. Mereka digunakan sebagian besar pada anak-anak yang mempunyai seizure-seizure yang tidak merespon pada pengobatan karena kerusakan yang melibatkan hanya separuh otak, seperti terjadi dengan kondisi-kondisi seperti Rasmussen's encephalitis, Sturge-Weber syndrome, dan hemimegencephaly. Sementara tipe operasi ini adalah sangat radikal dan dilakukan hanya sebagai usaha terakhir, anak-anak seringkali sembuh sangat baik dari prosedur, dan seizure-seizure mereka biasanya hilang bersamaan. Dengan rehabilitasi yang keras, mereka seringkali mendapatkan kembali hampir kemampuan-kemampuan normalnya. Karena kesempatan dari kesembuhan sepenuhnya adalah terbaik pada anak-anak muda, hemispherectomy harus dilakukan sedini mungkin pada kehidupan anak. Ia jarang dilakukan pada anak-anak yang lebih tua dari umur 13 tahun.

Alat-Alat

Stimulator syaraf vagus disetujui oleh U.S. Food and Drug Administration (FDA) pada tahun 1997 untuk penggunaan pada orang-orang dengan seizure-seizure yang tidak terkontrol dengan baik dengan pengobatan. Stimulator syaraf vagus adalah alat yang dijalankan dengan baterei yang melalui operasi ditanamkan dibawah kulit dada, seperti pacemaker, dan dipasang pada syaraf vagus pada leher bagia bawah. Alat ini mengantarkan ledakan-ledakan singkat dari energi elektrik ke otak malalui syaraf vagus. Rata-rata, stimulasi ini mengurangi seizure-seizure kira-kira 20 - 40 persen. Pasien-pasien biasanya tidak dapat menghentikan pengobatan epilepsy karena stimulator, namun mereka seringkali mengalami lebih sedikit seizure-seizure dan mereka mungkin mampu untuk mengurangi dosis dari pengobatan mereka. Efek-efek sampingan dari stimulator syaraf vagus umumnya adalah ringan namun mungkin termasuk keparauan (suara), sakit telinga, sakit tenggorokan, atau mual. Menyesuaikan jumlah stimulasi dapat biasanya mengeliminasi kebanyakan efek-efek sampingan, meskipun keparauan secara khas bertahan. Baterei-baterei pada stimulator syaraf vagus perlu diganti kira-kira sekali setiap 5 tahun; ini memerukan operasi minor yang biasanya dapat dilakukan sebagai prosedur pasien rawat jalan.

Beberapa alat-alat baru mungkin menjadi tersedia untuk epilepsy di masa depan. Peneliti-peneliti sedang mempelajari apakah transcranial magnetic stimulation (TMS), prosedur yang menggunakan magnet yang kuat yang dipegang diluar kepala untuk mempengaruhi aktivitas otak, mungkin mengurangi seizure-seizure. Mereka juga berharap untuk mengembangkan alat-alat yang dapat ditanam yang dapat mengantar obat-obat ke bagian-bagian spesifik dari otak.

Diet

Studi-studi telah menunjukan bahwa, pada beberapa kasus-kasus, anak-anak mungkin mengalami lebih sedikit seizure-seizure jika mereka mempertahankan diet yang ketat yang kaya lemaknya dan rendah karbohidratnya. Diet yang tidak biasa ini, yang disebut ketogenic diet, menyebabkan tubuh untuk menguraikan lemak-lemak sebagai gantinya karbohidrat-karbohidrat untuk kelangsungan hidup. Kondisi ini disebu ketosis. Satu studi dari 150 anak-anak yang seizure-seizurenya terkontrol dengan buruk dengan pengobatan menemukan bahwa kira-kira seperempat dari anak-anak mempunyai 90 persen atau lebih baik pengurangan dalam seizure-seizure dengan ketogenic diet, dan setengah lain dari kelompok mempunyai 50 persen atau lebih baik pengurangan dalam seizure-seizure mereka. Lebih dari itu, beberapa anak-anak dapat menghentikan ketogenic diet setelah beberapa tahun dan tetap bebas seizure. Ketogenic diet adalah tidak mudah untuk dipertahankan, karena ia memerlukan kesetiaan yang ketat pada lingkup makanan yang tidak biasa dan terbatas. Efek-efek sampingan yang mungkin termasuk pertumbuhan yang terlambat yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi dan penumpukan dari asam urat (uric acid) dalam darah, yang dapat menjurus pada batu-batu ginjal. Orang-orang yang mencoba ketogenic diet harus mencari petunjuk dari ahli diet untuk memastikan bahwa ia tidak menjurus pada kekurangan nutrisi yang serius.

Peneliti-peneliti tidak yakin bagaimana ketosis menghalangi seizure-seizure. Satu studi menunjukan bahwa produk sampingan (byproduct) dari ketosis yang disebut beta-hydroxybutyrate (BHB) menghalangi seizure-seizure pada hewan-hewan. Jika BHB juga bekerja pada manusia, peneliti-peneliti mungkin akhirnya mampu untuk mengembangkan obat-obat yang meniru efek-efek yang menghalangi seizure dari ketogenic diet.

Strategi-Strategi Perawatan Lain

Peneliti-peneliti sedang mempelajari apakah biofeedback -- strategi dimana individu-individu belajar untuk mengontrol gelombang-gelombang otak mereka sendiri -- mungkin bermanfaat dalam mengontrol seizure-seizure. Bagaimanapun, tipe terapi ini adalah kontroversial dan kebanyakan studi-studi telah menunjukan hasil-hasil yang tidak memberikan semangat. Mengambil dosis-dosis yang besar dari vitamin-vitamin umumnya tidak membantu seizure-seizure seseorang dan mungkin bahkan merugikan pada beberapa kasus-kasus. Namun diet yang baik dan beberapa suplemen-suplemen vitamin, terutama folic acid, mungkin membantu mengurangi beberapa kerusakan-kerusakan kelahiran dan kekurangan-kekurangan nutrisi yang berhubungan dengan pengobatan. Penggunaan dari suplemen-suplemen yang bukan vitamin seperti melatonin adalah kontroversial dan dapat menjadi penuh risiko. Satu studi menunjukan bahwa melatonin mungkin mengurangi seizure-seizure pada beberapa anak-anak, sementara yang lain menemukan bahwa risiko dari seizure-seizure meningkat dengan dapat diukur dengan melatonin. Kebanyakan suplemen-suplemen bukan vitamin seperti yang ditemukan pada toko-toko makanan sehat tidak diatur oleh FDA, jadi efek-efek benar mereka dan interaksi-interaksi mereka dengan obat-obat lain sebagian besar tidak diketahui.



Alat Steril Botol Susu Bayi