(Mesin Pencari Google)





Edema



Definisi Idiopathic Edema

Idiopathic edema adalah pitting edema dari sebab yang tidak diketahui yang terjadi terutama pada wanita-wanita pre-menopause yang tidak mempunyai bukti dari penyakit jantung, hati, atau ginjal. Pada kondisi ini, penahanan cairan pertama mungkin terlihat terutama pre-menstrually (tepat sebelum menstruasi), yang adalah mengapa ia adakalanya disebut "cyclical" edema. Bagaimanapun, ia dapat menjadi persoalan yang lebih tetap dan parah.

Pasien-pasien dengan idiopathic edema seringkali mengambil diuretics untuk mengurangi edema dalam rangka untuk mengurangi ketidaknyamanan dari kembung dan pembengkakan. Secara bertentangan, bagaimanapun, edema pada kondisi ini dapat menjadi lebih persoalan setelah penggunaan dari diuretics. Pasien-pasien dapat mengembangkan penahanan cairan sebagai fenomena yang memantul kembali setiap waktu mereka menghentikan diuretics. Adalah penting untuk berbicara pada dokter anda sebelum menggunakan segala diuretics.

Pasien-pasien denga idiopathic edema nampak mempunyai kebocoran dalam kapiler-kapiler (pembuluh-pembuluh darah peripheral kecil yang menghubungkan arteri-arteri dengan vena-vena) sehingga cairan lewat dari pembuluh-pembuluh darah kedalam ruang interstitial yang mengelilingi. Jadi, pasien dengan idiopathic edema mempunyai volume darah yang berkurang, yang menjurus pada reaksi yang khas dari penahanan garam oleh ginjal-ginjal.

  • Edema leg (kaki) pada pasien-pasien ini dilebih-lebihkan dalam posisi berdiri, karena edema cenderung untuk berakumulasi pada bagian-bagian tubuh yang dekat dengan tanah pada saat itu.
  • Paien-pasien ini seringkali mempunyai edema sekitar mata-mata (periorbital edema) pada pagi hari karena cairan edema berakumulai selama malam hari sekitar mata-mata mereka ketika mereka tidur terbaring rata.

Berlawanan dengannya, edema sekitar mata-mata tidak cenderung berkembang pada pasien-pasien cardiac yang mempertahankan kepala-kepala mereka terangkat pada malam hari karena sesak napas ketika mereka berbaring rata. Pasien-pasien ini secara karakteristik mengalami jumlah-jumlah yang bervariasi dari edema pada bagian-bagian yang berbeda dari tubuh pada waktu hari berbeda.

Pasien-pasien dengan idiopathic edema seringkali menjadi tergantung pada diuretics, dan ketergantungan ini seirngkali sulit untuk dipotong. Periode sepanjang tiga minggu lepas dari diuretics mungkin diperlukan untuk memutus siklus ketergantungan. Penarikan dari diuretics mungkin menjurus pada penahanan cairan yang menghasilkan ketidaknyamanan dan pembengkakan utama. Lebih jauh, ada risiko-risiko yang tertentu yang berhubungan dengan penggunaan diuretics yang berkepanjangan pada individu-individu ini, yang dipersulit oleh kecenderungan untuk meningkatkan dosis-dosis dari diuretics.

Sebagai akibat dari penggunaan dan penyalahgunaan diuretic yang kronis, pasien-pasien mungkin mengembangkan:

  • kekurangan potassium,
  • pengurangan volume darah dalam pembuluh-pembuluh darah, dan
  • kekurangan atau gagal ginjal.

Efek-efek sampingan lain dari diuretics termasuk:

  • gula darah tinggi (diabetes),
  • asam urat tinggi (gout),
  • kejang-kejang otot, payudara-payudara yang peka dn membesar (gynecomastia), dan
  • pancreatitis (peradangan dari pankreas).

Meskipun penarikan dari diuretics adalah faktor yang paling penting dalam merawat paasien-pasien ini, obat-obat lain telah digunakan untuk mencoba mengecilkan penahanan cairan. Obat-obat ini termasuk ACE inhibitors, amphetamines dosis rendah, ephedrine, bromocriptine (Parlodel), atau levodopa-carbidopa (Sinemet) dalam kombinasi. Bagaimanapun, keefektifan-keefektifan mereka adalah tidak menentu dan efek-efek sampingan dari obat-obat ini mungkin terjadi. Contohnya, hipotensi (tekanan darah rendah) mungkin terlihat dengan penggunaan dari ACE inhibitors, terutama jika pasien juga meminum diuretics.



Alat Steril Botol Susu Bayi