(Mesin Pencari Google)





Chronic Obstructive

Pulmonary Disease

(COPD)



Definisi Bronchitis Kronis

Bronchitis kronis melibatkan peradangan dan pembengkakan lapisan saluran-saluran udara yang menjurus pada penyempitan dan halangan dari saluran-saluran udara. Peradangan juga menstimulasi produksi dari lendir (sputum), yang dapat menyebabkan halangan lebih jauh dari saluran-saluran udara. Halangan dari saluran-saluran udara, terutama dengan lendir, meningkatkan kemungkinan infeksi-infeksi bakteri paru. Bronchitis kronis umumnya secara klinik ditentukan sebagai batuk harian dengan produksi sputum untuk 3 bulan, dua tahun berturut-turut.

Definisi Emphysema

Ada pembesaran yang permanen dari alveoli yang disebabkan oleh kehancuran dari dinding-dinding antara alveoli pada emphysema. Kehancuran dari dinding-dinding alveoli mengurangi kelenturan dari paru keseluruhannya. Kehilangan kelenturan menjurus pada pengempisan dari bronchioles, menghalangi aliran udara keluar dari alveoli. Udara menjadi "terjebak" dalam alveoli dan mengurangi kemampuan paru untuk menyusut sewaktu penghembusan napas. Ekspansi yang berkurang dari paru sewaktu pernapasan berikutnya mengurangi jumlah udara yang dihisap. Sebagai akibatnya, lebih sedikit udara untuk pertukaran gas-gas masuk kedalam paru-paru. Udara yang terjebak ini juga dapat menekan jaringan paru berdekatan yang kurang rusak, mencegahnya dari berfungsi sepenuh kapasitasnya.

Pertukaran dari karbon dioksida dan oksigen antara udara dan darah dalam capillaries terjadi diseluruh dinding-dinding yang tipis dari alveoli. Penghancuran dari dinding-dinding alveoli mengurangi jumlah dari capillaries yang tersedia untuk pertukaran gas. Ini menambah pada pengurangan kemampuan untuk menukar gas-gas.

Biasanya, energi hanya diperlukan untuk penghisapan untuk mengembangkan paru-paru. Peregangan dari paru-paru dan penggelembungan dari rongga dada melompat balik untuk beristirahat selama penghembusan, proses pasif yang tidak memerlukan energi. Bagaimanapun, pada emphysema, pernapasan yang tidak efisien terjadi karena usaha dan energi ekstra harus digunakan untuk mengosongkan paru-paru dari udara yang disebabkan oleh pengempisan dari saluran-salura udara. Ini pada dasarnya melipat gandakan kerja pernapasan, karena sekarang energi diperlukan untuk kedua-duanya penghisapan dan penghembusan. Sebagai tambahan, karena kapasitas yang berkurang untuk menukar gas-gas dengan setiap napas (disebabkan oleh pengempisan dari bronchioles dan kehilangan capillaries), adalah perlu untuk bernapas lebih seringkali.



Alat Steril Botol Susu Bayi