(Mesin Pencari Google)
Chronic Obstructive
Pulmonary Disease
(COPD)
Definisi COPD
Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) terdiri terutama dari dua penyakit yang berhubungan - bronchitis kronis dan emphysema. Pada kedua-dua penyakit, ada rintangan (halangan) yang kronis dari aliran udara melalui saluran-saluran udara dan keluar dari paru-paru, dan halangan umumnya adalah permanen dan progresif melalui waktu.
Asma juga adalah penyakit paru dimana ada halangan pada aliran udara keluar dari paru-paru, namun tidak seperti bronchitis kronis dan emphysema, halangan pada asma biasanya dapat dibalikan. Antara "serangan-serangan" dari asma aliran udara melalui saluran-saluran udara biasanya adalah baik.
Ada pengecualian-pengecualian, bagaimanapun. Pada beberapa pasien-pasien dengan COPD halangan dapat secara parsial dibalikan dengan obat-obat yang memperbesar atau melebarkan saluran-saluran udara (bronchodilators) seperti dengan asma. Dan sebaliknya, beberapa pasien-pasien dengan asma dapat mengembangkan halangan jalan udara yang permanen jika peradangan kronis dari saluran-saluran udara menjurus pada luka parut dan penyempitan dari saluran-saluran udara. Proses ini dirujuk sebagai pengubahan bentuk paru (lung remodeling). Pasien-pasien asma ini dengan komponen yang telah tetap dari halangan saluran udara juga dipertimbangkan mempunyai COPD.
Juga seringkali ada tumpang tindih diantara pasien-pasien COPD. Jadi, pasien-pasien denga emphysema mungkin mempunyai beberapa karakteristik-karakteristik dari bronchitis kronis. Dengan cara yang sama, pasien-pasien dengan bronchitis kronis mungkin juga mempunyai beberapa karakteristik-karakteristik dari emphysema.
Cara Paru Normal Bekerja
Paru adalah organ untuk pertukaran gas; ia memindahkan oksigen dari udara kedalam darah dan karbon dioksida (produk pembuangan dari tubuh) dari darah kedalam udara. Untk menyelesaikan pertukaran gas paru mempunyai dua komponen-komponen; saluran-saluran udara dan alveoli. Saluran-saluran udara adalah jalan-jalan lintasan tabung yang bercabang yang mengizinkan udara bergerak masuk dan keluar dari paru-paru. Segmen-segmen yang lebih lebar dari saluran-saluran udara adalah trachea dan dua bronchi (pergi ke kanan dan ke kiri paru). Segmen-segmen yang lebih kecil disebut bronchioles. Pada ujung-ujung dari bronchioles adalah alveoli, kantong-kantong yang berdinding tipis. (Saluran-saluran udara dan alveoli dapat dikonsepkan sebagai seikat anggur dengan saluran-saluran udara dapat disamakan dengan tangkai-tangkai dan alveoli dapat disamakan dengan anggur-anggur). Pembuluh-pembuluh darah kecil (capillaries) berjalan pada dinding-dinding alveoli, dan ia ada diseluruh dinding-dinding yang tipis dari alveoli dimana pertukaran gas antara udara dan darah terjadi.
Bernapas melibatkan menarik napas yang diikuti oleh menghembus napas. Sewaktu menarik napas (inspirasi), otot-otot dari diafragma dan sangkar tulang rusuk berkontraksi dan mengembangkan ukuran dada (serta saluran-saluran udara dan alveoli) menyebabkan tekanan negatif didalam saluran-saluran udara dan alveoli. Sebagai akibatnya, udara dihisap melalui saluran-saluran udara dan kedalam alveoli. Sewaktu menghembus napas, otot-otot yang sama mengendur pada posisi-posisi istirahat mereka, menyusutkan dada dan menciptakan tekanan positif didalam saluran-saluran udara dan alveoli. Sebagai akibatnya, udara didorong keluar dari paru-paru. Dinding-dinding dari bronchioles adalah lemah dan mempunyai kecenderungan untuk mengempis, terutama ketika menghembus napas. Normalnya, bronchioles dipertahankan terbuka oleh elastisitas (kelenturan) dari paru. Kelenturan dari paru dipasok oleh serabut-serabut elastis yang mengelilingi saluran-saluran udara dan melapisi dinding-dinding alveoli. Ketika jaringan-jaringan paru hancur/rusak, seperti pada pasien-pasien dengan COPD yang mempunyai emphysema, ada kehilangan kelenturan dan bronchioles dapat mengempis dan menghalangi aliran udara.
|