(Mesin Pencari Google)





Cysticercosis



Definisi Cysticercosis

Cysticercosis adalah systemic parasitic infestation yang disebabkan oleh cacing pita babi atau pork tapeworm, Taenia solium. Gejala-gejala dari penyakit ini disebabkan oleh pengembangan dari kista-kista berkarakteristik (cysticerci) yang paling sering mempengaruhi sistim syaraf pusat (neurocysticercosis), otot kerangka, mata-mata, dan kulit. Banyak individu-individu dengan cysticercosis tidak pernah mengalami gejala-gejala apa saja (asymptomatic).

Cacing pita (tapeworm) yang bertanggung jawab menyebabkan cysticercosis adalah endemic (selalu terdapat pada tempat tertentu) pada banyak bagian-bagian dari dunia yang sedang berkembang, termasuk Latin America, Asia, dan sub-Saharan Africa. Kejadian dari cysticercosis telah meningkat di Amerika yang disebabkan oleh imigrasi yang meningkat dari negara-negara yang sedang berkembang, dan diperkirakan bahwa kira-kira 1,000 kasus-kasus baru dari cysticercosis didiagnosa setiap tahun di Amerika. Neurocysticercosis adalah penyebab yang memimpin dari penimbulan-penimbulan seizures dewasa di seluruh dunia.

Secara sejarah, penyakit telah dikenali sejak kira-kira 2000 B.C. oleh orang-orang Mesir dan belakangan digambarkan pada babi-babi oleh Aristotle. Penyakit juga dikenali oleh dokter-dokter muslim dan diperkirakan menjadi penyebab (alasan) untuk larangan makan babi untuk kaum islam. Pada tahun 1850an, penyelidik-penyelidik Jerman menggambarkan siklus kehidupan dari T. solium.

Penyebab Cysticercosis

Cysticercosis disebabkan oleh penebaran dari bentuk larva dari cacing pita babi, Taenia solium. Jika telur-telur dari Taenia solium dimakan oleh manusia-manusia, telur-telur cacing pita menetas dan embrio-embrio menembus dinding usus dan mencapai aliran darah. Pembentukan dari kista-kista pada jaingan-jaringan tubuh yang berbeda menjurus pada perkembangan dari gejala-gejala, yang akan bervariasi tergantung pada lokasi dan jumlah dari kista-kista.

Penularan Cysticercosis

Manusia-manusia adalah tuan rumah untuk Taenia solium, dan mereka mungkin membawa cacing pita dalam usus mereka, seringkali tanpa gejala-gejala. Telur-telur cacing pita secara periodik dikeluarkan dalam feces oleh reservoir (lubuk penyimpanan) manusia, dan secara khas bab-babi memakan telur-telur dalam makanan atau air yang terkontaminasi. Babi-babi secara berangsur-angsur terinfeksi dan mengembangkan cysticerci dalam jaringan tubuh mereka. Jika manusia-manusia memakan daging babi mentah atau kurang matang yang terinfeksi, siklus kehidupan dari cacing pita menjadi komplit dan siklus berlanjut.

Cysticercosis manusia, bagaimanapun, berkembang setelah manusia-manusia memakan telur-telur Taenia solium. Telur-telur secara khas disebar via makanan, air, atau permukaan-permukaan yang terkontaminasi dengan feces yang terinfeksi. Seringkali, telur-telur mungkin disebar dari tangan-tangan penjual-penjual makanan yang terinfeksi yang tidak membersihkan tangan-tangan mereka atau dari makanan-makanan yang diberi pupuk/diirigasi dengan air yang mengandung feces manusia yang terinfeksi. Meskipun sumber dari penularan fecal-oral ini seringkali terjadi dari individu-individu terinfeksi lain, adalah juga mungkin untuk individu-individu yang membawa cacing pita untuk menginfeksi diri mereka sendiri. Siklus kehidupan dari T. solium ditunjukan dibawah, dan gambar-gambar dari kista-kista (cysts) pada jaringan-jaringan dapat ditemukan pada referensi terakhir yang didaftar dibawah.

Life cycle of T. solium with resulting cysticercosis
Life cycle of T. solium with resulting cysticercosis. Photo courtesy of the CDC


Alat Steril Botol Susu Bayi