(Mesin Pencari Google)





DYSPEPSIA

(Gangguan Pencernaan)



Smooth muscle relaxants

Obat-obat yang paling luas dipelajari untuk perawatan nyeri perut pada kelainan-kelainan fungsional adalah kelompok obat-obat yang disebut smooth-muscle relaxants.

Saluran pencernaan terutama tersusun dari tipe otot yang disebut smooth muscle. (Berlawanan dengannya, otot-otot kerangka seperti bisep-bisep tersusun dari tipe otot yang disebut striated muscle atau otot-otot bergaris). Obat-obat smooth muscle relaxant mengurangi kekuatan kontraksi dari otot-otot halus (smooth muscles) namun tidak mempengaruhi konraksi dari tipe-tipe otot-otot lain. Mereka digunakan pada kelainan-kelainan fungsional, terutama IBS, dengan asumsi (tidak terbukti) bahwa kontraksi-kontraksi yang kuat dan berkepanjangan dari otot-otot halus (smooth muscles) pada usus kecil - kejang-kejang - adalah penyebab dari nyeri pada kelainan-kelainan fungsional. Bahkan ada smooth muscle relaxants yang ditempatkan dibawah lidah, seperti dengan nitroglycerin untuk angina, sehingga mereka mungkin diserap secara cepat.

Tidak ada cukup studi-studi dari smooth muscle relaxants pada dyspepsia untuk menyimpulkan bahwa mereka adalah efektif pada pengurangan nyeri. Karena efek-efek sampingan mereka adalah sedikit, obat-obat ini kemungkinan adalah berharga untuk dicoba. Seperti dengan semua obat-obat yang diberikan untuk mengontrol gejala-gejala, pasien-pasien seharusnya mengevaluasi secara hati-hati apakah smooth muscle relaxant yang mereka gunakan adalah efektif atau tidak pada pengontrolan gejala-gejala. Jika ia tidak efektif secara jelas, opsi (pilihan) untuk menghentikan relaxant harus didiskusikan dengan seorang dokter.

Smooth muscle relaxants yang umum digunakan adalah hyoscyamine (contohnya, Levsin) dan methscopolamine (contohnya, Pamine). Obat-obat lain menggabungkan smooth muscle relaxants dengan obat penenang (contohnya, Donnatal), namun tidak ada bukti bahwa tambahan dari obat-obat penenang menambah keefektifan perawatan.

Pendekatan Yang Layak Pada Diagnosis Dan Perawatan Dyspepsia

Pendekatan awal pada dyspepsia, apakah itu perawatan atau pengujian, tergantung pada umur pasien, gejala-gejala dan durasi (lamanya) gejala-gejala. Jika pasien lebih muda dari 50 tahun umurya dan penyakit serius, terutama kanker, adalah tidak mungkin, pengujian adalah kurang penting. Jika gejala-gejala adalah khas untuk dyspepsia dan telah hadir bertahun-tahun tanpa perubahan, maka adalah lebih sedikit keperluan untuk pengujian, atau paling sedikit pengujian yang ekstensif, untuk mengeluarkan penyakit-penyakit pencernaan dan bukan pencernaan lain.

Pada sisi lain, jika gejala-gejala timbul baru-baru ini (minggu-minggu atau bulan-bulan), memperburuk secara progresif, berat/parah, atau berhubungan dengan tanda-tanda "peringatan", maka pengujian awal yang lebih ekstensif adalah tepat. Tanda-tanda peringatan termasuk kehilangan berat badan, bangun ditengah malam, darah pada feces (tinja) atau material yang dimuntahkan (vomitus), dan tanda-tanda peradangan, seperti demam atau kepekaan perut. Pengujian juga adalah tepat jika, sebagai tambahan pada gejala-gejala dyspepsia, ada gejala-gejala menyolok lain yang tidak umum dikaitkan dengan dyspepsia.

Jika ada gejala-gejala yang menyarankan kondisi-kondisi yang lain daripada dyspepsia, tes-tes yang adalah spesifk untuk penyakit-penyakit ini harus dilakukan pertama-tama. Sebabnya adalah bahwa jika tes-tes lain ini menyingkapkan penyakit-penyakit lain, mungkin adalah tidak perlu melakukan pengujian tambahan. Contoh-contoh dari gejala-gejala semacam ini dan pengujian yang mungkin termasuk:

  • Muntah: endoskopi pencernaan bagian atas untuk mendiagnosa peradangan atau penyakit-penyakit yang menghalangi; studi-studi pengosongan lambung dan/atau electrogastrography untuk mendiagnosa pengosongan lambung yang terganggu.
  • Penggelembungan perut dengan atau tanpa gas dalam perut yang meningkat: x-rays pencernaan bagian atas dan usus kecil untuk mendiagnosa penyakit-penyakit yang menghalangi; tes pernapasan hidrogen untuk mendiagnosa pertumbuhan bakteri yang berlebihan dari usus kecil.

Untuk seorang pasien dengan gejala-gejala khas dyspepsia yang memerlukan pengujian untuk mengeluarkan penyakit-penyakit lain, papan screening standar dari tes-tes darah akan selayaknya dimasukkan. Tes-tes ini mungkin mengungkap petunjuk-petunjuk pada penyakit-penyakit bukan pencernaan. Pengujian feces yang sensitif (antigen/antibodi) untuk Giardia lamblia akan layak karena infeksi parasit ini adalah umum dan dapat menjadi akut atau kronis. Beberapa dokter-dokter melakuan uji darah untuk penyakit celiac (seriawan), namun nilai dari berbuat ini adalah tidak jelas. Lagi pula, jika suatu EGD direncanakan, biopsi-biopsi dari duodenum biasaya akan membuat diagnosis dari penyakit celiac. X-ray perut yang sederhana mungkin dilakukan sewaktu episode nyeri perut (untuk mencari halangan atau rintangan dari usus kecil). Pengujian untuk ketidaktoleranan lactose atau percobaan dari diet yang bebas lactose yang ketat harus dipertimbangkan. Pertimbangan secara klnik dari dokter harus menentukan tingkatan dimana pengujian awal adalah tepat.

