(Mesin Pencari Google)
Chronic Obstructive
Pulmonary Disease
(COPD)
Apalagi Yang Tersedia Untuk Merawat COPD ?
Rehabilitasi pulmonary (paru) telah menjadi landasan dalam manajemen dari COPD yang sedang sampai parah. Rehabilitasi paru adalah program pendidikan menyangkut fungsi dan disfungsi paru, teknik-teknik pernapasan yang benar (pernapasan diafragma, pernapasan mengerutkan bibir), dan penggunaan yang benar dari alat dan obat-obat pernapasan. Ramuan yang penting dalam program ini adalah penggunaan latihan fisik yang meningkat untuk mengatasi kemampuan fisik yang berkurang yang biasanya telah berkembang melalui waktu. Sebagai tambahan, terapi pekerjaan dan fisik digunakan untuk mengajar mekanik-mekanik tubuh yang optimal dan efisien.
Lung volume reduction surgery (LVRS) telah menerima banyak keriuhan dalam berita pers. LVRS adalah prosedur operasi yang digunakan untuk merawat beberapa pasien-pasien dengan COPD. Dasar pemikiran dibelakang operasi ini adalah bahwa bagian-bagian atas paru yang terlalu menggembung, dan berfungsi buruk menekan dan mengganggu fungsi dari paru yang berfungsi lebih baik ditempat lain. Jadi, bagian-bagian paru yang terlalu menggembung dikeluarkan secara operasi, paru yang tertekan mungkin mengembang dan berfungsi lebih baik. Sebagai tambahan, diafragma dan rongga dada mencapai posisi yang lebih optimal setelah operasi, dan ini memperbaiki pernapasan lebih jauh. Kriteria yang terbaik untuk memilih pasien-pasien untuk LVRS masih tetap tidak menentu. Studi nasional selesai pada tahun 2003. Pasien-pasien terutama dengan emphysema pada puncak dari paru-paru mereka, yang toleransi latihannya rendah bahkan setelah rehabilitasi paru, nampaknya melakukan terbaik dengan prosedur ini. Rata-rata, fungsi paru dan kapasitas latihan diantara pasien-pasien operasi yang berlangsung hidup membaik secara signifikan setelah LVRS, namun setelah dua tahun kembali ke kira-kira tingkat-tingkat yang sama seperti sebelum prosedur. Pasien-pasien dengan volume pernapasan yang dipaksakan padaFEVI dari kurang dari 20% yang diprediksikan dan penyakit diffuse pada CAT scan atau lebih rendah dari 20% kapasitas yang tersebar atau tingkat-tingkat karbon dioksida yang naik mempunyai kematian yang lebih tinggi. Peran dari LVRS pada saat ini adalah sangat terbatas.
Arah-Arah Masa Depan Pada COPD
Berlawanan dengan bronchial asthma, yang telah diselidiki dengan baik dalam 20 tahun terakhir, COPD masih belum diselidiki sepenuhnya. Ada bukti yang signifikan bahwa COPD adalah proses peradangan tepat seperti bronchial asthma, bagaimanapun, nampaknya bahwa ada pola-pola yang berbeda dari peradangan paru pada pasien-pasien ini. Mekanisme-mekanisme dari peradangan dasar pada COPD dan peradangan selama perburukan penyakit perlu diselidiki dan dimengerti lebih baik. Ada informasi yang minimal atau tidak ada informasi pada mekanisme-mekanisme molekul dari peradangan pada pasien-pasien COPD yang stabil. Persoalan belakangan ini menjadi penting terutama pada area-area perawatan. Sekarang ini, ada banyak percobaan-percobaan klinik melihat untuk mengintervensi pada keberagaman jalan-jalan kecil (pathways) peradangan.
Kelompok obat-obat yang lebih baru yang bekerja untuk mengurangi peradangan ini sedang dikembangkan. Mereka dirujuk sebagai PDE4 inhibitors. Obat-obat dibawah penyelidikan termasuk rolipram, piclamilast, cilomilast, dan Roflumilast. Inhibitor-inhibitor ini mengurangi jumlah dan aktivitas dari tipe-tipe yang berbeda dari sel-sel yang meradang dan unsur-unsur yang meradang yang terlihat pada COPD.
Konsep dari usaha untk mengurangi hyperinflation membangkitkan minat. Prosedur-prosedur yang kurang invasif daripada LVRS sedang dikembangkan untuk mengurangi penjebakan udara ini. Alat-alat investigasi sedang dipelajari yang adalah seperti klep dan ditempatkan secara langsung dalam saluran-saluran udara dengan bronchoscope. Keefektifan dari alat-alat ini tidak diketahui.
Area lain yang menarik adalah mekanisme-mekanisme genetik dari mengapa hanya sebagian kecil dari perokok-perokok mengembangkan emphysema. Area ketiga dari minat penelitian adalah peran dari receptor-receptor syaraf pada paru-paru, yang sekarang ini adalah fokus dari percobaan-percobaan klinik akhir. Akhirnya, metode-metode untuk deteksi dini dari COPD perlu dihaluskan.
|