(Mesin Pencari Google)
Sistim Pencernaan
Stop 4: Usus Besar (Colon), Rektum (Rectum) dan Dubur (Anus)
Usus besar (colon) adalah suatu saluran berotot yang panjangnya lima sampai tujuh kaki yang menghubungkan usus kecil ke rektum. Ia terbentuk dari usus besar yang naik (kanan), usus besar yang melintang (transverse), usus besar yang turun (kiri) dan sigmoid colon, yang menghubungkan ke rektum. Usus buntu (appendix) adalah suatu saluran kecil yang dicantelkan pada usus besar yang naik. Usus besar adalah suatu organ yang sangat khusus yang bertanggung jawab untuk memproses limbah sehingga pengeluaran limbah mudah dan menyenangkan.
Feces, atau limbah yang tertinggal dari proses pencernaan, lewat melalui usus besar dengan bantuan dari peristalsis, pertama dalam suatu kondisi cair dan akhirnya dalam bentuk padat. Ketika feces lewat melalui usus besar, segala air yang tersisa diserap. Feces disimpan di usus besar sigmoid (berbentuk S) hingga suatu gerakan massa mengosongkannya kedalam rektum, biasanya sekali atau dua kali sehari.
Biasanya itu memakan waktu 36 jam utuk feces dapat melewati usus besar. Feces sendiri kebanyakan adalah sisa-sisa/puing-puing makanan dan bakteri-bakteri. Bakteri-bakteri ini melakukan beberapa fungsi-fungsi yang bermanfaat, seperti mensintesis beragam vitamin-vitamin, memproses produk-produk limbah dan partikel-partikel makanan, dan melindungi terhadap bakter-bakteri yang membahayakan. Ketika usus besar yang turun menjadi penuh dengan feces ia mengosongkan isi-isinya kedalam rektum untuk memulai proses eliminasi.
Rektum adalah suatu ruang delapan inch yang menghubungkan usus besar ke dubur (anus). Rektum:
- Menerima feces dari usus besar
- Membiarkan seseorang mengetahui ada feces yang harus dikeluarkan
- Menahan feces sampai pengeluaran terjadi
Ketika apa saja (gas atau feces) datang kedalam rektum, sensor-sensor mengirim suatu pesan ke otak. Otak kemudian memutuskan apakah isi rektum dapat dilepaskan atau tidak. Jika mereka dapat, sphincters mengendur dan rektum berkontraksi, mengeluarkan isi-isinya. Jika isi-isinya tidak dapat dikeluarkan, sphincters berkontraksi dan rektum menampung sehingga sensasinya hilang untuk sementara.
Dubur adalah bagian paling akhir dari saluran pencernaan. Ia terdiri dari otot-otot yang melapisi pelvis (pelvic floor muscles) dan dua otot-otot lain yang disebut anal sphincters (internal dan eksternal).
Pelvic floor muscle menciptakan suatu sudut antara rektum dan dubur yang memberhentikan feces untuk keluar ketika ia tidak diharapkan keluar. Anal sphincters menyediakan kontrol feces yang baik. Internal sphincter selalu ketat, kecuali ketika feces masuk kedalam rektum. Ia mempertahankan kita continent (tidak melepaskan feces) ketika kita tidur atau jika kita tidak sadar akan kehadiran feces. Ketika kita mendapat suatu keinginan untuk membuang air besar, kita mempercayakan pada external sphincter kita untuk menahan feces sampai kita dapat pergi ke toilet.
Organ-Organ Aksesori
Pankreas
Diantara fungsi-fungsi lain, pankreas adalah pabrik utama untuk enzim-enzim pencernaan yang dikeluarkan kedalam duodenum, segmen pertama dari usus kecil. Enzim-enzim ini mengurai protein-protein, lemak-lemak dan karbohidrat-karbohidrat.
Hati
Hati mempunyai berbagai fungsi-fungsi, namun dua dari fungsi-fungsi utamanya dalam sistim pencernaan adalah membuat dan mengeluarkan suatu unsur yang penting yang disebut empedu dan memproses darah yang datang dari usus kecil yang mengandung nutrisi-nutrisi yang baru saja diserap. Hati memurnikan darah ini dari banyak ketidakmurnian-ketidakmurnian sebelum berjalan ke seluruh tubuh.
Kantong Empedu
Kantong empedu adalah suatu kantong penyimpanan untuk empedu yang lebih. Empedu yang dibuat di hati mengalir ke usus kecil via saluran-saluran empedu. Jika usus tidak memerlukannya, empedu mengalir kedalam kantong empedu dimana ia menunggu tanda dari usus bahwa ada makanan. Empedu melayani dua maksud utama. Pertama, ia membantu menyerap lemak-lemak dalam makanan dan kedua, ia membawa limbah dari hati yang tidak dapat melewati ginjal-ginjal.
|