(Mesin Pencari Google)
Kepeningan (Dizziness)
Introduksi Pada Dizziness (Merasa Pusing)
Kepeningan (Dizziness) adalah salah satu dari gejala-gejala yang paling umum yang akan mendorong seseorang untuk mengunjungi dokter. Isitlah dizzy/pening (atau dizziness/kepeningan) dapat menjadi sulit untuk didefinisikan karena ia dapat berarti hal-hal yang berbeda pada orang-orang yang berbeda. Apakah merasa pening/pusing merujuk pada mabuk, perasaan lemah dan hampir pingsan, atau ia merujuk pada vertigo (dimana ruangan atau orang nampaknya berputar)?
Kepeningan seringkali disebabkan oleh berkurangnya suplai darah pada otak, sementara vertigo disebabkan oleh gangguan-gangguan dari telinga bagian dalam dan pusat-pusat keseimbangan dari otak.
Adalah perlu bagi pasien-pasien dan dokter-dokter untuk bekerja sama untuk mengerti gejala-gejala spesifik yang seorang pasien sedang mengalaminya dalam rangka membuat diagnosis dan perawatan yang benar.
Beberapa Penyebab-Penyebab Umum Dari Kepeningan (Dizziness)
Sementara menggolongkan kepeningan kedalam kategori-kategori fisiologi mungkin membantu mengerti bagaimana tubuh bekerja, adakalanya bermanfaat untuk meninjau ulang sebab-sebab yang umum mengapa orang-orang mungkin mengeluh kepeningan.
Kepeningan, dan rasa pingsan adalah keluhan yang umum pada pasien-pasien yang mempunyai tekanan darah rendah. Ketika tekanan darah terlalu rendah, tidak cukup darah yang kaya oksigen diantar ke otak, dan fungsinya dapat terpengaruh.
Sebagai tambahan pada rasa pening, gejala-gejala yang berhubungan mungkin termasuk:
Tekanan darah rendah dapat sebagai akibat dari persoalan yang mendasarinya. Beberapa sebab-sebab yang umum untuk tekanan darah rendah termasuk yang berikut:
- Anemia (berkurangnya jumlah sel darah merah).
- Perdarahan.
- Dehidrasi (kehilangan air dalam tubuh) seringkali terjadi dengan infeksi-infeksi yang menyebabkan muntah dan diare. Demam juga dapat menyebabkan kehilangan jumlah air yang signifikan yang disebabkan oleh angka metabolik yang meningkat dan berkeringat yang berlebihan ketika tubuh mencoba untuk mendinginkan dirinya.
- Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas yang berhubungan dengan dehidrasi seperti heat cramps, heat exhaustion, atau heat stroke (darurat medis).
- Efek-efek sampingan dari obat-obat tertentu yang digunakan untuk mengontrol tekanan darah dan nadi jantung. Contoh-contoh termasuk:
- beta blockers [propranolol (Inderal, Inderal LA), atenolol (Tenormin), metoprolol, (Lopressor, Toprol XL)], yang menghalangi adrenalin receptors di jantung dan mungkin membatasi nadi jantung untuk meningkat sebagai respon pada perubahan-perubahan dalam posisi.
- Nitroglycerin dan isosorbide mononitrate (Imdur Ismo, Monoket), obat nitroglycerin yang bekerja lama tidak hanya melebarkan pembuluh-pembuluh darah di jantung, namun mungkin juga menyebabkan pembuluh-pembuluh darah lain dalam tubuh untuk membesar dan mampu untuk merespon pada keperluan-keperluan tubuh.
- Diuretics yang dapat menyebabkan dehidrasi.
- ACE inhibitors yang memperlambat nadi jantung, dan
- obat-obat untuk disfungsi ereksi yang dapat membesarkan pembuluh-pembuluh darah.
- Penggunaan alkohol.
- Kehamilan.
|