(Mesin Pencari Google)
Encephalopathy
Mendiagnosa Encephalopathy
Diagnosis dari encephalopathy biasanya dilakukan dengan tes-tes klinik yang dilakukan selama pemeriksaan fisik (tes-tes status mental, tes-tes memori, tes-tes koordinasi) yang mendokumentasikan keadaan mental yang berubah. Dengan kebanyakan kasus-kasus, penemuan-penemuan pada tes-tes klinik mendiagnosa atau menganggap mendiagnosa encephalopathy. Biasanya, diagnosis terjadi ketika keadaan mental yang berubah menemani diagnosis primer yang lain seperti penyakit hati kronis, gagal ginjal, anoxia, atau banyak diagnosa-diagnosa lainnya.
Dengan konsekwen, dokter-dokter mungkin menggunakan beberapa tes-tes yang berbeda pada saat yang bersamaan untuk mendiagnosa keduanya kondisi primer (penyebab dari encephalopathy) dan encephalopathy sendiri. Pendekatan pada diagnosis ini dilakukan oleh kebanyakan dokter-dokter, karena banyak dokter-dokter memandang encephalopathy sebagai komplikasi yang terjadi karena persoalan kesehatan utama yang mendasarinya. Tes-tes yang paling sering digunakan didaftar dibawah dengan beberapa dari penyebab-penyebab primer utama tes-tes mungkin membantu mendiagnosa:
- Pemeriksaan darah komplit atau complete blood count atau CBC (infeksi-infeksi, kehilangan darah)
- Tekanan darah (tekanan darah tinggi atau tekanan darah rendah)
- Tes-tes metabolik (tingkat-tingkat darah dari elektrolit-elektrolit, glucose, lactate, ammonia, oksigen, dan tingkat-tingkat enzim hati)
- Obat-obat atau tingkat-tingkat racun (alkohol, cocaine, amphetamines, dan banyak lain-lainnya)
- Pembiakan-pembiakan dan analisa-analisa darah dan cairan tubuh (infeksi-infeksi dari banyak tipe-tipe)
- Creatinine (fungsi ginjal)
- CT dan MRI scans (pembengkakan otak, kelainan-kelainan anatomi, infeksi-infeksi)
- Doppler ultrasound (aliran darah yang abnormal ke jaringan-jaringan, abscesses)
- Encephalogram atau EEG (kerusakan otak, pola-pola gelombang otak yang abnormal)
- Auto-antibody analysis (dementia yang disebabkan oleh antibodi-antibodi yang menghancurkan neuron-neuron)
Daftar ini belum selesai (habis), dan tidak semua dari tes-tes diatas perlu dilakukan untuk mencapai diagnosis; pengujian khusus biasanya diperintahkan oleh dokter yang merawat menurut gejala-gejala dan sejarah dari pasien.
|