Sekali pengujian telah dilakukan pada tingkat yang tepat untuk situasi klinis, adalah layak untuk pertama mencoba suatu percobaan terapis dari penekanan asam lambung untuk melihat apakah gejala-gejala membaik. Percobaan macam ini mungkin harus melibatkan PPI (proton pump inhibitor) untuk 8 sampai 12 minggu. Jika tidak ada respon yang jelas dari gejala-gejala, opsi-opsinya kemudian adalah untuk menghentikan PPI atau mengkonfirmasikan keefektifannya dalam menekan asam dengan pengujian asam 24 jam. Jika ada pengurangan yang jelas dan substansial dari gejala-gejala dengan PPI, maka keputusan-keputusan perlu dibuatu tentang meneruskan penekanan asam dan obat-obat yang mana yang digunakan.

Pendekatan secara terapi lain adalah untuk menguji infeksi Helicobacter pylori dari lambung (dengan tes-tes darah, napas atau feces) dan untuk merawat pasien-pasien dengan infeksi untuk membasmi infeksi. Adalah mungkin perlu untuk menguji ulang pasien-pasien setelah perawatan untuk membuktikan bahwa perawatan telah secara efektif membasmi infeksi, terutama jika gejala-gejala dyspepsia tetap berlangsung atau bertahan setelah perawatan.

Jika perawatan dengan suatu PPI telah dengan memuaskan menekan asam menurut pengujian ph (atau penekanan asam masih belum diukur) dan namun gejala-gejala masih belum membaik, adalah layak untuk melakukan pengujian lebih jauh seperti digambarkan diatas. Esophago-gastro-duodenoscopy, atau EGD, (dan kemungkinan kolonoskopi) adalah pertimbangan berikutnya, mungkin dengan biopsi-biopsi berkali-kali dari lambung dan duodenum (dan kolon jika kolonoskopi dilakukan). Akhirnya, x-rays usus kecil dan pemeriksaan ultrasound dari kantong empedu mungkin dilakukan. Pemeriksaan ultrasound, CT scan, atau MRI scan perut dapat mengeluarkan penyakit-penyakit bukan pencernaan. Sekali pengujian yang tepat telah diselesaikan, percobaan-percobaan empiris dari obat-obat lain (contohnya, smooth muscle relaxants, obat-obat psikotropik, dan obat-obat promotility) dapat dilakukan. Percobaan empiris dari obat adalah percobaan yang tidak berdasarkan pada pengertian dari penyebab gejala-gejala yang tepat.

Jika semua dari pengujian yang tepat mengungkapkan tidak ada penyakit yang dapat menyebabkan gejala-gejala dan gejala-gejala dyspepsia telah tidak merespon pada perawatan-perawatan empiris, tes-tes lain yang lebih khusus harus dipertimbangkan. Tes-tes ini termasuk pengujian pernapasan hidrogen untuk mendiagnosa pertumbuhan bakteri yang berlebihan dari usus kecil, studi-studi pengosongan lambung, EGG, studi-studi transit usus kecil, dan studi-studi antro-duodenal motility dan barostatic. Studi-studi khusus ini mungkin harus dilakukan di pusat-pusat yang mempunyai pengalaman dan keahlian dalam mendiagnosa dan merawat penyakit-penyakit fungsional.

Masa Depan Untuk Dyspepsia

Masa depan dari dyspepsia akan tergantung pada peningkatan pengetahuan kita tentang proses-proses (mekanisme-mekanisme) yang menyebabkan dyspepsia. Mendapatkan pengetahuan ini, pada gilirannya, tegantung pada pembiayaan penelitian. Karena kesulitan-kesulitan dalam melaksankan penelitian pada dyspepsia, pengetahuan ini tidak akan datang secara cepat. Hingga kita mempunyai pengertian dari mekanisme-mekanisme dyspepsia, perawatan-perawatan lebih baru akan didasarkan pada perkembangan kita atas pengertian yang lebih baik dari kontrol yang normal dari fungsi pencernaan, yang meneruskan lebih cepat. Secara spesifik, ada perhatian yang hebat pada neurotransmitter-neurotransmitter usus kecil, yang adalah bahan-bahan kimia yang digunakan oleh syaraf-syaraf usus kecil untuk saling berkomunikasi. Interaksi-interaksi dari neurotransmitter-neurotransmitter bertanggung jawab untuk penyesuaian fungsi-fungsi dari usus-usus kecil, seperti kontraksi otot-otot dan pengeluaran cairan dan lendir.

5-hydroxytriptamine (5-HT atau serotonin) adalah neurotransmitter yang menstimulasi beberapa receptor-receptor yang berbeda pada syaraf-syaraf dalam usus kecil. Contoh-contoh dari obat-obat percobaan yang mempengaruhi transmisi syaraf (neurotransmission) usus kecil adalah sumatriptan (Imitrex) dan buspirone. Obat-obat ini dipercayai mengurangi kemampuan reaksi (kepekaan) dari syaraf-syaraf sensor pada apa yang sedang terjadi didalam usus kecil dengan melekat pada 5-HT receptor tertentu, 5-HT1 receptor. Obat-obat 5-HT1 receptor, bagaimanapun, telah menerima hanya studi yang minimal sejauh ini dan peran mereka pada perawatan dyspepsia, jika ada, tidak diketahui.



Alat Steril Botol Susu Bayi