(Mesin Pencari Google)





Radang Borok Usus Besar

(Ulcerative Colitis)



Mendiagnosis Radang Borok Usus Besar

Diagnosis radang borok usus besar disarankan oleh gejala-gejala dari sakit perut, perdarahan rektum, dan diare. Contoh-contoh feces (tinja) dikumpulkan untuk analisa untuk meniadakan infeksi dan parasit-parasit, karena kondisi-kondisi ini dapat menyebabkan kolitis yang meniru radang borok usus besar. Tes-tes darah mungkin menunjukkan anemia dan suatu peningkatan jumlah sel darah putih atau angka sedimentasi (biasanya dirujuk sebagai angka sed). Suatu peningkatan jumlah sel darah putih dan angka sed keduanya mencerminkan peradangan yang sedang berlangsung dalam kolon. Konfirmasi dari radang borok usus besar memerlukan suatu tes untuk melihat usus besar. Tabung-tabung yang lentur yang dimasukkan melalui rektum (sigmoidoscopes dan colonoscopes) mengizinkan penglihatan yang langsung dari bagian dalam kolon untuk melaksanakan diagnosis dan untuk mengukur luasnya kolitis. Contoh-contoh kecil jaringan (biopsies) bisa didapatkan sewaktu prosedur ini.

Pengetahuan tentang luasnya dan parahnya kolitis adalah penting dalam memilih dianatara pilihan-pilihan perawatan. Suatu barium enema x-ray mungkin juga mengindikasi diagnosis dari radang brorok usus besar . Sewaktu suatu barium enema, suatu unsur yang seperti kapur dimasukkan kedalam rektum dan disuntikkan kedalam kolon. Barium adalah radiopaque dan dapat menggambarkan kolon pada gambar-gambar x-ray. Suatu barium enema adalah kurang akurat dan bermanfaat daripada teknik-teknik penglihatan langsung pada diagnosis dari radang borok usus besar.

Komplikasi-Komplikasi Radang Borok Usus Besar

Pasien-pasien dengan radang borok usus besar yang terbatas pada rektum (proctitis) atau kolitis yang terbatas pada ujung dari usus besar kiri (proctosigmoiditis) biasanya mengatasinya dengan baik. Perawatan-perawatan periodik yang singkat menggunakan obat-obat oral atau enema-enema (suntikan urus-urus) mungkin cukup. Komplikasi-komplikasi serius adalah jarang pada pasien-pasien ini. Pada yang dengan penyakit yang lebih ekstensif, kehilangan darah dari usus-usus yang meradang dapat menjurus pada anemia dan mungkin memerlukan perawatan dengan suplemen-suplemen zat besi atau bahkan transfusi darah. Jarang, kolon dapat membesar secara akut menjadi sebuah ukuran yang besar ketika peradangan menjadi sangat parah. Kondisi ini disebut toxic megacolon. Pasien-pasien dengan toxic megacolon adalah sangat sakit dengan demam, sakit perut dan perut menggelembung, dehidrasi, dan malnutrisi (kekurangan gizi). Kecuali jika pasien membaik secara cepat dengan obat, operasi biasanya perlu untuk mencegah robek/pecahnya kolon.

Kanker Kolon atau kanker usus besar adalah suatu komplikasi yang dikenal dari radang borok usus besar yang kronis. Risiko kanker mulai meningkat setelah delapan sampai sepuluh tahun kolitis. Pasien-pasien dengan hanya ulcerative proctitis kemungkinan tidak mempunyai risiko kanker usus besar yang meningkat dibandingkan dengan populasi umum. Diantara pasien-pasien dengan pancolitis (melibatkan seluruh kolon) yang aktif untuk 10 tahun atau lebih, risiko kanker usus besar meningkat dibandingkan dengan populasi umum. Pada pasien-pasien dengan kolitis yang terbatas pada sisi kiri kolon, risiko kanker kolon meningkat namun tidak setinggi seperti pasien-pasien dengan pancolitis kronis.

Perkiraan-perkiraan sekarang untuk kejadian kumulatif dari kanker usus besar yang berkaitan dengan radang borok usus besar adalah 2.5% pada 10 tahun, 7.6% pada 30 tahun, dan 10.8% pada 50 tahun. Pasien-pasien yang berisiko kanker lebih tinggi adalah pasien-pasien dengan sejarah-sejarah kanker kolon keluarga yang positif , durasi-durasi yang panjang dari kolitis, kelibatan kolon yang ekstensif, dan primary sclerosing cholangitis (PSC), komplikasi lain dari radang borok usus besar.

Karena kanker-kanker ini mempunyai suatu hasil yang lebih baik jika didiagnosis dan dirawat pada stadium yang lebih awal, pemeriksaan-pemeriksaan kolon setiap tahun mungkin direkomendasikan setelah delapan tahun diketahui adanya penyakit yang ekstensif. Sewaktu pemeriksaan-pemeriksaan ini, contoh-contoh dari jaringan (biopsies) dapat diambil untuk diteliti perubahan-perubahan sebelum bersifat kanker pada sel-sel lapisan kolon. Jika perubahan-perubahan sebelum bersifat kanker ditemukan, pengangkatan kolon mungkin perlu untuk mencegah kanker kolon.

Komplikasi-komplikasi dari radang borok usus besar dapat melibatkan bagian-bagian lain tubuh. Sepuluh persen dari pasien-pasien dapat mengembangkan peradangan persendian (arthritis). Beberapa pasien-pasien mempunyai sakit tulang punggung bawah disebabkan oleh arthritis dari sendi-sendi sacroiliac. Jarang, pasien-pasien mungkin mengembangkan benjolan-benjolan kulit yang merah dan sakit (erythema nodosum). Namun yang lain-lain dapat mempunyai mata-mata yang sakit dan merah (uveitis, episcleritis). Karena komplikasi-komplikasi tertentu ini dapat mengambil risko perburukan penglihatan yang permanen, sakit mata atau kemerahan mata adalah gejala-gejala yang memerlukan suatu evaluasi dari dokter. Penyakit-penyakit hati dan saluran-saluran empedu mungkin juga dikaitkan dengan radang borok usus besar. Contohnya, pada pasien-pasien yang jarang yang dengan suatu kondisi yang disebut sclerosing cholangitis, infeksi-infeksi dan peradangan yang berulang-ulang pada saluran-saluran empedu dapat menjurus pada kekambuhan demam, kulit yang kuning (jaundice), cirrhosis, dan keperluan untuk suatu pencangkokan hati (liver transplant).



Alat Steril Botol Susu Bayi