(Mesin Pencari Google)
Jadwal Imunisasi
(Vaksinasi)
Masa Kanak-Kanak
Mengapa Kita Memerlukan Vaksin-Vaksin ?
Tidak satupun dari kita ingin melihat anak-anak kita mendapat sakit. Jika kita dapat, kita akan melindungi mereka dari segala penyakit-penyakit, tidak perduli berapa kecil — bahkan pilek-pilek.
Sekarang andaikata anda dapat membuat anak anda aman dari beberapa dari penyekit-penyakit yang paling mematikan dalam sejarah...Dan andaikata bahwa pada saat yang bersamaan anda dapat membantu melindungi anak-anak tetangga anda dan anak-anak lain diseluruh negara dari penyakit-penyakit yang sama...Dan akhirnya, andaikata anda dapat benar-benar membantu menghapus dari dunia beberapa dari penyakit-penyakit ini yang telah membuat cacat dan membunuh anak-anak berabad-abad.
Anda dapat melakukan semua dari hal-hal ini dengan salah satu dari alat-alat kesehatan yang paling mudah namun paling kuat yang pernah dikembangkan. Anda dapat memastikan anak-anak anda mendapat suntikan-suntikan mereka.
Bagaimana Vaksin-Vaksin Bekerja ?
Ketika anda menerima vaksin, ia membantu tubuh anda menciptakan antibodi-antibodi. Antibodi-antibodi adalah pertahanan tubuh yang melawan segala unsur-unsur asing (kuman-kuman). Meskipun tubuh anda dapat menciptakan antibodi-antibodi dengan sendirinya, kebanyakan dari penyakit-penyakit yang dapat dicegah vaksin menyebabkan penyakit yang parah dan bahkan kematian sebelum cukup antibodi-antibodi dihasilkan.
Jadwal imunisasi (vaksinasi)
Vaksin-vaksin bekerja paling baik ketika mereka diberikan pada umur-umur tertentu. Contohnya, vaksin measles biasanya tidak diberikan sampai seorang anak paling sedikit berumur 1 tahun. Jika diberikan lebih awal dari itu, ia mungkin tidak bekerja baik. Pada sisi lain, vaksin DTaP harus diberikan melalui periode waktu, dalam rentetan dari dosis-dosis yang diwaktukan secara tepat. Lebih banyak informasi tentang penyakit-penyakit spesifik yang terhadapnya anak anda divaksinasi didaftar kemudian dalam artikel ini.
Berikut adalah uraian dari jadwal imunisasi masa kanak-kanak yang rutin. Ia dipublikasikan setiap tahun oleh U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC).
|