(Mesin Pencari Google)
Kanker Usus Besar
Perawatan Follow-Up untuk Kanker Usus Besar
Pemeriksaan-pemeriksaan follow-up adalah penting setelah perawatan kanker usus besar. Kanker dapat terjadi kembali dekat tempat asal atau pada suatu organ yang berjauhan seperti hati atau paru-paru. Pemeriksaan-pemeriksaan follow-up termasuk suatu pemeriksaan fisik oleh dokter, tes-tes darah dari enzim-enzim hati, x-rays dada, CAT scans dari perut dan panggul, colonoscopies, dan tingkat-tingkat darah CEA. Enzim-enzim hati yang abnormal dapat mengindikasikan pertumbuhan metastasis hati. Tingkat-tingkat CEA mungkin meningkat sebelum operasi dan menjadi normal segera setelah kankernya diangkat. Tingkat CEA yang meningkat secara pelan-pelan dapat mengindikasikan terjadinya kembali kanker. Suatu CAT scan dari perut dan pelvis dapat menunjukan terjadinya kembali tumor di hati, pelvis, atau area-area lain. Colonoscopy dapat menunjukan terjadinya kembali polip-polip atau kanker pada usus besar.
Sebagai tambahan pada pemeriksaan terjadinya kembali kanker, pasien-pasien yang telah mempunyai kanker usus besar dapat mempunyai suatu peningkatan risiko kanker prostat, kanker payudara, dan kanker indung telur. Oleh karenanya, pemeriksaan-pemeriksaan follow-up harus termasuk area-area ini.
Masa Depan untuk Pasien-Pasien dengan Kanker Kolorektal
Kanker usus besar tetap merupakan suatu penyebab utama kematian dan penyakit, terutama didunia barat. Suatu pengertian yang jelas dari penyebab-penyebab dan jalannya penyakit sedang muncul. Ini telah mengizinkan untuk rekomendasi-rekomendasi menyangkut screening dan pencegahan penyakit ini. Pengangkatan polip-polip usus besar membantu mencegah kanker usus besar. Deteksi awal kanker usus besar dapat memperbaiki kemungkinan-kemungkinan dari suatu penyembuhan dan kelangsungan hidup secara keseluruhan. Perawatan-perawatan tetap tidak memuaskan untuk penyakit yang telah lanjut, namun penelitian di area ini tetap kuat dan perawatan-perawatan yang lebih baru terus menerus bermunculan. Tindakan-tindakan yang baru dan telah ada akhir-akhir ini telah memusatkan perhatian pada efek-efek bermanfaat yang mungkin dari aspirin atau zat-zat anti peradangan lainnya. Pada percobaan-percobaan, penggunaan dari zat-zat ini telah dengan jelas membatasi pembentukan kanker usus besar pada beberapa model-model yang bersifat percobaan. Zat-zat lain yang sedang dievaluasi untuk mencegah kanker usus besar termasuk calcium, selenium, dan vitamins A, C, dan E. Studi-studi yang lebh banyak diperlukan sebelum zat-zat ini dapat direkomendasikan untuk penggunaan yang luas oleh publik untuk mencegah kanker usus besar.
|